Tarif Pengapalan Internasional Turun, tapi Masih Kemahalan

Kelangkaan kontainer relatif teratasi, tetapi keterbatasan ruang muat kapal masih terjadi. Akibatnya, tarif pengapalan internasional masih bertengger tinggi.

Sri Mas Sari
Feb 22, 2022 - 1:44 PM
A-
A+
Tarif Pengapalan Internasional Turun, tapi Masih Kemahalan

Kapal Evergreen Marine Corporation/Bloomberg

Bisnis, JAKARTA – Eksportir dan importir terus diimpit oleh tarif pengapalan barang yang mahal. Biaya pengiriman kontainer turun, tetapi masih mencekik leher.

Eksportir mengatakan masalah kelangkaan peti kemas kosong (empty container) sebagian telah tertangani, tetapi persoalan kekurangan ruang muat kapal tak kunjung teratasi. Akibatnya, tarif pengapalan alias biaya tambang (ocean freight rate) masih bertengger tinggi.

Sekjen Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI) Toto Dirgantoro mengatakan tarif yang mahal terjadi pada semua rute internasional, terutama tujuan ke Eropa dan Amerika. Menurutnya, biaya yang tinggi ini membuat beberapa eksportir barang kerajinan tangan di Bali tumbang.

“[Kenaikan tarif pengapalan] berat untuk produk padat karya atau UMKM,” katanya, Senin (21/2/2022).

Editor: Sri Mas Sari
company-logo

Lanjutkan Membaca

Tarif Pengapalan Internasional Turun, tapi Masih Kemahalan

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ