Sukses Dongkrak Laba di 2021, BTPN Bakal Tancap Gas Tahun Ini

Bank BTPN dengan platform bank digitalnya, yakni Jenius, bakal berupaya untuk meningkatkan lagi kinerjanya yang sudah cukup baik pada 2021 lalu melalui beragam strategi. Perseroan telah berhasil mencetak pertumbuhan laba bersih hingga 55 persen sepanjang 2021 lalu berkat strategi digital yang jitu.

Emanuel Berkah Caesario
Feb 24, 2022 - 12:13 PM
A-
A+
Sukses Dongkrak Laba di 2021, BTPN Bakal Tancap Gas Tahun Ini

Nasabah menggunakan aplikasi Jenius, bank digital milik BTPN / Bisnis-Feni Freycinetia

Bisnis, JAKARTA — PT Bank BTPN Tbk. akan memperkuat segmen kredit pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ritel serta bisnis wealth management melalui optimalisasi strategi digital banking guna meningkatkan kinerjanya sepanjang tahun ini.

Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana optimistis rencana bisnis perseroan akan berjalan dengan baik sejalan dengan upaya vaksinasi dari pemerintah, di mana pemulihan ekonomi diperkirakan bisa lebih baik di 2022 dibanding 2021.

“Tentunya yang menjadi motor pertumbuhan rencana bisnis kali ini tentu di koperasi. Kita akan mendukung sektor-sektor yang memang menjadi program prioritas pemerintah, termasuk ESG dan sebagainya,” kata Ongki dalam Media Briefing Kinerja Bank BTPN 2021 secara virtual, Kamis (24/2).

Ongki mengungkapkan bahwa sektor UMKM sudah terlihat menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

“Memang tahun lalu di sana permintaan sangat sedikit, tapi tahun ini diperkirakan akan mulai tumbuh dan salah satu rencana bisnis kita adalah melayani segmen ini dengan pelayanan yang lebih baik,” terangnya.

Menurut Ongki, sektor UMKM pada 2 tahun lalu yang dilakukan perseroan tidak tumbuh agresif. Oleh karena itu, BTPN memperbaiki infrastruktur dan membuat beberapa fitur pelayanan baru, termasuk digital small-medium enterprise (SME).

“Kita sudah mulai launch [fitur-fitur pelayanan baru] supaya kita bisa melayani nasabah-nasabah menjadi lebih baik,” ujarnya.

Kemudian dari sisi ritel, BTPN akan fokus menggenjot digital banking. BTPN akan terus mengembangkan volume usaha melalui digital banking dengan berbagai fitur yang akan terus BTPN kembangkan.

Digital banking ini kita arahkan juga untuk melayani nasabah bukan saja yang digital savvy, tapi juga nasabah menengah ke atas. Kita mulai menawarkan Jenius juga ke nasabah-nasabah menengah dan atas,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, BTPN juga sudah bisa menawarkan berbagai produk di wealth management dan melalui aplikasi Jenius. Dengan demikian, di ritel, BTPN juga akan mulai bisa memberikan fasilitas pinjaman yang bisa diakses melalui digital.

“Mudah-mudahan dalam tahun ini juga kita bisa meluncurkan barangkali berbagai fasilitas pinjaman yang bisa diakses melalui aplikasi Jenius,” pungkasnya.

KINERJA 2021

Berdasarkan publikasi laporan keuangan di Harian Bisnis Indonesia pada Kamis (24/2), laba BTPN tumbuh 55 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp2 triliun pada Desember 2020 menjadi Rp3,10 triliun di posisi Desember 2021.

Laba bersih ini sudah lebih tinggi dibandingkan dengan capaian laba bersih pada periode sebelum pandemi atau pada 2019.

Untuk pendapatan bunga, BTPN mengalami penyusutan sebesar 10 persen YoY menjadi Rp14,74 triliun dari sebelumnya Rp16,40 triliun pada Desember 2020. Sementara itu, beban bunga ikut menyusut sebesar 38 persen YoY menjadi Rp3,60 triliun.

Alhasil, pendapatan bunga bersih emiten bank bersandi saham BTPN ini naik 5 persen YoY menjadi Rp11,14 triliun.


Di sisi lain, BTPN mencatat kredit yang diberikan turun tipis sebesar 1 persen YoY sepanjang 2021, dari sebelumnya sebesar Rp126,68 triliun per 31 Desember 2020 menjadi Rp125,15 triliun per 31 Desember 2021.

Dengan perolehan tersebut, total aset yang dimiliki BTPN naik 5 persen YoY menjadi Rp191,91 triliun pada Desember 2021, dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 26,2 persen.

Adapun, di sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mengalami kenaikan sebesar 9 persen YoY dari Rp100,78 triliun menjadi Rp109,38 triliun. Kenaikan itu berasal dari dana murah atau current account saving account (CASA) yang tumbuh 37 persen YoY dari Rp27,69 triliun menjadi Rp37,87 triliun.

BTPN pun tercatat mampu menekan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang terjaga di level 1,63 persen (gross) dan 0,39 persen (net) per 31 Desember 2021.

Sementara itu, untuk margin bunga bersih (net interest margin/NIM) dan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), BTPN mampu mencatatkan rasio masing-masing sebesar 4,46 persen dan 85,60 persen.

Direktur Keuangan Bank BTPN Hanna Tantani menjelaskan peningkatan DPK yang dipacu kenaikan CASA membuat rasio CASA meningkat dari 27,5 persen menjadi 34,6 persen. Sementara itu, deposito berjangka turun 2 persen YoY menjadi Rp71,5 triliun.

“Upaya menghimpun dana pihak ketiga dilakukan sejalan dengan upaya menekan biaya dana seiring dengan tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia,” papar Hanna dalam kesempatan yang sama.

Di sisi lain, Bank BTPN berhasil menjaga rasio likuiditas dan pendanaan dalam tingkat yang sehat melebihi ketentuan minimum sepanjang 2021.

Hanna mencatat liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 187,3 persen dan net stable funding ratio (NSFR) 126,6 persen pada posisi 31 Desember 2021.

Perseroan meyakini bahwa perseroan akan mampu mempertahankan kinerja baik ini dan makin memperkuat fundamental guna memberikan kontribusi yang bisa dirasakan oleh lebih banyak masyarakat Indonesia.

(Reporter: Rika Anggraeni)

Editor: Emanuel Berkah Caesario
company-logo

Lanjutkan Membaca

Sukses Dongkrak Laba di 2021, BTPN Bakal Tancap Gas Tahun Ini

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ