Thailand Jajaki Peluang Kerja Sama Bisnis Dengan Indonesia

Thailand dan Indonesia mengeksplorasi peluang kerja sama, menjajaki potensi pasar, dan merancang strategi guna memanfaatkan kekuatan masing-masing demi pertumbuhan dan keberhasilan bersama.

Yanita Petriella

6 Apr 2024 - 17.01
A-
A+
Thailand Jajaki Peluang Kerja Sama Bisnis Dengan Indonesia

Ilustrasi perdagangan. /istimewa

Bisnis, JAKARTA – Jumlah populasi penduduk Indonesia yang besar rupanya menarik minat negara Thailand. Thai Trade Center (TTC), yang berada di bawah naungan Department of International Trade Promotion (DITP) akan menggelar Thailand Industrial Business Matching di Jakarta. 

Kegiatan ini bertujuan mempertemukan para pengusaha asal Negeri Gajah Putih itu dengan Indonesia guna menjajaki potensi dan peluang bisnis yang ada.

TTC tersebut bekerja sama Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Indonesia, Gabungan Perusahaan Industri Elektronik dan Alat-alat Listrik Rumah Tangga Indonesia (GABEL), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan organisasi pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian.

Direktur Thai Trade Center Jakarta Hataichanok Sivara mengatakan lanskap industri Thailand menawarkan banyak peluang untuk ekspansi dan kerja sama. Seiring basis manufaktur yang mapan, Thailand berusaha menjajaki sinergi dengan rekan bisnis di Indonesia untuk meningkatkan penetrasi pasar dan memanfaatkan peluang bisnis. 

“Thailand Industrial Business Matching juga berfungsi sebagai platform untuk memperkuat aliansi strategis, memfasilitasi dialog antara pemimpin industri, dan menjajaki kerja sama yang lebih mendalam tentang dinamika pasar,” ujarnya dikutip dari laman Kementerian Perdagangan, Sabtu (6/4/2024). 

Melalui pertemuan bisnis ini, Thailand dan Indonesia mengeksplorasi peluang kerja sama, menjajaki potensi pasar, dan merancang strategi guna memanfaatkan kekuatan masing-masing demi pertumbuhan dan keberhasilan bersama. 

Sebagai informasi, Thailand memiliki sektor manufaktur mapan yang telah aktif sejak 1980-an, khususnya di industri elektronik, peralatan rumah tangga, termasuk AC dan refrigeration machine, dan otomotif. Seiring hadirnya perusahaan multinasional asing, Thailand patut diperhitungkan di kawasan Asia.

Baca Juga: Menyambut Kembali Era Defisit Neraca Perdagangan


Sektor konstruksi memainkan peranan penting dalam perekonomian Thailand karena menjadi basis pertumbuhan sektor-sektor lainnya. Berdasarkan catatan, volume pasar konstruksi Thailand diperkirakan mencapai US$ 26,68 miliar pada 2024, dan diprediksi mencapai US$ 34,05 miliar pada 2029. Angka ini tumbuh dengan compounded annual growth rate (CAGR) lebih dari 5% selama periode perkiraan 2024 hingga 2029. 

“Pertumbuhan industri konstruksi sebagian dipengaruhi oleh permintaan unit hunian. Selain itu, terdapat lebih banyak pembangunan pusat perbelanjaan dan restoran di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Meningkatnya permintaan akan unit tempat tinggal juga menyebabkan peningkatan pasokan kondominium, terutama di Bangkok dan sekitarnya,” katanya.

Saat ini, pemerintah Thailand bertujuan untuk membentuk beberapa wilayah menjadi zona ekonomi khusus yang berfokus pada pertumbuhan industri. Kebijakan ini berpotensi menjadi  pendorong pertumbuhan konstruksi yang lebih besar di Thailand. 

“Yang jelas, saat ini Thailand terus mempertahankan reputasinya sebagai kekuatan industri,  kerja sama dengan perusahaan Indonesia, membuka peluang baru untuk inovasi, ekspansi pasar, dan pertumbuhan berkelanjutan,” ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.