Tekfin Pemberi Pinjaman Berebut Pasar UMKM

Pelaku usaha tekfin pemberi pinjaman berebut pasar UMKM. Simak penjelasannya.

Aziz Rahardyan

18 Nov 2021 - 12.25
A-
A+
 Tekfin Pemberi Pinjaman Berebut Pasar UMKM

Pelaku usaha tekfin pemberi pinjaman berebut pasar UMKM. (BRI)

Bisnis, JAKARTA— Pelaku usaha teknologi finansial (tekfin) pemberi pinjaman berebut pasar segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Wakil Pendiri dan Direktur Utama PT Investree Radhika Jaya (Investree) Adrian Gunadi mengatakan upaya 'blusukan' merupakan keniscayaan, karena hal ini juga berkaitan erat dengan tingkat kepercayaan pendana (lender), kepastian profil risiko peminjam dana atau borrower, dan efisiensi operasional.

"Bekerja sama dengan ekosistem rekanan turut membuka pintu bagi UMKM baru, yang ada di bawah naungan ekosistem itu agar bisa memanfaatkan layanan dari P2P lending," jelasnya kepada Bisnis, Kamis (18/11/2021).

Adrian mencontohkan, permintaan pinjaman mandiri ke platform Investree begitu beragam, sehingga tak jarang borrower memiliki ketidaksesuaian dengan produk yang tersedia atau masih belum memenuhi syarat pengajuan pinjaman. Sebagai platform financial technology peer-to-peer lending (P2P) lending yang menyasar segmen UMKM, perusahaan harus memberikan penjelasan terkait produk yang dibutuhkan.

Oleh sebab itu, pengajuan pinjaman mandiri tersebut harus ditindaklanjuti untuk memitigasi risiko, validasi, serta memberikan solusi produk yang sesuai kebutuhan.

Sebaliknya, apabila mengambil borrower dari ekosistem, mereka biasanya sudah tahu produk yang sesuai kebutuhan, ditawarkan tepat guna, sesuai dengan ekosistem yang menaungi.

"Karena mitigasi risiko kan sudah dilakukan melalui ekosistem yang menaungi UMKM tersebut." tuturnya.

Oleh sebab itu, tak heran banyak platform mulai menggandeng ekosistem, seperti perusahaan logistik untuk menggaet para shipper di dalamnya, penyedia solusi layanan perangkat lunak (SaaS) untuk menggaet klien yang berasal dari UMKM hingga kerja sama dengan komunitas.

Buat Investree sendiri, beberapa ekosistem yang telah dijamah, antara lain, platform pengadaan Mbiz dan Garuda Financial, SIPLah, dan Pengadaan.com, ekosistem pengusaha perempuan ultramikro Gramindo, ekosistem platform akuakultur eFishery, serta klien dari platform freight forwarder digital Andalin untuk mengakomodasi pinjaman talangan biaya ekspor-impor.

Sedikit berbeda, Wakil Pendiri dan Direktur Utama PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) Reynold Wijaya menekankan bahwa kolaborasi dengan ekosistem merupakan upaya pihaknya memberikan kemudahan yang nyata bagi para peminjam dana.

Pasalnya, saat ini semua platform digital akan terus berlomba-lomba menerapkan teknologi pemrograman aplikasi terbuka antarmuka (Open Application Programming Interfaces/Open API) yang memungkinkan fitur kolaboratif dari platform lain, termasuk layanan keuangan dari Modalku.

"UMKM yang sudah tergabung di ekosistem platform digital, tentunya memiliki kemudahan untuk mengajukan pinjaman langsung melalui platform tersebut, tanpa harus berpindah aplikasi lagi. Spesifikasi produk yang ditawarkan di setiap platform rekanan menyesuaikan dengan kebutuhan UMKM di dalamnya," jelasnya kepada Bisnis.

Reynold mengungkap porsi UMKM yang mengajukan langsung ke platform Modalku maupun melalui mitra ekosistem digital jumlahnya cukup seimbang. Para borrower bisa memilih beberapa produk Modalku sesuai kebutuhan UMKM.

Sebagai contoh, upaya blusukan terbaru Modalku, yaitu menggandeng platform pembukuan arus kas dan penyedia digitalisasi usaha BukuWarung, yang di dalamnya berisi potensi menjaring 6,5 juta UMKM dalam ekosistem.

Adapun, Direktur Pemasaran PT Lunaria Annua Teknologi (KoinWorks) Jonathan Bryan sepakat bahwa ekosistem digital bakal membawa calon peminjam dana mendapatkan kemudahan, serta potensi pengenaan bunga dan biaya layanan yang lebih murah karena sudah memiliki rekam jejak.

"Integrasi bisa dilakukan dari partner ke KoinWorks, bisa juga dilakukan dari KoinWorks ke partner sehingga semua peminjam selaku pengguna KoinWorks bisa secara berkelanjutan menggunakan berbagai fitur KoinWorks untuk membantu scale up bisnisnya," katanya.

Sebagai gambaran, KoinWorks dipercaya untuk mengakomodasi kebutuhan pinjaman produktif untuk UMKM klien perusahaan penyedia solusi digital dan gerbang pembayaran PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk. (CASH) dan menjajaki penyediaan akses permodalan untuk para pengguna platform point of sale (POS) dan pencatatan transaksi Qasir besutan PT Solusi Teknologi Niaga.

Editor: Duwi Setiya Ariyant*

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.