Surplus Dagang Susut, Lubang Menganga Defisit Transaksi Berjalan

Penggerusan surplus neraca dagang patut diwaspadai oleh pemangku kebijakan. Selain berisiko menahan laju ekonomi, performa niaga yang kurang prima juga berpotensi meningkatkan kerentanan ketahanan eksternal Indonesia.

Tegar Arief Fadly

17 Nov 2023 - 09.09
A-
A+
Surplus Dagang Susut, Lubang Menganga Defisit Transaksi Berjalan

Aktivitas peti kemas perdagangan internasional di Indonesia./Istimewa

Bisnis, JAKARTA — Penggerusan surplus neraca dagang patut diwaspadai oleh pemangku kebijakan. Selain berisiko menahan laju ekonomi, performa niaga yang kurang prima juga berpotensi meningkatkan kerentanan ketahanan eksternal Indonesia.

Memang, neraca perdagangan per Oktober 2023 masih berada pada zona surplus. Akan tetapi, nilai surplus itu terus membukukan penurunan sehingga pemerintah perlu memasang kuda-kuda dengan kokoh.

Apalagi, teropong ekspor masih sedikit buram lantaran moderasi harga komoditas sumber daya alam (SDA), gangguan rantai pasok, serta perlambatan ekonomi negara mitra dagang utama Indonesia.

Terlebih, Asian Development Bank (ADB) dalam Trade Connections Expose Asia and the Pacific to the Global Slowdown, mencatat negara-negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia perlu mengoptimalisasi perluasan pasar ekspor sejalan dengan tingginya ketergantungan pada pasar Eropa dan China.

Editor: Rinaldi Azka
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini

Kembali ke Atas
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.