Target Ekspansi “Smelter” PT Smelting Freeport Rampung November

Konstruksi ekspansi smelter konsentrat tembaga PT Smelting ditarget rampung November 2023.

Jaffry Prabu Prakoso

7 Apr 2023 - 13.54
A-
A+
Target Ekspansi “Smelter” PT Smelting Freeport Rampung November

Progres konstruksi smelter konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur, Rabu (29/3/2023). /Bisnis-Denis Riantiza Meilanova

Bisnis, JAKARTA - Pembangunan ekspansi smelter konsentrat tembaga PT Smelting oleh PT Freeport Indonesia ditargetkan dapat rampung pada November 2023.

PT Freeport Indonesi (PTFI) melaporkan bahwa penyelesaian pembangunan ekspansi smelter tersebut telah mencapai 76 persen. Hal itu disampaikan kepada Komisi VII DPR RI yang melakukan peninjauan terhadap kemajuan pembangunan smelter yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur itu pada Rabu (5/4/2023).

Progres ekspansi PT Smelting oleh PTFI tersebut mencakup penambahan refinery cells (sel elektrolit untuk memurnikan konsentrat) serta peningkatan daya listrik menjadi 40,45 megawatt (MW).

Melalui penambahan tersebut, kapasitas pengolahan konsentrat tembaga di PT Smelting akan bertambah dari 1 juta dry metric ton (dmt) menjadi 1,3 juta dmt per tahun. Dengan ekspansi ini, katoda tembaga yang dihasilkan dari proses pengolahan tersebut akan meningkat dari 300.000 ton per tahun menjadi 350.000 ton per tahun.


Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI di area PT Smelting, Gresik, Jawa Timur, pada hari Rabu (5/4)/PT Freeport Indonesia


Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Bambang Haryadi yang meninjau perkembangan ekspansi tersebut menilai pengembangan PT Smelting sebagai salah satu realisasi komitmen PTFI dalam mendorong percepatan program hilirisasi produk tambang di Indonesia.

“Progres ekspansi PT Smelting hingga kini cukup bagus. Sebenarnya kalau tanpa kemarin pandemi [smelter Freeport] saya pikir sudah siap. Kita melihat bahwa progres pembangunan smelter Freeport sudah cukup bagus. Cuma kita tahu semua, pandemi yang menghantam dunia dua tahun terakhir sangat mengganggu,” ungkap Bambang, dikutip dari siaran pers, Kamis (6/4/2023).

Ia juga menambahkan bahwa Komisi VII akan berdiskusi dengan semua pembuat smelter, khususnya Freeport dan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) untuk bagaimana mencari solusi dari kejadian pandemi tersebut.

Baca juga: Sikap Kadin Sebelum Nikel EV RI Terkucil dari Subsidi Hijau AS

PTFI menargetkan ekspansi yang konstruksinya telah dimulai sejak 2022 ini akan rampung pada November 2023. Kemudian, dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas pengolahan sampai akhir Desember 2023 sehingga pada awal 2024, PT Smelting akan mampu beroperasi dengan kapasitas baru.

Dengan nilai investasi sebesar US$250 juta atau setara dengan Rp3,2 triliun, PTFI sekaligus meningkatkan kepemilikan sahamnya terhadap PT Smelting dari 39,5 persen menjadi 65 persen. Sementara itu, PT Mitsubishi Material Corporation akan memegang 35 persen kepemilikan saham PT Smelting.

“Aksi korporasi berupa peningkatan kapasitas pengolahan PT Smelting ini sejalan dengan semangat pemerintah Indonesia untuk terus mengembangkan industri hilir dalam negeri. Dukungan ini, yang juga diikuti dengan terciptanya nilai tambah melalui peningkatan nilai investasi perusahaan serta penyerapan tenaga kerja adalah bagian dari upaya kami untuk terus berkontribusi bagi kemajuan negara di mana pun kami beroperasi,” ujar Presiden Direktur PTFI Tony Wenas pada kesempatan yang sama.

Baca juga: Simpang Jalan Larangan Ekspor Mineral, Penghiliran Terus Dipacu

Selain tengah menyelesaikan ekspansi PT Smelting, PTFI juga tengah menyelesaikan smelter keduanya di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Manyar, Gresik, yang telah rampung 56,5 persen. 

Smelter kedua milik PTFI yang akan rampung pada Desember 2023 ini akan memiliki kapasitas pengolahan hingga 1,7 juta dmt konsentrat tembaga, menghasilkan 550.000 ton katoda tembaga per tahun.


Dengan demikian, melalui pengoperasian dua smelter ini, PTFI akan mampu memurnikan hingga 3 juta dmt konsentrat tembaga per tahun dan memenuhi mandat izin usaha pertambangan khusus (IUPK) terkait pembangunan smelter.

“Pada akhirnya, pengoperasian kedua smelter ini akan memungkinkan PTFI untuk memurnikan seluruh konsentrat tembaga di dalam negeri, sekaligus semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai produsen tembaga berkelas dunia. Indonesia tidak hanya akan semakin dikenal sebagai salah satu negara penghasil tembaga terbesar di dunia, tetapi juga secara kualitatif, sebagai industri tembaga yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” kata Tony. (Denis Riantiza Meilanova)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.