Tingkat Konsumsi Beras di Indonesia Capai Rekor Tertinggi

Dalam beberapa tahun terakhir, konsumsi beras terus mengalami peningkatan. Peningkatan konsumsi bahkan tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga beras mulai dari pedagang besar hingga pengecer.

Rayful Mudassir

11 Sep 2023 - 14.13
A-
A+
Tingkat Konsumsi Beras di Indonesia Capai Rekor Tertinggi

Mendag Zulhas saat melakukan Sidak kedatangan beras di Tanjung Priok./Dok Kementerian Perdagangan

Bisnis, JAKARTA - Beras menjadi pangan utama masyarakat Indonesia. Seperti mayoritas negara di Asia lainnya, beras memegang peranan penting untuk menjaga ketahanan pangan penduduk Tanah Air.

Dalam beberapa tahun terakhir, konsumsi beras terus mengalami peningkatan. Terkereknya konsumsi bahkan tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga beras mulai dari pedagang besar hingga pengecer. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi beras di Indonesia sebanyak 30,2 juta ton pada 2022. Jumlah itu meningkat 0,5 persen dibandingkan pada tahun lalu yang sebanyak 30,04 juta ton.

Dinukil dari Dataindonesia.id, konsumsi beras di dalam negeri sempat mengalami penurunan pada 2019. Kendati begitu, jumlahnya berbalik meningkat sejak tahun 2020 hingga 2022. Adapun, konsumsi beras domestik pada 2019 menjadi yang paling sedikit selama lima tahun terakhir. Sementara, konsumsi beras mencatatkan rekor terbesarnya tahun lalu.

Baca juga: Tugas Lanjutan Usai RI Batal Impor Beras India - Kamboja

Sementara itu, produksi beras di Indonesia mengalami fluktuasi dalam lima tahun terakhir. Pada 2022, produksi beras mencatatkan kenaikan 0,59 persen menjadi 31,54 juta ton.

Di tengah upaya menghadapi ketidakpastian global saat ini, berbagai negara memperketat ekspor beras demi mengamankan pasokan pangan dalam negeri. Situasi itu memunculkan kekhawatiran pada kelangkaan besar.   

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menyebut masyarakat tidak perlu khawatir soal risiko kelangkaan beras. Kombinasi sejumlah kebijakan membuat perusahaan optimistis stok beras akan terjaga hingga tahun depan.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memastikan ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar (SPHP) yang dahulu bernama Beras Operasi Pasar akan tetap terjaga.


Dia menjelaskan, dengan kekuatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Bulog, saat ini beras SPHP sudah membanjiri pasar-pasar di seluruh daerah melalui pedagang pengecer dan retail-retail modern sejak akhir Agustus 2023.

Bulog akan melakukan pemantauan stok beras secara konstan, sehingga masyarakat untuk tidak perlu khawatir terhadap risiko kelangkaan beras. Pasalnya, saat ini Bulog memiliki stok CBP yang cukup banyak, yakni sekitar 1,6 juta ton.

"Kami yakinkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak perlu panik, karena Bulog memiliki stok yang sangat aman untuk kebutuhan stabilisasi harga beras sepanjang tahun," kata Budi saat melakukan pengecekan stok beras SPHP di Lotte Grosir Pasar Rebo, Jumat (8/9/2023).

Budi melanjutkan, sepanjang tahun 2023, Bulog sudah menggelontorkan sebanyak 756.000 ton beras SPHP di seluruh Indonesia melalui pedagang pengecer dan juga retail-retail modern.

Pihaknya juga telah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran bahwa penyaluran beras SPHP ini harus berjalan lancar sepanjang tahun.

“Penyaluran beras SPHP yang sudah berjalan mulai awal tahun ini sudah dimasifkan melalui para pedagang pengecer dan retail-retail modern, untuk itu kami perlu lihat langsung dan memastikan program ini berjalan tepat sasaran," katanya.

Baca juga: Harga Beras Lewati HET, Batasan Harga Tak Lagi Revelan?

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prestyo Adi mengatakan Bulog telah melakukan intervensi stabilisasi harga beras sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Arief mengatakan, Kepala Negara menginstruksikan Bulog untuk segera melepas Cadangan Beras Pemerintah melalui program SPHP. Arief mengatakan, stok cadangan yang dimiliki Bulog juga dapat mengantisipasi kenaikan harga beras.

Selain itu, Arief mengatakan program Beras Bantuan Pangan tahap kedua akan segera disalurkan Bulog pada Senin (11/9/2023) pekan depan. Rencananya, sebanyak 640.000 ton beras akan disalurkan kepada 21,353 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). "Kami yakini kebijakan ini akan menstabilkan harga beras" kata Arief. (Dataindonesia.id/Dwi Rachmawati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.