Temuan BPK soal Modus ‘Fraud’ Indofarma

Permasalahan tersebut mengakibatkan indikasi kerugian sebesar Rp278,42 miliar dan potensi kerugian sebesar Rp18,26 miliar atas beban pajak dari penjualan fiktif FMCG.

Dionisio Damara

5 Jun 2024 - 15.20
A-
A+
Temuan BPK soal Modus ‘Fraud’ Indofarma

Seorang petugas di Apotik Kimia Farma sedang melihat persediaan barang yang dijual di etalase. /KAEF

Bisnis, JAKARTA — Pemeriksaan yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada PT Indofarma Tbk. (INAF) dan anak usaha PT Indofarma Global Medika ditemukan adanya aktivitas berindikasi fraud. Hal itu terungkap dari Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2023.

Dalam laporan tersebut, aktivitas itu meliputi transaksi jual beli fiktif pada unit bisnis fast moving consumer goods (FMCG) serta penempatan dana deposito atas nama pribadi di Koperasi Simpan Pinjam Nusantara.

BPK juga menemukan INAF melakukan pinjaman online atau pinjol, menggunakan dana restitusi pajak untuk kepentingan di luar perusahaan, hingga menggadaikan deposito kepada PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR) untuk kepentingan pihak lain.

Baca juga: Dividen BFI Finance (BFIN) Turun Berbarengan dengan Laba yang Susut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.