Tahan Suku Bunga, BI Pilih Selamatkan Pertumbuhan Dulu

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 3,5 persen di tengah tren kenaikan bank sentral di negara-negara lainnya karena inflasi dinilai masih terjaga. Pertumbuhan ekonomi yang solid pada paruh pertama memperkuat alasan mempertahankan kebijakan moneter yang longgar.

Nindya Aldila
Jul 21, 2022 - 1:31 PM
A-
A+
Tahan Suku Bunga, BI Pilih Selamatkan Pertumbuhan Dulu

Bisnis, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) lebih memprioritaskan pertumbuhan ekonomi dengan mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) dalam pertemuan pada Rabu (21/7/2022). Sikap yang kontras dengan rekan bank sentral lainnya itu diputuskan meskipun proyeksi inflasi meningkat di atas 4,5 persen.

Sikap BI menunjukkan bahwa Indonesia tidak perlu terburu-buru mengikuti tren kenaikan suku bunga yang dimulai oleh Federal Reserve dan bank sentral di negara maju lainnya hingga merembet ke kawasan Asia.

Keputusan itu di luar ekspektasi para analis yang meyakini keluar dari kebijakan moneter longgar, mengikuti yang dilakukan oleh bank sentral di negara Asean, seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20 - 21 Juli mengatakan bank sentral mempertahankan suku bunga pada tingkat 3,50 persen.

Editor: Nindya Aldila
company-logo

Lanjutkan Membaca

Tahan Suku Bunga, BI Pilih Selamatkan Pertumbuhan Dulu

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ