Tenaga Baru Industri Batu Bara, Pemantik Denyut Nadi Ekspor

Permintaan terhadap ekspor batu bara Indonesia pun diyakini masih cukup tinggi, terutama dari China, India, Korea Selatan, Jepang, Filipina, Malaysia, Thailand, Taiwan hingga Vietnam, meski pemerintah sempat menghentikan ekspor komoditas tersebut.

Rayful Mudassir & Ibeth Nurbaiti

1 Feb 2022 - 11.00
A-
A+
Tenaga Baru Industri Batu Bara, Pemantik Denyut Nadi Ekspor

Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan target produksi batu bara 2022 mencapai 663 juta ton yang diperuntukkan untuk konsumsi domestik/domestik market obligation (DMO) sebesar 165,7 juta ton sedangkan sisanya 497,2 juta ton akan mengisi pasar ekspor. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Bisnis, JAKARTA — Dibukanya kembali keran ekspor batu bara per 1 Februari 2022, menjadi tenaga baru bagi industri batu bara di Tanah Air. Setidaknya, perusahaan eksportir batu bara sudah lebih leluasa mengirimkan emas hitam itu ke sejumlah importir, setelah sempat tertunda sepanjang bulan lalu.

Hal itu sejalan dengan diterbitkannya surat bernomor T 444/MB.05/DJB.B/2022 tentang Pencabutan Pelarangan Penjualan Batubara ke Luar Negeri oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ridwan Djamaluddin.

Permintaan terhadap ekspor batu bara Indonesia pun diyakini masih cukup tinggi, terutama dari China, India, Korea Selatan, Jepang, Filipina, Malaysia, Thailand, Taiwan hingga Vietnam, meski pemerintah sempat menghentikan ekspor komoditas tersebut. 

Menurut pernyataan Kementerian ESDM, delapan negara bahkan mengalami ketergantungan pada komoditas batu bara Indonesia. Saat ekspor dilarang, negara-negara itu meminta agar kebijakan tersebut segera dicabut.

Editor: Ibeth Nurbaiti
company-logo

Lanjutkan Membaca

Tenaga Baru Industri Batu Bara, Pemantik Denyut Nadi Ekspor

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ
Kembali ke Atas
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.