Suspensi BREN Dibuka, Sahamnya Naik Lagi!

Gembok emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Renewable Energy Tbk. (BREN) dibuka suspensinya oleh Bursa, saham BREN pun kembali melejit.

Redaksi

13 Nov 2023 - 17.17
A-
A+
Suspensi BREN Dibuka, Sahamnya Naik Lagi!

Jajaran direksi BREN saat pelaksanaan penawaran umum perdana saham./dok.BEI

Bisnis, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia telah membuka suspensi yang mengunci pergerakan saham PT Barito Renewable Energy Tbk. (BREN) milik Prajogo Pangestu.

BEI menyatakan saham BREN bisa diperdagangkan kembali mulai hari ini, Senin (13/11/2023). “Maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 13 November 2023,” sebut BEI.

Pada penutupan perdagangan hari pertama setelah dibuka kembali tersebut, harga saham BREN tetap naik 1,44% atau 75 poin ke harga 5.300. Selama dua sesi perdagangan, BREN ditransaksikan mencapai 28.294 kali dengan nilai mencapai Rp368,61 miliar. Kapitalisasi pasar BREN pun kembali meningkat menjadi Rp709.07 triliun.

Sebagai informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham emiten milik Prajogo Pangestu, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) pada Jumat (10/11/2023).

Dalam pengumumannya, BEI menuturkan suspensi ini dilakukan sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham BREN.

"Sebagai bentuk perlindungan bagi investor, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham BREN di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan tanggal 10 November 2023 sampai pengumuman Bursa lebih lanjut," kata BEI, Jumat (10/11/2023).

Penghentian sementara perdagangan saham BREN ini bertujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham BREN.

Bursa pun mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh BREN.

Sebagai informasi, saham BREN tercatat telah menguat 26,21% dalam satu pekan terakhir, dan telah menguat 121,40% selama sebulan terakhir.

Head of Research InvestasiKu (Mega Capital Sekuritas) Cheril Tanuwijaya mengatakan penguatan indeks sektoral infrastruktur ditopang oleh saham BREN yang naik signifikan setelah IPO di tahun ini.

"Bobotnya sampai 40% di sektor infrastruktur," kata Cheril, Kamis (9/11/2023). 

Senada dengan Cheril, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina menuturkan penguatan indeks sektoral infrastruktur disebabkan oleh melambungnya saham BREN. 

Sebagai informasi, saham BREN milik Prajogo Pangestu telah menguat 569,8% sejak melakukan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO). Saat ini, saham BREN ditutup pada harga Rp5.225 per saham, dari harga saat listing Rp780 per saham.

PRAJOGO MAKIN KAYA

Taipan Prajogo Pangestu menggeser posisi raja batu bara Low Tuck Kwong sebagai orang terkaya Indonesia. Total kekayaan Prajogo Pangestu bahkan mencapai US$38,7 miliar atau setara Rp607,3 triliun (kurs Jisdor Rp15.693 per dolar AS).

Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaire, kekayaan Prajogo Pangestu jauh mengungguli Low Tuck Kwong yang sebesar US$26,5 miliar di posisi kedua. 

Selain menggeser posisi Low Tuck Kwong sebagai orang terkaya di Indonesia, emiten milik Prajogo, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) juga mengkudeta PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar tertinggi nomor 3. 

Per penutupan Jumat (10/11/2023), kapitalisasi pasar BREN tercatat sebesar Rp699 triliun, menyalip kapitalisasi pasar BYAN yang sebesar Rp628 triliun. Kapitalisasi pasar ini masih berpotensi untuk menguat jika saja saham BREN tidak mengalami suspensi pada Jumat kemarin. 

Sementara itu, saham emiten milik Prajogo Pangestu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) mengalami suspensi untuk kedua kali dalam sepekan perdagangan.

Baca Juga : Sektor Saham Seksi Layak Koleksi 

Pergerakan saham CUAN direm oleh pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) dua kali dalam sepekan, yakni pada 7 November 2023 dan 10 November 2023. BEI beralasan menghentikan saham milik Prajogo Pangestu itu untuk memberi waktu bagi para investor memilah kembali strateginya.

Sebab, saham CUAN telah mengalami penguatan 150% dalam sebulan atau 600% dalam 6 bulan terakhir. Saham itu kini terparkir di level Rp7.000 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp78,69 triliun.

Penguatan saham CUAN sejatinya bukan tanpa alasan, karena perseroan telah mengumumkan bakal mengakuisisi 34% saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) melalui anak usahanya PT Kreasi Jasa Persada (KJP). Hal itu lantas menggugah selera para investor untuk berebut saham tambang tersebut.

BEI pun melakukan suspensi terhadap saham CUAN yang sudah naik tinggi pada 7 November 2023. Penghentian sementara perdagangan tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

"Tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)," papar pengumuman Bursa.

Kemudian, BEI mengumumkan bahwa suspensi atas perdagangan Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 8 November 2023.

Baca Juga :Kinerja Emiten Batu Bara ADRO, PTBA hingga INDY Kuatral III/2023 

Naas, baru 2 hari berselang setelah suspensi berakhir saham CUAN kembali digembok oleh operator pasar modal. Dalam pengumumannya, BEI menuturkan suspensi ini dilakukan sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham CUAN. 

"Sebagai bentuk perlindungan bagi investor, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham CUAN di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan tanggal 10 November 2023 sampai pengumuman Bursa lebih lanjut," kata BEI, Jumat (10/11/2023). 

Sementara itu, menyusul di posisi ketiga dan keempat adalah duo Djarum, Robert Budi Hartono dan Michael Hartono. Robert Budi Hartono memiliki kekayaan sebesar US$24,3 miliar, dengan Michael Hartono sebesar US$23,3 miliar. 

Apabila digabungkan, kekayaan duo pemilik Djarum ini masih mengungguli kekayaan Prajogo Pangestu sebesar US$47,6 miliar. 

Posisi selanjutnya orang terkaya nomor 5 Indonesia adalah Sri Prakash Lohia dengan nilai kekayaan US$6,5 miliar. Kemudian terdapat nama konglomerat pemilik Bank Mega, Chairul Tanjung di posisi keenam dengan total kekayaan US$5,6 miliar. 

Sementara itu, di posisi 7 sampai 10 adalah Lim Hariyanto Wijaya Sarwono sebesar US$4,4 miliar, Tahir & Family sebesar US$4,3 miliar, Dewi Kam senilai US$4,3 miliar, dan Djoko Susanto senilai US$4,3 miliar.(Annisa Kurniasari Saumi, Pandu Gumilar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.