Free

Suku Bunga Acuan The Fed September 2022 Naik 75 Bps

Federal Reserve atau The Fed memperkuat manuvernya untuk menekan inflasi dengan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bps).

Nindya Aldila

22 Sep 2022 - 11.46
A-
A+
Suku Bunga Acuan The Fed September 2022 Naik 75 Bps

Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada konferensi pers usai pertemuan Federal Open Market Committee pada Rabu (21/9/2022) di Washington D.C. /The Fed

Bisnis, JAKARTA - Federal Reserve atau The Fed memperkuat manuvernya untuk menekan inflasi dengan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin.

Keputusan ini menandai kenaikan ke-3 tertinggi dalam kebijakan moneter Bank sentral AS pada tahun ini. Hal itu menjadi senjata utama bagi The Fed yang tengah berupaya keras membendung inflasi tertinggi sepanjang 40 tahun, seperti dilaporkan New York Times pada Rabu (21/9/2022).

The Fed mengerek suku bunga kebijakan sebesar tiga per empat poin persentase menjadi 3 - 3,25 persen. Angka itu naik signifikan dari Maret dengan federal fund rate mendekati nol persen.

Baca juga: Menanti BI Merespons Putusan The Fed, Suku Bunga Naik Lagi?

Para pemangku kebijakan moneter memprediksi pada Rabu bahwa biaya pinjaman akan naik sampai 4,4 persen pada akhir tahun dan suku bunga yang lebih tinggi daripada perkiraan sebelumnya untuk beberapa tahun ke depan.

“Kami ingin bertindak agresif sekarang, dan menyelesaikan pekerjaan ini, dan akan terus melakukannya sampai selesai,” kata Gubernur The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers.

Lebih lanjut, seperti dilaporkan Bisnis.com yang melansir Bloomberg, median prospek kenaikan suku bunga oleh pejabat The Fed, atau yang disebut dot plot, menunjukkan suku bunga acuan naik menjadi 4,4 persen pada akhir tahun, naik dari proyeksi pada Juni sebesar 3,4 persen.

Adapun proyeksi suku bunga untuk akhir tahun 2023 tetap pada 4,6 persen. Dot plot pada akhir tahun 2024 naik menjadi 3,9 persen dari 3,4 persen, sedangkan prospek suku bunga acuan jangka panjang tetap pada 2,5 persen.

“Proyeksi median naik menjadi 4,6 persen pada akhir tahun depan dan turun menjadi 2,9 persen pada akhir 2025, masih di atas estimasi median nilai jangka panjangnya. Proyeksi ini tidak mewakili keputusan atau rencana FOMC dan tidak ada yang bagaimana kondisi ekonomi satu tahun atau lebih dari sekarang,” pungkasnya.

Proyeksi dot plot yang lebih curam daripada yang ditetapkan pejabat pada bulan Juni menggarisbawahi tekad The Fed untuk mendinginkan inflasi meskipun ada risiko bahwa kenaikan suku bunga pinjaman dapat menyeret ekonomi AS ke dalam resesi.

"Kita harus membuat inflasi ada di belakang kita. Saya berharap ada cara yang tidak menyakitkan untuk melakukannya, [meskipun sebenarnya] tidak ada,"

Imbal hasil obligasi Treasury AS dua tahun yang sensitif terhadap kebijakan melonjak ke atas level 4 persen, sedangkan indeks S&P 500 anjlok. Adapun indeks dolar AS mencapai rekor tertinggi baru.

Sementara itu, langkah bank sentral AS diyakini akan memengaruhi bank sentral lainnya, termasuk Bank Indonesia (BI) yang akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) terutama terkait suku bunga acuan pada Kamis siang.

Baca juga: Prediksi Kenaikan Suku Bunga BI Hingga 25 Basis Poin Menguat

Pada RDG bulan ini, BI diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga acuan, sebagai respons dari tingginya inflasi akibat kenaikan harga BBM.

Para ekonom dalam negeri sudah memperkirakan kenaikan suku bunga BI sebesar 25 basis poin menjadi 4 persen dalam RDG yang akan dilaksanakan pada 21 - 22 September 2022.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga di kisaran 25 – 50 basis poin.

“BI akan kembali menaikkan suku bunga acuan, merespons kenaikan suku bunga acuan The Fed dan juga lonjakan inflasi pasca kenaikan harga BBM. Minimal 25 basis poin dan maksimal 50 basis poin,” katanya kepada Bisnis pada Rabu.

Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4 persen pada September ini.

Menurutnya, BI akan menaikkan suku bunga secara perlahan. Pasalnya, kenaikan suku bunga yang terlalu agresif dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Kami sejauh ini melihat BI akan kembali menaikkan suku bunga dengan besaran 25 basis poin ke 4,0 persen,” katanya kepada Bisnis pada Senin.

Hal ini, katanya, sesuai dengan perkembangan inflasi hingga minggu ketiga September 2022 dan diperkirakan inflasi akan mencapai 5,9 persen pada akhir September 2022.

(Aprianto Cahyo Nugroho, Maria Elena)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.