Surat Utang Dibayangi Tekanan Jual Asing, Sukuk Masih Bertahan

Instrumen surat utang syariah atau sukuk masih mampu memberikan kinerja return yang positif sepanjang tahun ini, di saat surat utang konvensional, terutama surat utang negara konvensional, sudah mencatatkan return negatif. Minimnya kepemilikan asing di sukuk menjadi penyebabnya.

Emanuel Berkah Caesario

13 Apr 2022 - 20.04
A-
A+
Surat Utang Dibayangi Tekanan Jual Asing, Sukuk Masih Bertahan

ilustrasi investasi obligasi

Bisnis, JAKARTA — Kinerja aset-aset investasi berbasis sukuk relatif lebih kuat dibanding instrumen surat utang konvensional, seperti obligasi atau surat utang negara. Meskipun demikian, instrumen sukuk masih menghadapi tantangan likuiditas dan pangsa pasar yang terbatas.

Berdasarkan data PT Penilai Harga Efek Indonesia atau PHEI per Rabu (13/4), indeks sukuk Indonesia atau Indonesia Sukuk Index Composite (ISIXC) masih mampu mencetak return sebesar 0,71 persen sepanjang tahun berjalan 2022 atau secara year-to-date (YtD).

Indeks komposit ini merupakan gabungan atas kinerja seluruh instrumen sukuk yang diterbitkan di Indonesia, baik oleh pemerintah maupun korporasi. Positifnya kinerja indeks ini tidak terlepas dari kinerja positif pada indeks sukuk negara dan korporasi yang menjadi pembentuknya.

Indeks sukuk negara, yakni Indonesia Government Sukuk Index (IGSIX) Total Return tercatat meningkat 0,70 persen, sedangkan sukuk korporasi atau Indonesia Corporate Sukuk Index (ICSIX) Total Return berhasil tumbuh lebih tinggi, yakni 1,49 persen YtD.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario
company-logo

Lanjutkan Membaca

Surat Utang Dibayangi Tekanan Jual Asing, Sukuk Masih Bertahan

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.