Tiba di Sao Paulo, Sri Mulyani Siap Hadiri G20

Sri Mulyani telah tiba di São Paulo, Brasil, Rabu (28/2/2024), dilihat unggahan video terbarunya di akun instagram miliknya, yakni @smindrawati. Sri Mulyani menyebutkan Brasil pertama kalinya menjadi presidensi G20, pertemuan diselenggarakan di di São Paulo, Brasil.

Tim Redaksi

29 Feb 2024 - 20.40
A-
A+
Tiba di Sao Paulo, Sri Mulyani Siap Hadiri G20

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan Treasurer of Australia Jim Chalmers sebelum agenda Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di São Paulo, Brasil, Kamis (29/2/2024)./Instagram-@smindrawati

Bisnis, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati akan menghadiri pertemuan The G20 Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) atau Pertemuan Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20, membahas perkembangan dan keuangan global serta risiko yang membuntuti.

Sri Mulyani telah tiba di São Paulo, Brasil, Rabu (28/2/2024), dilihat unggahan video terbarunya di akun instagram miliknya, yakni @smindrawati. Sri Mulyani menyebutkan Brasil pertama kalinya menjadi presidensi G20, pertemuan diselenggarakan di di São Paulo, Brasil.

“Ini adalah tempat dimana pertemuan G20 Menteri-Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral akan dilakukan yang pertama kali di Brasil sebagai presidensi G20,” ujar Menkeu Sri Mulyani di akun instagramnya @smindrawati, Rabu (28/2/2024).

Sri Mulyani juga mengatakan akan terus melaporkan terkait pembahasan dari pertemuan tersebut.

“Selama dua hari nanti akan saya laporkan kepada Anda, apa-apa yang akan dibahas di G20, tentu mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan global yang tetap terus sangat dinamis dan masih banyak sekali downside risk atau resiko yang membayangi,”

Sri Mulyani juga menyebutkan pertemuan G20 akan dilangsungkan mulai besok pagi, Kamis (29/2/2024).

Baca Juga : Dua Konglomerasi Filipina Atur Rencana Merger Bisnis Jalan Tol 

“Akan dilangsungkan mulai esok pagi,” ujar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga mengajak untuk terus mengikutinya supaya dapat mengetahui update hasil pertemuan tersebut.

“Besok saya akan mulai laporkan kepada Anda, jadi jangan lupa untuk mengikuti saya dari São Paulo, Brasil,” ujar Sri Mulyani.

Dikutip dari Bisnis sebelumnya, Kamis (28/2/2024), Sri Mulyani menjelaskan bahwa perekonomian sejumlah negara maju sudah masuk zona resesi, salah satunya Jepang, penyebab lainnya perang yang terjadi di Ukraina.

Selain itu, inflasi tinggi terjadi di berbagai negara sebab suku bunga acuan mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

“Negara-negara maju seperti yang tadi disebutkan yang mengalami resesi ya memang mereka sudah cukup lemah, entah karena perang di Ukraina yang mempengaruhi, terutama Eropa, tapi juga Jepang dan Eropa secara general juga akan terpengaruh oleh kebijakan ekonomi terutama suku bunga naik,” kata Sri Mulyani,” ujar Sri Mulyani usai Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2024 di Jakarta, Selasa (20/2/2024).

Sementara itu, Sri Mulyani mengatakan persoalan ekonomi global menjadi tantangan bagi semua negara, dirinya akan menghadiri G20 di Brasil pada minggu depan dan membahas persoalan tersebut.

“Dan ini menjadi tantangan untuk lingkungan global kita semuanya. Jadi nanti kita lihat minggu depan saya menghadiri G20 Brasil pasti nanti ada update mengenai kondisi perekonomian global,” lanjut ujarnya.

Baca Juga : Indonesia Masuk Daftar Hitam Ekspor Impor Paman Sam 

Kabar Baik AS

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengungkapkan penguatan ekonomi di negaranya akan menjadi pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi global. 

Yellen mengungkapkan Dana Moneter Internasional (IMF) dan lembaga lainnya memperkirakan akan terjadi perlambatan ekonomi global skala yang luas pada 2023, namun perkiraan tersebut tidak terjadi.

Sebaliknya, inflasi mengalami penurunan serta pertumbuhan ekonomi mencapai 3,1% dan harga diprediksi akan terus menurun di sekitar 80% negara pada 2024.

“Ke depan, kami tetap menyadari risiko yang dihadapi prospek global dan terus memantau secara cermat tantangan perekonomian di negara-negara tertentu, namun perekonomian global tetap tangguh,” ujar Janet Yellen saat konferensi pers menjelang pertemuan dengan menteri keuangan dan bank sentral G20 pada pekan ini di Sao Paulo, Brasil, Selasa (27/2/2024).

Menurutnya, kebijakan pemerintahan Presiden AS Joe Biden dengan mendukung para pengusaha yang terdampak wabah Covid-19 dan investasi pada manufaktur dalam negeri, energi yang ramah lingkungan, dan infrastruktur menyebabkan kondisi ekonomi AS semakin kuat, bahkan dapat menopang pertumbuhan global.

Yellen juga mengatakan inflasi yang terjadi di AS telah mengalami penurunan yang signifikan dan pasar tenaga kerja masih kuat. Pasalnya, tingkat pengangguran hampir menyentuh titik terendah dalam sejarah sebab angkatan kerja berusia prima pada posisi di atas tingkat sebelum pandemi.

“Seandainya resesi AS terjadi pada 2023, seperti perkiraan banyak orang, pertumbuhan global akan keluar jalur. Meskipun ada risiko, pertumbuhan Amerika secara konsisten melebihi proyeksi,” ujar Yellen.

Baca Juga : Kenaikan Cukai Tembakau Mulai Tak Efektif, Rokok Ilegal Merajalela 

Pada 2024, IMF menaikkan nilai proyeksi pertumbuhan globalnya menjadi 3,1%, naik 0,2% dari perkiraan pada bulan Oktober, dan perkiraan di tahun 2025 sebesar 3,2%.

Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas mengungkapkan Outlook Ekonomi Dunia yang diperbarui oleh pemberi pinjaman global tersebut menunjukkan “soft landing” sudah di depan mata. Namun, pertumbuhan keseluruhan dan perdagangan global masih lebih rendah dari rata-rata historis.

Sementara itu, Yellen juga menegaskan pertumbuhan terjadi di banyak negara, termasuk Brasil sebagai presiden di G20 turut berkontribusi terhadap pertumbuhan global, walaupun negara-negara lain masih menghadapi tantangan.

Juru bicara IMF Julie Kozack mengatakan kepada wartawan pada pekan lalu, pemberi pinjaman global akan mempertimbangkan informasi baru tentang kondisi perekonomian Jepang dan Inggris saat ini mengalami resesi, mereka akan mempersiapkan prediksi global terbaru yang akan dikeluarkan pada April 2024.(Ahmadi Yahya, Feni Freycinetia Fitriani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.