Free

Surga Tersembunyi Di Pamijahan

Bogor menjadi salah satu kota pelarian bagi pelancong kota metropolitan seperti Jakarta. Selain jaraknya yang dekat, Bogor memiliki keindahan yang tiada banding dengan banyaknya wisata alam yang masih asri.

Indah Permatahati

8 Apr 2024 - 13.55
A-
A+
Surga Tersembunyi Di Pamijahan

Desa Purwabakti merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor. Desa ini mempunyai bentangan alam pegunungan, sungai dan pesawahan yang sangat eksotik. - Foto Jadesa.kemenparekraf

Bisnis, JAKARTA--Derah Pamijahan Bogor misalnya, wisata padat bukit dan air terjun yang selalu diburu wisa-tawan sekitar Jabodetabek. Di antara puluhan wisata curug populer di Bogor, belakangan nama Curug Walet cukup sering dibicarakan.

Dalam waktu singkat, curug yang terletak di Ciasihan, Pamijahan ini viral di media sosial berkat tren tembusan cahaya di balik celah pohon dan batu. Banyak wisatawan yang sengaja datang di waktu terbaik (golden hour) untuk mencapai sebuah tren yang disebut sebagai ‘cahaya Ilahi’ tersebut.

Pada pukul 08.00-10.00 pagi, biasanya cahaya matahari akan menembus dari atas bebatuan Curug Walet yang membuatnya eksotis nan aesthetic.

Namun pada jam setelahnya, Curug Walet tak kalah menyajikan panorama yang indah dengan bebatuan unik diselimuti daun-daun dan lumut hijau.

Mencapai Curug Walet memang butuhkan sedikit tenaga. Wisatawan harus melakukan trekking dengan waktu kira-kira 30 menit dari area parkiran menuju ke atas, kemudian kembali turun di arah curug walet.

Selama melakukan trekking, pengunjung akan disuguhkan keindahan perbukitan, ragam flora unik, hingga aliran air deras dari curug di sisi kanan.

Kemudian pengunjung harus menuruni banyak anak tangga untuk sampai ke bawah. Treknya tergolong sederhana dan mudah dilewati asalkan pengunjung berhati -hati saat menuruninya.

Karena wilayah Pamijahan memiliki banyak wisata air terjun, pengunjung mungkin saja akan menemui beberapa curug selama perjalanan. Misalnya untuk sampai ke area Curug Walet, pengunjung harus melewati Curug Payung, sebuah curug yang populer sebagai tempat pemandian dengan pancuran air yang jernih dan menyejukkan.

Baca juga:

Geser Surakarta, Surabaya Jadi Destinasi Wisata Paling Terjangkau di Indonesia

Membuka Akses Surga Dunia dari Jalur Laut

Sebelum menemui Curug Walet, pengunjung akan melihat panorama Curug Payung yang megah. Di sini, banyak wisatawan bermain air dan berendam sembari melihat langsung pancuran air yang deras turun dari celah batu.

Untuk sampai di Curug Walet, pengunjung harus kembali melakukan trekking ke atas dengan waktu sekitar 5 menit. Diperlukan kehati-hatian ekstra untuk sampai ke Curug Walet karena jalurnya yang cukup menanjak dan licin.

Namun, lelahnya trekking akan terbayar dengan kecantikan Curug Walet yang memikat mata. Curug Walet terletak di balik bebatuan dengan pancuran air yang derasnya melebihi Curug Payung.

Untuk itu, pengunjung juga tidak diperbolehkan berendam selama berada di area curug ini. Karena berada di balik bebatuan, Curug Walet memang lebih sempit dan gelap.

Pengunjung bisa mengeksplorasi keindahan curug ini dengan menaiki be-batuan besar di depan pancuran air. Dari titik ini, terlihat menawannya curug di sisi depan pancuran menga-lir hingga ke bebatuan bagian bawah curug.

Pesona yang tak boleh ditolak untuk liburan singkat bagi wisatawan sekitar Jabodetabek.Cukup dengan membayar Rp20.000, pengunjung sudah bisa mengeksplorasi indahnya curug ini.

Untuk bisa sampai ke Curug Walet dan Curug Payung, pe-ngunjung perlu menempuh jarak sekitar 90 km dengan waktu 3 jam berkendara melewa[1] Tol Jagorawi untuk sampai di Jalan Pamijahan, kemudian trekkingmenuju area curug.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.