Terobosan agar Milenial Punya Hunian dari Lahan Menganggur KAI

Menteri BUMN Erick Thohir mencanangkan pemanfaatan lahan kosong tak terpakai milik PT KAI untuk dibangun apartemen.

Jaffry Prabu Prakoso

3 Jan 2023 - 19.28
A-
A+
Terobosan agar Milenial Punya Hunian dari Lahan Menganggur KAI

Maket transit oriented development (TOD) Pondok Cina Perumnas. /Bisnis

JAKARTA – Kementerian BUMN mencanangkan pemanfaatan lahan kosong tak terpakai milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk pembangunan hunian vertikal. Aset tersebut bisa digunakan baik itu apartemen maupun rumah susun (rusun) untuk generasi milenial.  

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa masih banyak milenial yang kesulitan untuk memiliki rumah layak huni dan terjangkau. Pasalnya, harga rumah dan tanah saat ini cukup tinggi. 

"Karena itu, kita coba buat terobosan. Tanahnya PT KAI yang menganggur itu kita petakan dan kita bangun apartemen. Ada yang harganya subsidi dan ada yang nonsubsidi," katanya melalui keterangan pers, Selasa (3/1/2023). 


Kendaraan bermotor melintas di depan gedung apartemen di Jakarta, Jumat (29/5/2020). Bisnis/Dedi Gunawan


Rencana tersebut sebelumnya telah dilakukan pada 2017 lalu ketika PT KAI (Persero) bersama Perum Perumnas membangun rusun berkonsep transit oriented development (TOD) senilai Rp705 miliar di Tanjung Barat, Jakarta Selatan. 

Erick mengatakan bahwa saat ini telah ada 14.000 unit—16.000 unit yang telah dibangun oleh jajarannya. Di tahun ini, proyek pembangunan hunian TOD akan dikolaborasikan antara PT Bank Tabungan Negara (BTN) dan Perumnas. 

"Ini sudah ada 14.000 unit—16.000 unit, bahkan kita meluncurkan rent to own [skema kepemilikan rumah] kalo bagus track record-nya. Dan ini sekarang nyambung dengan perbaikan bisnis model Perumnas tahun ini. Tanahnya dari PT KAI dan dibangun dengan BTN, silakan," ujar Erick.

Baca juga: Pengembang Easton Urban Tawarkan Rumah Desain Ramah Lingkungan

Sebagai informasi, RTO merupakan salah satu produk kredit pemilikan rumah (KPR) yang dicetuskan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), di mana pengguna KPR RTO dapat menyewa hunian dalam jangka waktu 3 tahun sebelum membeli dengan KPR. 

KPR RTO ini juga merupakan strategi Bank BTN mendekati generasi milenial atau generasi Z. Sebab, di kondisi saat ini pihaknya melihat generasi tersebut lebih memilih untuk menyewa atau kontrak rumah karena belum siap uang muka atau down payment (DP).

Lebih lanjut, Erick mengatakan bahwa hunian TOD akan difasilitasi layanan publik dengan konsep sharing atau berbagai dengan penghuni lainnya. Untuk hunian subsidi dan nonsubsidi tentu akan memiliki perbedaan dari segi penggunaan material. Namun, dia menekankan bahwa kualitas bangunannya akan serupa dengan hunian nonsubsidi.

Baca juga: Menakar Prospek Rumah Seken di Kawasan Elit Jakarta

"Kalau yang subsidi pakai industrial room [misalnya] tapi keren, kan pilihan. Tetapi ya kualitasnya sama," ungkapnya.

Incar 5,8 Juta Milenial

BTN memiliki misi untuk mendorong kepemilikan rumah bagi 5,8 juta milenial pada 2023. Hal ini lantaran generasi milenial merupakan populasi masyarakat Indonesia yang mendominasi sekaligus menjadi captive market pengembangan properti tanah air.


Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo melihat segmen tersebut menjadi salah satu potensi bisnis perumahan yang sangat menjanjikan di Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terjadi saat ini.

“Saat ini yang diperkirakan sebanyak 47 persen [milenial] belum memiliki rumah merupakan potensi yang sangat besar dan menjadi salah satu captive market pengembangan properti di Indonesia," kata Haru dikutip dalam keterangannya, Kamis (8/12/2022). (Afiffah Rahmah Nurdifa)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.