Thailand Sambut Turis yang Divaksin Lebih dari 60 Negara

Thailand mulai melonggarkan pembatasan akibat Covid-19. Mulai Senin (1/11/2021) para pelancong dari lebih 60 negara dipersilakan untuk datang, dengan syarat mereka telah divaksin.

M. Syahran W. Lubis

1 Nov 2021 - 14.06
A-
A+
Thailand Sambut Turis yang Divaksin Lebih dari 60 Negara

Salah satu sisi Kota Bangkok, Thailand./Antara-Reuters

Bisnis, JAKARTA – Puluhan ribu pelancong diperkirakan tiba di Thailand pada Senin (1/11/2021) ketika negara itu dibuka kembali untuk turis setelah 18 bulan pembatasan akibat Covid-19.

Turis yang divaksinasi dari lebih dari 60 negara "berisiko rendah" diizinkan memasuki negara itu dan tak harus menjalani karantina hotel.

Jumlah wisatawan diperkirakan melonjak hingga 15 juta tahun depan, menghasilkan lebih dari US$30 miliar. Namun, sebagian besar negara masih menghadapi pembatasan, dengan hanya sekitar 42% dari populasi yang divaksinasi lengkap.

Thailand masih mencatat hampir 10.000 infeksi Covid setiap hari. "Ini seperti melihat cahaya yang sangat redup di ujung terowongan, kami tidak bisa bekerja selama 2 tahun," kata pemandu wisata Chaiyagorn Boonyapak kepada BBC.

Meski mulai ada titik cerah, dia dan rekan-rekan pemandu wisatanya belum dihubungi oleh pelanggan ataupun perusahaan tur dan itu bisa memakan waktu sebulan sampai tur kembali aktif dan berjalan lagi.

"Kami tidak tahu apakah pemerintah benar-benar dapat membuka negara dengan lancar, tetapi saya harap mereka melakukannya. Kami sangat ingin kembali bekerja lagi," kata Chaiyagorn.

Para pelancong mengunjungi Thailand./Reuters

Pandemi virus corona memukul ekonomi Thailand, yang sebelumnya menarik 40 juta wisatawan per tahun. Tahun lalu kedatangan wisatawan turun lebih dari 80%.

Bandara yang melayani Bangkok dan Phuket termasuk di antara yang dibuka untuk pelancong dari sejumlah negara termasuk Inggris, China, Jepang, AS, dan sebagian besar Eropa.

Pemerintah Thailand memprediksi pendapatan akan kembali ke tingkat prapandemi pada 2023, meski banyak pakar industri mengatakan penutupan perbatasan China yang sedang berlangsung akan menghambat pemulihan sektor tersebut.

Sebelum pandemi, pelancong asal China merupakan turis terbesar, dengan sekitar 12 juta pengunjung pada 2019.

KHAWATIR MELONJAK LAGI

Wiwan Siriwasaeree memiliki Tales Khaosan, hostel kecil di jantung jalan wisata terkenal di Bangkok, Khaosan Road. Dia tidak optimistis tentang prospek pariwisata pulih ke tingkat pra-pandemi:

"Saya berpikir apa yang akan saya lakukan jika situasi di Khoasan tidak kembali seperti dulu, saya cukup takut tentang itu. Kami khawatir setelah kami bolehkan turis masuk, kasus baru Covid-19 melonjak lagi. Lalu, apakah kami akan lockdown lagi? Saya tidak begitu yakin dengan situasinya," paparnya.

Peeti Kulsirorat, pemilik restoran, juga khawatir pengunjung memicu lonjakan kasus: "Kemudian industri pariwisata akan disalahkan sebagai penjahat lagi. Ini menjadi kambing hitam seperti aturan minum alkohol."

Dia mengatakan pembatasan yang sedang berlangsung—termasuk ketidakmampuan untuk menjual alkohol di sebagian besar negara—akan berdampak negatif pada liburan pelancong.

"Pengalaman pariwisata yang lengkap harus datang dalam paket suasana dan kenyamanan. Kalau mereka datang ke sini dan banyak hal dilarang dan ditutup, apa gunanya ke sini? Pada akhirnya [bisnis pariwisata kembali] akan melambat dan orang mulai bosan dengan berbagai pembatasan."

Sementara itu, di pulau wisata populer Phuket, pandemi membuat perekonomian terhenti. Dit, yang keluarganya memiliki tempat berjemur dan bar jus di pantai Pulau Kamala mengatakan mereka menghasilkan sekitar US$150 per hari pada 2019. "Kami harus menggunakan tabungan kami, menanam sayuran, dan menangkap ikan untuk bertahan hidup."

Sekarang, setelah berbulan-bulan tutup, bar jus dibuka kembali dan menghasilkan sekitar US$30 setiap hari. Namun, dia tak menyiratkan langsung optimisme. "Bagaimanapun, kami tetap tidak berharap semua kursi langsung terisi."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Syahran Lubis

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.