Tantangan Berat Bulog Serap 2,4 Juta Ton Beras, Realistis?

Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk menyerap beras dalam negeri sebesar 2,4 juta ton, naik dua kali lipat dibandingkan dengan target 2022. Meski begitu, Bulog menegaskan bahwa angka tersebut belum mencapai final di pemerintah.

Rayful Mudassir

17 Jan 2023 - 13.24
A-
A+
Tantangan Berat Bulog Serap 2,4 Juta Ton Beras, Realistis?

Beras bulog./istimewa

Bisnis, JAKARTA - Tantangan Perum Bulog diperkirakan kian berat pada tahun ini seiring meningkatnya target serapan beras petani sebesar 2,4 juta ton, naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Negara menugaskan Bulog Negara menyerap beras dari petani di kisaran 1,2 juta ton pada 2022. Cadangan beras pemerintah dengan volume tersebut dinilai mampu menjaga keamanan pangan nasional selama satu tahun. Namun, target tersebut tak kunjung terealisasi. 

Perusahaan umum ini justru menambah pasokan dalam negeri dengan mengimpor beras sebesar 500.000 ton dari Pakistan, Vietnam, Filipina dan Thailand. Sekitar 200.000 ton disebut telah masuk pada akhir tahun. Sisanya diperkirakan masuk ke Indonesia pada awal 2023. 

BACA JUGA: Menghitung Langkah Bulog Percepat Impor Beras Konsumsi

Rendahnya serapan beras sepanjang tahun lalu memantik pemerintah menambah target serapan beras dalam negeri sebesar 2,4 juta ton. Langkah ini untuk mengantisipasi penurunan stok CBP hingga menyebabkan peningkatan harga beras.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi meminta agar Bulog mengoptimalkan serapan beras saat musim panen raya nasional periode Maret-Mei. Ketika masuk Juni, kata dia, stoknya akan menurun lagi.

“Bulog ditugaskan serap bukan 1 juta ton lagi, tapi 2,4 juta ton dalam setahun. Kemudian, untuk stabilisasi [operasi pasar] kita targetkan 1,2 juta ton sehingga di akhir tahun stoknya Bulog sudah 1 juta ton,” katanya di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (13/1/2023).


Arief mengatakan Bulog harus memaksimalkan penyerapan pada musim panen sebesar 70 persen atau sekitar 1,68 juta ton. Sisanya 30 persen atau 720.000 ton dipenuhi pada bulan-bulan selanjutnya saat panen gadu.

Di lain pihak, Dirut Bulog Budi Waseso mengatakan penugasan tersebut mulai berlaku setelah Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengeluarkan surat keputusan. Meski begitu tidak disebut kapan keputusan ini akan diterbitkan. 

“Jadi ini untuk CBP [cadangan beras pemerintah] dan ini juga belum menjadi keputusan yang final,” kata Buwas, panggilan akrabnya, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (16/1/2023).

Meski ada kemungkinan target penyerapan beras ditingkatkan, Buwas memastikan beras yang dikelola Bulog terjamin kualitasnya. Dalam Permentan No 38/2018, cadangan beras pemerintah dapat dilepas apabila telah melampaui masa simpan paling sedikit 4 bulan atau saat mengalami penurunan mutu. 

“Pelepasan CBP dilakukan apabila CBP telah melampaui batas waktu simpan paling sedikit 4 bulan; dan/atau berpotensi atau mengalami penurunan mutu,” demikian bunyi pasal 3 ayat (1), dikutip Senin (16/1/2023).


HARGA POKOK PRODUKSI

Di sisi lain, Bapanas dan Bulog sedang menyesuaikan Harga Pokok Produksi (HPP) dalam upaya penyerapan gabah dan beras. Kedua masih terus mengkaji agar kenaikan HPP tidak berdampak pada lonjakan harga gabah dan beras di pasaran.

“Tapi kita harus berhati-hati, agar jangan kita naikkan, tapi dinaikkan lagi oleh pihak-pihak tertentu,” imbuh Arief Prasetyo.

"Karena standar yang ditetapkan Bulog selalu dilebihkan oleh pedagang. Dilebihi Rp100. Bulog nggak dapet-dapet nih, makanya harus ketemu,” katanya.

Terkait HPP, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa nantinya Bulog akan membeli gabah dan beras dengan harga penyesuaian yang baru, yakni minimal dengan harga Rp4.450 per kg dan beras minimal dengan harga Rp8.200 per kg.

“Dulu kan beli gabah paling tinggi Rp4.450 per kg, beras paling tinggi Rp8.200. Enggak impor juga petani tetap miskin,” ujar Zulkifli saat ditemui di Tangerang, Kamis (12/1/2023).

Meski membeli dengan harga pasaran, Zulhas menegaskan Bulog tetap akan menjual ke pasaran dengan harga paling tinggi Rp8.200, sedangkan pedagang atau pengecer menjual dengan harga Rp9.450 per kg. (Ni Luh Angela)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.