Tiga Emiten Segera IPO, Berapa Harga Penawarannya?

BEI mencatat ada 28 perusahaan yang mengantre untuk mencatatkan saham perdana atau IPO.

Farid Firdaz & Ika Fatma Ramadhansari
Nov 19, 2021 - 7:17 AM
A-
A+
Tiga Emiten Segera IPO, Berapa Harga Penawarannya?

Pekerja mengambil gambar pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan ponselnya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5/2020). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG pada Senin (11/5 - 2020) berakhir di level 4.639,1 dengan penguatan sekitar 0,91 persen atau 41,67 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya. ANTARA FOTO / Muhammad Adimaja

Bisnis, JAKARTA - Euforia pasar modal Tanah Air belum juga redup. Semaraknya masih terjaga seiring meningkatnya jumlah emiten baru.

Hingga pertengahan November 2021, sudah ada 40 emiten baru yang melantai di bursa. Bursa Efek Indonesia (BEI) pun optimistis bisa mencapai target 50 emiten baru pada akhir tahun ini.

Itu karena BEI telah mencatat 28 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham perdana. Tiga dari 28 perusahan itu pun baru-baru ini menerbitkan prospektus awal. 
 
Ketiganya yaitu, PT OMB Drilchem Tbk. (OBMD), PT Perma Plasindo Tbk., dan PT Dharma Polimetal Tbk.

PT Dharma Polimetal Tbk. atau Dharma Group berencana menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan melepas maksimal 705,88 juta saham. Jumlah tersebut setara dengan 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.

Berdasarkan prospektus yang terbit di Harian Bisnis Indonesia, Jumat (19/11/2021), perusahaan yang bergerak di bisnis komponen otomotif itu menawarkan harga IPO di kisaran Rp500-Rp620.

Dengan begitu, perseroan membidik dana segar sekitar Rp352,94 miliar hingga Rp437,64 miliar. “Apabila terjadi kelebihan pemesanan pada penjatahan terpusat, perseroan akan mengeluarkan maksimal 125.000.000 mewakili sebanyak-banyaknya 2,59 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan asumsi terdapat  penerbitan saham tambahan karena kelebihan pemesanan pada penjatahan terpusat,” tulis manajemen pada prospektus.

Bersamaan dengan IPO, perseroan mengadakan program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation/ESA) maksimal 70,58 juta saham atau 10 persen dari jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO. Calon emiten yang akan mendapatkan kode saham DRMA ini berencana menyerap 70 persen dana IPO untuk belanja modal, termasuk pembangunan pabrik baru di area 0,48 hektar pada lahan perseroan di Cikarang, Jawa Barat.

Dharma Group juga bakal menyerap 16 persen dana IPO untuk penambahan modal ke anak usaha, yaitu PT Dharma Precision Parts dan PT Dharma Controlcable Indonesia. Sebanyak 9 persen dana IPO akan digunakan untuk penambahan kepemilikan perseroan pada PT Dharma Poliplast melalui pembelian saham dari Thio Yudi Suherman maksimal 44 persen. Saat ini kepemilikan perseroan pada anak usaha tersebut sekitar 55 persen dan akan menjadi 99 persen.

Tercatat PT CIMB Niaga Sekuritas dan PT Sucor Sekuritas menjadi penjamin pelaksana emisi efek IPO Dharma Group. Adapun  jadwal pelaksanaan IPO perseroan sebagai berikut:

Masa Penawaran Awal: 19 - 30 November 2021

Perkiraan Tanggal Efektif: 8 Desember 2021

Perkiraan Masa Penawaran Umum Perdana Saham: 9 – 15 Desember 2021

Perkiraan Tanggal Penjatahan: 15 Desember 2021

Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik: 16 Desember 2021

Perkiraan Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia: 17 Desember 2021

 

IPO BINO dan OBMD

Di sisi lain, PT Perma Plasindo Tbk. telah menetapkan harga final IPO sebesar Rp138 per saham. Dengan begitu, induk dari produsen produk pengarsipan Bantex ini membidik dana segar Rp60,03 miliar dari IPO.

Berdasarkan prospektus di Harian Bisnis Indonesia, Kamis (18/11/2021), Perma Plasindo yang akan mendapatkan kode saham BINO ini melepas maksimal 435 juta saham atau setara 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Sebagai pemanis aksi ini, perseroan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 217,50 juta waran seri I atau sebanyak 12,50 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum ini disampaikan.

"Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan," tulis manajemen dalam prospektus.  

Setiap pemegang 2 saham baru perseroan berhak memperoleh 1 waran seri I, setiap 1 waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru perseroan yang dikeluarkan dari portepel. Masa penawaran umum perdana saham digelar selama 18-23 November 2021, penjatahan sama dilakukan pada 23 November, dan distribusi saham dan waran seri I secara elektronik pada 24 November.

BINO menargetkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 25 November. PT Indo Capital Sekuritas dan PT Semesta Indovest Sekuritas ditunjuk menjadi penjamin pelaksana emisi efek, sementara PT Philip Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi efek IPO BINO.

Sesuai rencana, sebanyak Rp38 miliar dana IPO akan digunakan untuk pelunasan pokok hutang pihak ketiga yaitu PT Usaha  Gema Jaya dan Koperasi Bintang Timur Kapital Lalu, sebanyak Rp4,5 miliar akan digunakan sebagai pinjaman kepada entintas usaha, dan Rp2,85 miliar akan digunakan untuk pembelian 2 bidang tanah di Klaten dari pihak ketiga. 

Kemudian, sekitar Rp2,55 miliar diberikan pinjaman kepada anak usaha di Singapura guna mengembangan Bantex Hybrid File Digital. Sedangkan sisanya akan digunakan oleh entitas anak dalam bentuk pinjaman modal kerja dari pemegang saham.

 

 

Sementara itu, PT OBM Drilchem Tbk. (OBMD) menetapkan harga penawaran awal (bookbuilding) di kisaran Rp150 - Rp180. Periode bookbuilding perseroan dilaksanakan mulai hari ini, Kamis (18/11/2021) hingga Senin mendatang, 22 November 2021.

Berdasarkan laman Electronic Indonesia Public Offering, OBM Drilchem akan melakukan penawaran umum sebanyak-banyaknya 182 juta saham yang merupakan 24,86 persen dari total sahamnya. Dengan demikian, perusahaan dapat meraup sebanyak-banyaknya Rp32,76 miliar dengan menggunakan harga batas atas, dan seminimalnya Rp27,30 miliar dengan harga batas bawah.

Selain itu, perusahaan yang memproduksi bahan adiktif untuk mencegah kerugian dalam aktivitas pengeboran dengan teknologi serat tersebut juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 91 juta Waran Seri I atau sebanyak-banyaknya 16,55 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru hasil Penawaran Umum Perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham saat penjatahan penawaran umum yang dilakukan oleh penjamin pelaksana emisi efek pada tanggal penjatahan.

Waran Seri I merupakan efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp50 setiap sahamnya dengan harga pelaksanaan sebesar Rp150 - Rp180 yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu dimulai setelah 6 bulan sejak tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia.

Perusahaan menetapkan nilai dari pelaksanaan Waran Seri I secara keseluruhan adalah sebanyak-banyaknya Rp16,38 miliar. Sebagai informasi, OBM Drilchem telah mulai berdiri pada 1996 di Jakarta. Perusahaan ini menjual produk-produk yang bertujuan untuk mengurangi waktu non-produktif di site atau tempat pengeboran, membantu meningkatkan stabilitas sumur bor, mencegah kehilangan cairan pada sumur bor, mencegah penempelan diferensial, mengurangi torsi dan tarikan yang berlebihan dan meningkatkan pembersihan lubang.

Selain itu, perseroan juga menawarkan berbagai jenis jasa terkait kegiatan on-site dan off-site yang meliputi membuat desain proposal teknis dan solusi sesuai dengan jenis sumur masing-masing. OBM Drilchem memiliki pusat produksi dan fasilitas riset yang berada di daerah Karawang, Jawa Barat.

Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar