Free

Tender Distrik Danau Jurong Dibuka, Singapura Bakal Makin Elok

Singapore Tourim Board (STB) mulai membuka tender untuk pengembangan proyek properti pariwisata Distrik Danau Jurong. Proyek itu terdiri atas akomodasi berkualitas tinggi serta campuran atraksi, ritel, kuliner, dan hiburan, semuanya dengan penekanan pada teknologi dan edutainment.

M. Syahran W. Lubis

15 Mar 2022 - 22.13
A-
A+
Tender Distrik Danau Jurong Dibuka,  Singapura Bakal Makin Elok

Taman Danau Jurong di Singapura./Visit Singapore

Bisnis, JAKARTA – Singapura terus mempercantik diri dengan pengayaan objek wisata. Badan Pariwisata Singapura (Singapore Tourim Board/STB) pada Selasa (15/03/2022) membuka tnder bagi developer swasta untuk mengembangkan dan mengoperasikan pengembangan pariwisata terpadu di Distrik Danau Jurong.

Hal ini terjadi hampir 3 tahun setelah pelaksanaan pernyataan minat (expression of interest/EOI) pertama kali diumumkan untuk pengembangan area seluas 6,8 hektare di sisi Danau Jurong, yang diharapkan menjadi pusat gaya hidup dan pariwisata utama di distrik bisnis terbesar Singapura di luar kawasan pusat bisnis negeri kota tersebut.

STB menyebutkan mereka mengharapkan gaya hidup dan pusat pariwisata yang dihasilkan di Distrik Danau Jurong terdiri atas akomodasi berkualitas tinggi serta campuran atraksi, ritel, kuliner, dan hiburan, semuanya dengan penekanan pada teknologi, edutainment, dan keberlanjutan atau menerapkan properti hijau.

Objek wisata baru itu akan melengkapi atraksi terdekat yang sudah ada seperti Jurong Lake Gardens dan Science Centre yang juga terhitung masih baru.

Gambar impresi proyek properti pariwisata Distrik Danau Jurong./STB

STB mengatakan pembangunan objek wisata itu juga akan terintegrasi dengan baik dengan seluruh Distrik Danau Jurong melalui jaringan jalan yang ramah bagi pejalan kaki dan ruang publik yang dirancang dengan baik.

Kepala Eksekutif STB Keith Tan percaya Singapura tetap menjadi "tujuan yang sangat menarik" bagi pelancong bisnis dan rekreasi meskipun pandemi Covid-19 belum sepenuhnya pergi.

“Sambil menyegarkan dan meremajakan objek pariwisata yang ada, kita juga harus menciptakan peluang untuk investasi pada produk pariwisata baru. Pembukaan kesempatan mengajukan proposal ini menandakan niat kami untuk terus maju dengan rencana jangka menengah kami, sehingga kami dapat membangun lebih baik untuk masa depan, " ujarnya dalam keterangan pers.

Tender akan dibuka selama 7 bulan dan batas akhir pemasukan proposal adalah 18 Oktober 2022, demikian ditulis The Business Times.

Seluruh area akan disewakan kepada pengembang yang berlangsung selama 60 tahun setelah tender diberikan.

Di bawah pendekatan modifikasi konsep dan pendapatan tender, investor diminta mengajukan proposal konsep dan harga tender mereka secara terpisah.

Perusahaan yang menunjukkan minat mereka selama latihan EOI untuk pengembangan lokasi itu pada 2019 juga diundang untuk berpartisipasi dalam tender proyek Distrik Danau Jurong ini.

Selama ini Jurong lebih dikenal sebagai lokasi kawasan industri terbesar di Singapura.

Kawasan Industri Jurong, Singapura./Flickr

Sumbang Saran

The Business Times sebelumnya juga menginformasikan bahwa pengembang properti, investor, dan kalangan pebisnis telah menawarkan beberapa saran untuk Distrik Danau Jurong, yang akan menyediakan lebih dari 100.000 pekerjaan baru dan 20.000 rumah baru ketika sepenuhnya dikembangkan.

Ide-ide itu termasuk pemerintah menjual situs yang lebih besar "dengan skema opsi yang menarik" sehingga memberikan pengembang fleksibilitas untuk bereksperimen dengan konsep pembangunan baru yang sulit diwujudkan di pusat kota Singapura, kata Yvonne Lim, direktur grup, perencanaan fisik di Urban Redevelopment Authority (URA), lembaga Pemerintah Singapura.

Untuk membuat area tersebut lebih menarik, acara-acara khusus juga dapat diadakan di sana sementara pengembangan landmark dan atraksi dapat digelar, demikian rekomendasi para pemangku kepentingan industri.

Saran lain adalah untuk "mengaktifkan ranah publik melalui placemaking dan menyediakan temnpat kuliner, ritel, dan pilihan gaya hidup yang berbeda dari pusat kota", kata Lim.

Placemaking adalah proses mengelola ruang publik secara proaktif untuk membina hubungan yang lebih kuat di antara masyarakat. Ini juga memerlukan pemilik bisnis dan komunitas lokal yang bekerja sama untuk mengaktifkan dan mempromosikan kawasan mereka, kata URA di laman resminya.


URA, lanjutnya, telah mencari pandangan dari pengembang, investor, dan bisnis tentang rencananya untuk Distrik Danau Jurong.

Apa yang disukai para pemangku kepentingan ini tentang daerah tersebut adalah peningkatan konektivitas kereta; pengaturan tepi danau, tanaman hijau subur dan lingkungan car-lite; campuran penggunaan kantor, perumahan dan ritel atau hotel; dan infrastruktur distrik yang berkelanjutan dan bangunan hijau, kata Lim.

URA pun telah menunjuk konsultan properti JLL untuk mempromosikan proyek Distrik Danau Jurong kepada pengembang, investor, dan pengguna akhir dan berkonsultasi dengan pemangku kepentingan utama, termasuk calon penghuni dan perusahaan, dalam jangka menengah.

Menurut URA, ada kebutuhan untuk meningkatkan persepsi distrik serba guna dengan menghadirkan visi dan narasi yang menarik untuk lebih memosisikannya sebagai lokasi bisnis yang menarik.

Kehadiran proyek baru di Singapura bakal semakin menjadikan negeri jiran itu sebagai pusat perkembangan bisnis properti di Asia Tenggara bersama Vietnam, “macan baru” di kawasan ini.

Singapura selama ini dikenal pula sebagai tujuan utama pelancong asal Indonesia. Bukan hanya itu, bukan rahasia lagi bahwa warga negara Indonesia merupakan satu segmen penting bagi bisnis properti negara kota tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: M. Syahran W. Lubis

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.