Tip Hadapi Cicilan KPR yang Bengkak saat Suku Bunga Tinggi

Berikut ini langkah antisipasi yang mesti dilakukan pembeli rumah lewat KPR di era suku bunga tinggi.

Jaffry Prabu Prakoso

14 Jan 2023 - 15.58
A-
A+
Tip Hadapi Cicilan KPR yang Bengkak saat Suku Bunga Tinggi

Foto udara komplek perumahan di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang, Banten. /Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis, JAKARTA – Seiring kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang saat ini berada di angka 5,5 persen, pembeli rumah dengan skema kredit pemilikan rumah (KPR) diimbau untuk waspada dengan cicilan yang bisa meningkat.

Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Andy Nugroho mengatakan bahwa bunga kredit rumah akan ikut naik sehingga dapat berpengaruh pada bertambahnya nominal cicilan KPR.

"Terutama buat KPR yang sudah berjalan ataupun yang menggunakan sistem floating rate. Kalau fixed rate berarti tidak ada kendala di sini. Cuma buat yang floating rate, tentu akan mengikuti suku bunga yang berlaku dari BI," kata Andy saat kepada Bisnis, dikutip Sabtu (14/1/2023).


Pekerja sedang menggarap proyek perumahan yang dibiayai oleh BTN. /Bisnis-Arief Hermawan P


Andy menjelaskan bahwa pertama kali yang perlu dilakukan ketika bunga KPR meningkat yaitu menegaskan kembali prioritas pengeluaran. Dalam hal ini, pengeluaran yang wajib dibayar seperti KPR atau cicilan kendaraan bermotor.

Andy mengingatkan bahwa kewajiban tersebut tidak dapat ditinggal sekalipun berat. Pasalnya, akan ada sanksi dari perbankan jika terjadi kredit macet.

Kedua, jika penghasilan tidak bertambah sementara cicilan KPR meningkat, maka mesti ada pengeluaran yang dikorbankan atau dipotong. Contohnya adalah pengeluaran yang bersifat konsumtif.

Baca juga: Hanya Sebulan, Easton Urban Raup Penjualan Rumah Rp32 Miliar

"Pilihan berikutnya adalah kita menambah pemasukan. Misalnya memang ingin apa kita tetap bisa membayar kewajiban-kewajiban kita dengan lancar," tambahnya.

Dalam kesempatan berbeda, Founder PT Solusi Finansialku Indonesia Melvin Mumpuni menuturkan bahwa konsumen KPR perlu menerapkan prinsip cicilan di bawah 35 persen dari penghasilan.

Baca juga: Menakar Kontribusi Pengembang Garap Pasar Properti Hunian IKN

"Untuk KPR masih bisa diambil selama kondisi keuangan masih sehat. Cicilan maksimal 35 persen dari penghasilan. Kalau Rp10 juta jadi maksimal Rp3,5 juta," ujar Melvin saat dihubungi secara terpisah.

Jika terjadi penyesuaian bunga KPR yang dirasa memberatkan, Melvin menyarankan untuk segera bernegosiasi dengan pihak perbankan dan meminta solusi.

"Seandainya sekarang sudah jalan KPR-nya dan kenaikan bunga KPR dirasa memberatkan, saya sarankan coba datang ke bank untuk meminta keringanan. Pihak perbankan bisa diajak ngobrol untuk cari solusinya," ungkapnya.

Di samping itu, Melvin menilai bahwa kenaikan suku bunga saat ini masih dalam taraf wajar. Sebab, suku bunga acuan 4,75 persen ini masih di level yang sama seperti sebelum pandemi Covid-19. (Afiffah Rahmah Nurdifa)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.