Tidak Ada Ruang Penghapusan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

Inisiatif pelaku bisnis aviasi dengan mengusulkan penghapusan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat kandas. Strategi industri penerbangan sebagai sikap atas membengkaknya biaya operasional tersebut ditolak lantaran bertentangan dengan undang-undang.

Lorenzo Anugrah Mahardhika

8 Nov 2023 - 08.04
A-
A+
Tidak Ada Ruang Penghapusan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA – Inisiatif pelaku bisnis aviasi dengan mengusulkan penghapusan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat kandas. Strategi industri penerbangan sebagai sikap atas membengkaknya biaya operasional tersebut lantaran bertentangan dengan undang-undang.


Tarif batas atas memang menjadi kebijakan pemerintah sebagai acuan sektor penerbangan dalam menentukan tarif tertinggi. Kementerian Perhubungan memberlakukan TBA dan TBB (tarif batas bawah) berdasarkan UU 1/2009 tentang Penerbangan.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi angkat bicara terkait rekomendasi Indonesia National Air Carrier Association (INACA) untuk menghapuskan tarif batas atas tiket pesawat komersial tersebut.


Budi Karya menegaskan, pihaknya tidak akan menghapuskan tarif batas atas maupun tarif batas bawah (TBB) tiket pesawat. Pasalnya, ketentuan tersebut telah tertuang dalam peraturan undang-undang negara. 


"Saya yakin bahwa masih ada ruang untuk kita bahas [TBA] agar ini bisa dilakukan dengan baik, tetapi kalau akan menghilangkan TBA dan TBB tidak mungkin karena itu adalah UU,” kata Budi Karya di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Selasa (7/11/2023).


Baca juga: Tarif Maskapai Penerbangan Tertekan Pelemahan Rupiah


Di sisi lain, Budi Karya juga mengakui harga tiket pesawat saat ini cenderung mahal, terutama di wilayah Indonesia Timur. Dia juga mendengarkan keluhan yang sama dari para anggota Komisi V DPR RI.


Seiring dengan hal tersebut, dirinya pun tengah mengkaji revisi tarif batas atas tiket pesawat. Budi Karya menuturkan, pihaknya akan mengevaluasi dan mengkaji seluruh aspek dan komponen yang berkaitan dengan penetapan tarif batas atas.


Meski demikian, Budi Karya belum dapat memastikan kapan revisi tarif batas atas tersebut akan dikeluarkan.


“[Revisi TBA] bisa keluar tahun ini, bisa juga tidak. Kami akan lihat faktanya, angka-angka yang menjadi bagian dari variabelnya, dan lain-lain,” kata Budi Karya.


Sebelumnya, INACA merekomendasikan pemerintah untuk menghapuskan ketentuan tarif batas atas tiket pesawat seiring dengan meningkatnya biaya operasional yang dipicu pergerakan harga avtur dan pelemahan nilai tukar mata uang. 


Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menuturkan, rekomendasi penghapusan tarif batas atas tiket pesawat ini diambil mengingat tren kenaikan biaya operasional maskapai pascapandemi Covid-19.


Kenaikan biaya operasional salah satunya dipicu oleh meningkatnya harga bahan bakar pesawat atau avtur. Hal ini juga ditambah dengan tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang telah mendekati kisaran Rp16.000 per dolar AS.




Hal ini juga ditambah dengan tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang telah mendekati kisaran Rp16.000 per dolar AS.


Seiring dengan hal tersebut, INACA pun berharap TBA tiket pesawat dapat dikaji ulang untuk memberi fleksibilitas bagi operator untuk menyesuaikan tarifnya.  


“Salah satu usulan kita (INACA) kalau bisa tarif batas atas ini ditiadakan, sehingga harga tiket ini nanti menyerahkan ke mekanisme pasar,” jelas Denon.


Kendati demikian, usulan ini harus berhenti di tengah jalan seiring dengan penolakan langsung dari Menhub Budi Karya untuk menimbang aturan itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.