Subroto, Begawan Migas dan Tokoh Minyak Indonesia Tutup Usia

Subroto, Bapak yang dijuluki "Tokoh Minyak Indonesia segala Zaman" itu dikenal sebagai tokoh yang mengabdikan diri di bidang perminyakan.

Ibeth Nurbaiti

21 Des 2022 - 01.30
A-
A+
Subroto, Begawan Migas dan Tokoh Minyak Indonesia Tutup Usia

Menteri Pertambangan dan Energi Indonesia periode 1978—1988, Prof. Dr. Subroto, tutup usia pada Selasa (20/12/2022) di Jakarta. Bisnis-Istimewa

Bisnis, JAKARTA — Menteri Pertambangan dan Energi Indonesia periode 1978—1988, Prof. Dr. Subroto, kini telah tutup usia pada umur 99 tahun pada Selasa (20/12/2022).

Penasehat Medco Grup yang pernah menjabat sebagai Sekjen Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) itu menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 16.25 WIB, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.

“Manajemen dan keluarga besar Medco Group berduka cita yang sedalam-dalamnya dan akan sangat kehilangan beliau,” kata Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk. Hilmi Panigoro dalam keterangannya, Selasa (20/12/2022).

Baca juga: Arifin Panigoro si Raja Minyak Indonesia Itu Kini Telah Pergi

Hilmi menyampaikan bahwa sosok Subroto bakal tetap menjadi inspirasi bagi industri minyak dan tambang dalam negeri pada masa mendatang. “Jasa dan suri tauladan yang beliau tunjukkan akan selalu menjadi panutan bagi kami,” tuturnya.

Jenazah akan disemayamkan di Graha Bimasena hingga, Rabu (21/12/2022) pagi untuk selanjutnya disemayamkan di Gedung Chairul Saleh, Kantor Sekretariat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Baca juga: Ongkos Angkut Jadi Tantangan Baru Pasokan Batu Bara PLTU

Rencananya, tokoh yang mengabdikan diri di bidang perminyakan sepanjang hidupnya itu akan dimakamkan di peristirahatan terakhir Taman Makam Pahlawan Kalibata pada pukul 15.30 WIB.

“Segenap keluarga besar Kementerian ESDM berduka kehilangan tokoh besar yang berjasa bagi perkembangan dunia energi dan sumber daya mineral di Indonesia, Prof. Dr. Subroto,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Agung Pribadi melalui keterangan tertulisnya, Selasa (20/12/2022).


Subroto lahir di Solo, Jawa Tengah pada 19 September 1923. Setelah lulus dari Akademi Militer di Yogyakarta pada 1948, dia juga menyelesaikan Master of Arts dari McGill University, Kanada, pada 1956.

Kemudian, pendiri dan ketua dari Masyarakat Pertambangan dan Energi atau Bimasena ini juga memperoleh gelar doktor dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1958, serta gelar profesor dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1965. 

Terakhir, Subroto juga memperoleh gelar Doktor Honoris Causa bidang Hukum dari University of Alaska Anchorage (UAA), Alaska, Amerika Serikat.

Baca juga: Utak-Atik Skema Kontrak Bagi Hasil Migas untuk Lapangan MNK

Bapak yang dijuluki “Tokoh Minyak Indonesia segala Zaman” itu dikenal sebagai tokoh yang mengabdikan diri di bidang perminyakan.

Sebelum menjabat Menteri Pertambangan dan Energi, Subroto pernah menduduki jabatan sebagai Menteri Transmigrasi dan Koperasi periode 1971—1973 dan juga Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi periode 1973—1978. 

Subroto tercatat juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada 1988—1994.

Baca juga: Mengamankan Pasokan Gas Industri Pupuk Nasional Tanpa Impor

Di tingkat global, Subroto dikenal sebagai The Wise Minister Subroto from Indonesia. Julukan itu diberikan karena kearifan serta visinya yang hati-hati dalam pengelolaan minyak di kalangan negara-negara OPEC. 


Subroto juga piawai berdiplomasi dan mampu meredam silang pendapat antarnegara OPEC, kala menjabat sebagai Presiden Konferensi (1985—1985) dan Sekretaris Jenderal pada 1988—1994.

Subroto merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Dia juga tercatat sebagai salah satu tokoh yang ikut merancang blueprint pembangunan perekonomian Indonesia. 

Baca juga: Modal Negara Dipangkas, Keseriusan Inalum Bangun Smelter Ditagih

Bersama Prof. Dr. Widjojo Nitisastro, Prof. Dr. Emil Salim, Prof. Dr. Moh. Sadli, dan Prof. Dr. Ali Wardhana, Subroto pernah menjadi anggota tim ekonomi untuk pembangunan Indonesia di era awal Orde Baru.

Selain pendiri dan ketua dari Bimasena, Subroto juga Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Indonesian Institute of Energy Economics (IIEE), Dewan Penasihat PT Medco Energi Internasional, Tbk., Dewan Komisaris PT Bank DBS Indonesia, Ketua Dewan Pembina Yayasan Bangun Bina Anak Indonesia, Ketua Dewan Penasihat Indonesian Mining and Minerals Research Institute (IMMRI), Ketua Dewan Pengawas Ikatan Keluarga Akademi Militer (IKAM), dan Dewan Penasihat Aspermigas.

Baca juga: SKK Migas Aktifkan 800 Sumur 2022, Aset Tidur Kembali Bangun

Tak hanya itu, semasa hidupnya Subroto juga mendapatkan sejumlah penghargaan tanda jasa, antara lain Satyalancana Peristiwa Perang Kemerdekaan Pertama dari Menteri Pertahanan R.I. tahun 1958, Tanda Jasa Pahlawan dari Presiden – Panglima Tertinggi Angkatan Perang RI tahun 1959, tanda kehormatan Bintang Kartika Eka Paksi dari Presiden RI tahun 1972. (Nyoman Ary Wahyudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.