Syarat Utama RI Capai Target 8,5 Juta Kunjungan Wisman Pada 2023

Gabungan Industri Pariwisata Indonesia menyampaikan sejumlah syarat mesti dipenuhi untuk mencapai target baru kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun ini.

Rayful Mudassir

13 Apr 2023 - 12.50
A-
A+
Syarat Utama RI Capai Target 8,5 Juta Kunjungan Wisman Pada 2023

Ilustrasi: Salah satu spot wisata di Tabanan, Bali./Dok Pemprov Bali

Bisnis, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meningkatkan target kunjungan wisata ke Indonesia dari 7,4 juta menjadi 8,5 juta kunjungan pada tahun ini. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai angka tersebut.

Gabungan Industri Pariwisata Indonesia atau GIPI menilai kunjungan wisatawan mancanegara yang ditargetkan tersebut berpotensi tercapai jika pemerintah menambah frekuensi penerbangan internasional. 

Ketua Umum GIPI Hariyadi Sukamdani menyampaikan, hingga Februari 2023, frekuensi penerbangan internasional baru sekitar 40 persen. "Kalau kita melihat trennya harusnya bisa tercapai dengan catatan jumlah penerbangan harus kembali seperti posisi 2019," kata Hariyadi, dikutip Kamis (13/4/2023).

Baca juga: Menengadah Kunjungan Wisata dari Tiga Negara

Untuk mencapai target baru ini, maka pemerintah harus memperbanyak frekuensi penerbangan dari luar negeri ke Indonesia. "Itu sangat penting," ujarnya.

Di samping itu, GIPI memandang Indonesia seharusnya bisa memiliki badan tourism board sendiri di luar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mengkoordinasi dan mempromosikan seluruh event pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Tanah Air. 

Sayangnya, tourism board tersebut sepertinya tak bisa berjalan dengan baik di Indonesia lantaran terkait dengan Undang-undang Keuangan Negara. 

“Karena badan ini kan harus menjadi badan di bawah binaan Kemenparekraf, tapi dia punya otoritas, nah itu kita nggak boleh. Jadi yang namanya hibah dari satu lembaga ke lembaga negara lain. Tapi kalau lembaga kayak gini tidak diperbolehkan,” jelasnya.


Pihaknya sendiri sudah mengusulkan agar dibentuk Badan Layanan Umum, di mana pola pendanaannya dana abadi atau endowment fund seperti LPDP. 

“Saya usulkan dibikin BLU aja, nanti polanya dana abadi atau endowment fund kayak LPDP, dihimpun dana dari pemerintah, badan ini nanti dibiayai oleh bunganya. Itu salah satu solusinya,” ungkapnya. 

Adapun, target baru Presiden Joko Widodo (Jokowi) disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam sambutannya pada peringatan HUT Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) ke 12 di Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2023).

“Pada 2023 ini kita dapat PR baru, ini bocorannya ya karena ini GIPI dan PHRI, kita tadinya targetnya 7,4 juta batas atas wisatawan mancanegara, ditambahkan 1 juta. Kalau tidak salah angkanya nanti akan dirilis 8,5 juta,” ungkap Sandiaga, Selasa (11/4/2023).

Sandi mengakui bidikan baru tersebut tidak mudah dicapai lantaran targetnya terus bertambah, tetapi anggaran Kemenparekraf dipangkas 20 persen dibandingkan anggaran 2022.

Selain itu, jumlah penerbangan internasional masih sangat terbatas sehingga ini menjadi tantangan untuk Kemenparekraf dalam mencapai target 8,5 juta kunjungan wisman ke Tanah Air.

Adapun, saat ini, Sandi sudah mengirim Wakil Menparekraf Angela Tanoesoedibjo dan Deputi Pemasaran ke China untuk menjalin kerja sama penerbangan langsung dari China, Australia, dan India. 


Tiga Negara

Badan Pusat Statistik (BPS) membukukan 2,5 juta kunjungan turis China ke Tanah Air pada 2018. Jumlah tersebut meningkat hampir 500.000 kunjungan menjadi 2,98 juta pada 2019. Angka itu  menempati negara ini sebagai pelancong terbanyak kedua yang berpelesir ke Indonesia.

Raihan tersebut dicapai saat kondisi normal dengan total realisasi pelancong asing ke Indonesia mencapai 16,11 juta kunjungan pada 2019. Naik 1,88 persen dibandingkan dengan kunjungan wisman pada 2018 dengan raihan 15,81 juta kunjungan.

Selain China, kunjungan turis Australia dan India diharapkan dapat meningkat pada tahun ini. Selama periode pemulihan pada 2022, turis dari dua negara tersebut menjadi salah dua kontributor besar bagi pariwisata Tanah Air. 

Australia misalnya, menempati posisi tiga besar negara menyumbang wisatawan ke Indonesia pada Januari 2022 dengan 13,46 persen dari total kunjungan saat itu 121.980. Begitupun India masuk dalam lima besar turis yang berwisata sebesar 4,46 persen.  

Selebihnya pada periode yang sama, wisatawan berasal dari Malaysia 15,26 persen, Singapura 13,05 persen serta tetangga dekat RI, Timor Leste yang menyumbang turis hingga 9,57 persen dari total kunjungan. (Ni Luh Angela)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.