Sumbangan 1,55% terhadap PDB eFishery di Sektor Akuakultur

Ekosistem eFishery telah digunakan oleh lebih dari 70.000 pembudidaya di 280 kota/kabupaten di Indonesia.

Jaffry Prabu Prakoso

30 Mar 2023 - 15.09
A-
A+
Sumbangan 1,55% terhadap PDB eFishery di Sektor Akuakultur

Produk eFishery. /efishery.com

Bisnis, JAKARTA – PT Multidaya Teknologi Nusantara (eFishery), startup yang bergerak di bidang industri akuakultur telah berkontribusi sebesar Rp3,4 triliun atau setara dengan 1,55 persen terhadap PDB sektor akuakultur Indonesia pada 2022.

Hal itu diketahui berdasarkan riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) terkait dampak positif dari platform eFishery bagi perekonomian dan perkembangan industri akuakultur di Tanah Air.

"eFishery berkontribusi sebesar Rp3,4 triliun atau setara dengan 1,55 persen terhadap PDB sektor akuakultur Indonesia tahun 2022," kata Wakil Kepala LD FEB UI Paksi C. K. Walandouw dalam pemaparan hasil riset, Rabu (29/3/2023).


Kincir angin tambak udang. /Solopos


Dia menyebut pihaknya menemukan adanya peningkatan taraf hidup, bisnis, dan produktivitas pembudidaya ikan dan petambak udang melalui adopsi teknologi, setelah bergabung dengan ekosistem eFishery.

Adapun saat ini, ekosistem eFishery telah digunakan oleh lebih dari 70.000 pembudidaya di 280 kota/kabupaten di Indonesia.

"Jumlah ini meningkat setiap tahunnya seiring dengan masih terbukanya potensi pengembangan budidaya ikan dan udang di Indonesia," tutur Walandouw.

Baca juga: Meniti Langkah Menjadi Pemain Terbesar Amoniak Hijau Asia

Lebih lanjut Paksi memerinci, hasil riset LD FEB UI menunjukkan ekosistem eFishery memberikan peningkatan rata-rata omzet per bulan bagi pembudidaya ikan dan petambak udang yang dilihat berdasarkan skala.

Dia mencontohkan, untuk skala usaha kecil mengalami peningkatan omzet per bulan sebesar 1,7 persen (dari Rp63,8 juta menjadi Rp64,9 juta).

Sementara skala usaha menengah meningkat paling besar, yaitu sebesar 24,7 persen atau Rp123,1 juta (dari Rp499,3 juta menjadi Rp622,4 juta) setelah bergabung dengan eFishery.

Baca juga: Transformasi Digital Pengadaan Barang & Jasa Lewat Toko Daring

"Pendapatan usaha di sektor akuakultur juga mengalami peningkatan setelah bergabung dengan eFishery," sebutnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan klasifikasi jumlah tenaga kerja, rata-rata pendapatan usaha di sektor medium, besar, dan kecil paling terpengaruh setelah bergabung dengan eFishery.

Segmen medium dengan jumlah pekerja dari 20 hingga 100 orang tumbuh secara signifikan lebih dari 88,7 persen. Sementara segmen besar (di atas 100 orang pekerja) dan segmen kecil (5 hingga 20 orang pekerja) mencatat rata-rata pertumbuhan pendapatan lebih dari 21,5 persen dan 1,2 persen.


Sementara itu, CEO eFishery Gibran Huzaifah menegaskan pihaknya akan terus berkomitmen memberikan kontribusi dan mengembangkan industri akuakultur di Indonesia bersama dengan pembudidaya serta pemangku kepentingan lainnya.

Dia mengeklaim eFishery telah membantu pembudidaya ikan di berbagai daerah dengan memberikan akses pakan berkualitas yang lebih terjangkau, menghubungkan mereka dengan institusi keuangan yang diawasi oleh OJK, serta membuat platform lapak penjualan ikan sehingga mereka dapat menjual hasil panen tepat waktu dengan harga terbaik.

"Kami sangat senang bahwa 76,5 persen pembudidaya ikan dan petambak udang optimistis untuk memajukan bisnis mereka di masa depan bersama eFishery," tutup dia. (Rahmi Yati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.