TAJUK : Membangun Sistem Keuangan Berintegritas

Gonjang-ganjing ekonomi dan politik global mengguncang sistem keuangan dalam negeri.

Redaksi

27 Sep 2022 - 07.32
A-
A+
TAJUK : Membangun Sistem Keuangan Berintegritas

Gonjang-ganjing ekonomi dan politik global mengguncang sistem keuangan dalam negeri. Mulai dari pelarian modal asing yang melepas portofolio di surat utang, pasar modal, hingga nilai tukar. Padahal secara fundamental ekonomi terbilang positif.

Di pasar obligasi negara, kemarin, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun merangsek naik ke level 7,43 persen dari posisi sebelumnya 7,2 persen saat jelang pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia.

Pasar obligasi dan saham pun dibayangi oleh depresiasi nilai tukar yang sempat menembus Rp15.100 per dolar AS.

Sepanjang tahun berjalan 2022, Kementerian Keuangan mencatat pasar obligasi mengalami net outflow. Per 22 September 2022, aliran dana keluar capai Rp148,11 triliun.

Dengan fenomena itu, porsi kepemilikan asing di surat berharga negara terus menyusut.

Di pasar modal, aliran modal asing masih mencatatkan net inflow Rp72,78 triliun. Namun, pada perdagangan kemarin, IHSG sempat terkoyak 1,22 persen pada sesi siang. IHSG mampu memperkecil pelemahan dengan ditutup turun 0,70 persen.

Satu sisi, indikator makro ekonomi Indonesia pada tren positif. Menteri Keuangan Sri Mulyani merilis data bahwa APBN mencatatkan surplus Rp107,4 triliun per Agustus 2022 atau 0,58 persen terhadap PDB.

Surplus APBN telah terjadi selama 8 bulan berturut-turut. Namun, APBN diramal mencatatkan defisit hingga akhir tahun ini. Akan tetapi, angka defisit diproyeksi lebih rendah dari outlook 3,92 persen.

Rapor positif juga terjadi pada kinerja ekspor. Neraca ekspor Indonesia sampai Agustus 2022 tercatat melesat hingga 35% mencapai US$27,9 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan itu tercatat tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Masalah klasik itu masih menjadi momok di republik ini. Fundamental ekonomi bagus, tetapi pasar uang bergejolak ketika ada gonjang-ganjing di luar negeri. Terseret persepsi negatif yang acap kali terjadi di negara berkembang.

Menurut harian ini, kita tidak hanya dapat berpasrah diri menerima keadaan sebagai negara berkembang yang mengalami nasib serupa. Alasannya, negara tetangga semacam Malaysia, Thailand, hingga Singapura nyaris tidak mengalami masalah seperti kita.

Isu krusial yang kerap dibandingkan dengan negara jiran adalah masalah integritas. Kualitas integritas korporasi di Indonesia masih di bawah rata-rata negara tetangga.

Sektor keuangan biasanya terkena dampak secara langsung pelarian modal asing, karena persepsi. Saat krisis, sering kali sistem keuangan nasional terganggu karena ada korporasi bermasalah. Masalah integritas mendera institusi keuangan itu, mulai dari soal tata kelola, moral hazard, dan ketidakpatuhan korporasi dalam menjalankan bisnis sehari-hari. Masalah integritas ini yang membebani sistem keuangan Indonesia. Alasannya, pemodal memandang sistem keuangan nasional rentan terhadap masalah saat krisis.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyadari kondisi ini. Menurut OJK, kompleksitas struktur sistem keuangan Indonesia merupakan persoalan mendasar yang perlu mendapat pembenahan.

Memang, integritas sistem keuangan harus dibangun sebagai fundamental dalam meningkatkan kinerja industri keuangan dalam jangka panjang. Dengan sistem keuangan yang berintegritas akan memunculkan persepsi positif sehingga berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi.

Kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi ini menciptakan efisiensi. Selain efisiensi, akan menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Saat ini, sistem keuangan masih sering direcoki sejumlah masalah dengan terungkapnya transaksi shadow economy.

Aktivitas ekonomi ‘hitam’ ini masih mewabah di masyarakat, seperti judi online hingga pinjaman online ilegal. Harian ini mendukung upaya regulator menciptakan sistem keuangan berintegritas. Bila sistem itu terbangun, menarik investasi asing dan domestik tentu lebih mudah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.