Taktik Semen Indonesia (SMGR) Genjot Penjualan di Solo Raya

Emiten semen BUMN, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) menggenjot penjualan di wilayah Solo Raya seiring masifnya pembangunan sejumlah infrastruktur di wilayah tersebut.

Rinaldi Azka

1 Okt 2023 - 20.25
A-
A+
Taktik Semen Indonesia (SMGR) Genjot Penjualan di Solo Raya

Semen produksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk./Istimewa

Bisnis, JAKARTA - Emiten semen BUMN, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) menggenjot penjualan di wilayah Solo Raya seiring dengan kuatnya tren penjualan untuk dua merek semen buatan emiten yang disebut juga SIG ini.

Corporate Secretary Semen Indonesia Vita Mahreyni menyampaikan Solo Raya merupakan wilayah yang memiliki potensi untuk terus berkembang, khususnya di sektor infrastruktur. 

"Hal ini ditandai dengan banyaknya proyek-proyek baru yang bermunculan, seperti pembangunan perumahan, gedung perkantoran, hingga proyek pemerintah," jelasnya dikutip Minggu (1/10/2023).

Menurut Vita Mahreyni, dua produk SIG yaitu Semen Gresik dan Dynamix merupakan merek semen terfavorit di Solo Raya. Hal ini tidak lepas dari peran pemilik toko bangunan yang berpengaruh terhadap pemilihan produk semen berkualitas oleh tukang bangunan dan para pemilik rumah. Bahkan, dua merek semen SIG ini berhasil meraih penghargaan semen terfavorit pilihan masyarakat Solo Raya dalam ajang Solo Best Brand and Innovation (SBBI) 2023. 

“Dukungan dari para pemilik toko bangunan telah membantu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek Semen Gresik dan Dynamix sehingga penyerapan dua produk ini di Solo Raya terus mengalami peningkatan,” jelasnya. 

Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2023 dan memperkuat jaringan pemasaran, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menyelenggarakan Retailer Gathering untuk wilayah Solo Raya di The Sunan Hotel Solo, Jawa Tengah. SMGR mengajak 350 pemilik toko bangunan yang berasal dari berbagai daerah di Solo Raya, antara lain Solo, Boyolali, Sragen, Karanganyar, Klaten, Surakarta, Wonogiri, dan Sukoharjo. 

Saat ini, SIG memiliki enam merek semen yang kuat dan menjadi pemimpin pasar di masing-masing regionalnya, antara lain Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Andalas, serta Semen Baturaja. 

SMGR menawarkan produk semen kantong multiguna hingga produk semen untuk aplikasi khusus yang lebih ekonomis, serta berbagai tipe semen curah yang sesuai dengan karakteristik dari tiap jenis proyek sehingga lebih tepat guna dan efisien.

Semen Indonesia juga menghadirkan solusi beton yang telah dikembangkan, seperti SpeedCrete untuk perbaikan jalan yang memiliki kekuatan dini dan performa tinggi yang dapat kering dalam hitungan jam. Kemudian ada ThruCrete, produk beton berdaya serap tinggi untuk meminimalkan genangan air. 

SIG juga telah meluncurkan inovasi produk semen hidraulis tipe HE pertama di Indonesia yang telah lulus uji di Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Kementerian Perindustrian.

Baca Juga : Harga BBM Pertamax Terus Menanjak, Pertamina Angkat Bicara 

Tri Haryanto (45 tahun), pemilik toko bangunan Tulung Agung di Klaten ini bercerita sejak awal merintis toko bangunan sejak 1997 bersama orang tua, produk Semen Gresik menjadi pilihan utama untuk dijual ke pasaran. 

“Mulai awal dahulu kita hanya menjual 5 atau 10 zak, semakin kesini semakin berkembang. Keunggulan Semen Gresik ini, kita tidak perlu menawarkan dengan susah payah, konsumen sudah pasti mau, karena memang sudah teruji kualitasnya sejak dahulu,” ungkap Tri Haryanto.

Pernyataan senada disampaikan Irwan Hari (44 tahun), pemilik toko bangunan Luwes di Wonogiri. Dia mengatakan, ketika persaingan pasar semakin sengit, end user harus diberikan pemahaman lebih bagaimana memilih produk terbaik. 

“Memberi pemahaman produk itu wajib, karena kita pelaku retail. Penjelasan produk dan kegunaan, hingga pada titik memberi masukan dan mengatasi keluhan, terutama pada tenaga konstruksi yang memiliki peran penting pada pemilihan produk”, ujar Irwan Hari.

Baca Juga : Guyuran Insentif untuk Memuluskan Gasifikasi Batu Bara Jadi DME 

Menurut laporan Asosiasi Semen Indonesia (ASI) volume penjualan semen domestik kembali tumbuh pada Agustus 2023, sebesar 2,6 persen month-on-month (mom) dan 1,9 persen year-on-year mencapai 6 juta ton. 

Angka penjualan kumulatif sepanjang 8 bulan pertama 2023 tercatat sebesar 39,2 juta ton, turun 3,1 yoy. Pertumbuhan penjualan bulanan pada Agustus menyusul kenaikan serupa pada Juli 2023 sebesar 12,6 persen yoy menjadi 5,8 juta ton. 

Selain itu, pertumbuhan volume penjualan nasional ditopang oleh segmen semen curah, yang mencapai 1,8 juta ton, tumbuh 12,7 persen yoy. Sedangkan penjualan semen kantong relatif flat di angka 4,2 juta ton.

SMGR mencapai penjualan sebesar 3,1 juta ton pada Agustus dengan angka dari Januari sebesar 20,2 juta ton atau naik 6,2 persen yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.