Target Impor KRL Molor setelah Berubah Perjanjian dari Jepang ke China

Pada awalnya impor KRL baru memang ditargetkan tiba pada 2024. Namun, seiring adanya perubahan negara sumber impor dari Jepang ke China telah menambah waktu pengadaan.

Dwi Rachmawati

7 Feb 2024 - 17.48
A-
A+
Target Impor KRL Molor setelah Berubah Perjanjian dari Jepang ke China

Sejumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) berada di stasiun Manggarai, Jakarta. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA –  PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter menjelaskan kapan target KRL impor dari China senilai Rp783 miliar meluncur di Indonesia dan mengangkut penumpang.

Vice President Corporate Secretary Anne Purba mengatakan, untuk mendatangkan KRL impor dari China diperlukan waktu selama 13,5 bulan sejak tanda-tangan kontrak dengan CRRC Sifang Co. Ltd. pada 31 Januari 2024.

"Tidak mungkin [tiba] 2024. Kedatangan pertama itu 13,5 bulan sampai di Indonesia," ujar Anne dalam konferensi pers, Selasa (6/2/2024).

Baca juga: Meratus Terus Ekspansi meski Musim ‘Wait and See’

Dia menjelaskan, pada awalnya impor KRL baru memang ditargetkan tiba pada 2024. Namun, seiring adanya perubahan negara sumber impor dari Jepang ke China telah menambah waktu pengadaan. Bahkan, dia mengatakan sebelumnya ada 3 negara yang dijajaki untuk impor KRL tersebut.

"Dengan adanya beberapa perubahan, memang di awal mengajukan proposal dari Jepang, jadi kami perlu melalukan koordinasi lagi dengan negara lain," jelas Anne.

Lebih lanjut, Anne mengatakan, nantinya saat KRL impor dari China tiba di Indonesia, harus diuji coba terlebih dahulu dengan target lintasan 4.000 kilometer. Selain itu, KRL impor dari China itu juga harus mendapatkan sertifikasi kelayakan dari Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA) Kementerian Perhubungan.



"Tapi targetnya itu kita sekitar 15 bulan dan di bulan ke-16 sudah bisa melayani penumpang," jelas Anne.

Dengan target 16 bulan sejak tanda-tangan kontrak, maka diestimasikan KRL buatan China bakal meluncur melayani penumpang sekitar Mei 2025. "Yang pasti bertahap pengirimannya enggak mungkin sekaligus," ucapnya.

Sebelumnya, berdasarkan catatan Bisnis, Rabu (31/1/2024), Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto menyampaikan, pihaknya membeli tiga rangkaian KRL baru dengan tipe KCI-SFC120-V. Adapun, nilai investasi untuk pengadaan ketiga rangkaian ini adalah sebesar Rp783 miliar.

Baca juga: KCI Impor KRL China Rp783 Miliar, Kapan Mulai Angkut Penumpang?

Asdo melanjutkan, dalam pemenuhan pengadaan sarana KRL, KAI Commuter sudah melakukan beberapa penandatanganan kerja sama dengan pihak lain. Pertama, pengadaan 16 rangkaian sarana KRL baru oleh PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka dengan total investasi hampir sebesar Rp3,83 triliun.

Kedua, pengadaan 19 rangkaian KRL retrofit oleh PT Inka degan total investasi lebih dari Rp2,23 triliun.

Adapun, seluruh pembiayaannya berasal dari pinjaman yang ditarik KAI Commuter, shareholder loan dari induk usaha, PT Kereta Api Indonesia (Persero), serta bantuan dari pemerintah melalui penyertaan modal negara (PMN).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.