Tips Investasi Dana THR Agar Tidak Hangus Percuma

Dana THR sebaiknya tidak dihabisnya semuanya untuk kebutuhan konsumsi. Sebagiannya bisa disisihkan untuk investasi guna memperbaiki kondisi keuangan dalam jangka panjang. Simak tips investasi dana THR berikut sebagai panduan.

Redaksi

27 Mar 2024 - 19.29
A-
A+
Tips Investasi Dana THR Agar Tidak Hangus Percuma

Bisnis, JAKARTA — Lebaran Idul Fitri 1445 H/2024 semakin dekat. Salah satu hal yang paling ditunggu pada momen Lebaran tentu saja uang Tunjangan Hari Raya (THR ).

Uang THR dinanti-nantikan banyak orang setiap tahunnya. Selain untuk menyemarakkan dan memenuhi kebutuhan perayaan hari raya, THR pada dasarnya merupakan pendapatan tambahan yang dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi keuangan.

Community Lead IPOT, Angga Septianus, menegaskan bahwa daripada hanya menghabiskannya untuk kebutuhan konsumtif, uang THR dapat dimanfaatkan untuk investasi agar keuangan makin sehat, salah satunya dengan strategi diversifikasi.

“Penting untuk diingat bahwa setiap investasi memiliki risiko, dan diversifikasi adalah kunci untuk mengelola risiko tersebut. Diversifikasi investasi adalah prinsip menginvestasikan uang di berbagai aset atau instrumen keuangan untuk mengurangi risiko dan meningkatkan peluang mendapatkan hasil yang stabil dalam jangka panjang,” tegasnya di Jakarta pada Rabu, 27 Maret 2024.

Namun, melakukan diversifikasi tidak bisa sembarangan. Setiap individu memiliki profil risiko yang berbeda-beda tergantung pada toleransi risiko dan tujuan investasi masing-masing.

Menurut Angga, instrumen investasi yang paling cocok dalam strategi diversifikasi adalah reksa dana, karena memungkinkan investor memilih jenis reksa dana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi.

Selain itu, Angga juga menyampaikan tips memaksimalkan uang THR dengan diversifikasi investasi reksa dana sesuai profil risikonya sebagai berikut:

Pertama, bagi investor yang memiliki profil risiko yang cenderung menghindari risiko (risk averse), sebaiknya mengalokasikan sebagian besar dana THR mereka, misalnya sebanyak 70%, ke dalam reksa dana pasar uang (RDPU). Selebihnya, 20% bisa dialokasikan ke dalam reksa dana pendapatan tetap (RDPT) dan 10% ke dalam reksa dana saham atau reksa dana indeks (RDS).

Kedua, investor dengan profil konservatif, alokasi aset THR dapat dibagi dengan mayoritasnya sebanyak 60% dialokasikan ke dalam reksa dana pasar uang, 30% ke dalam reksa dana pendapatan tetap, dan 10% ke dalam reksa dana saham atau reksa dana indeks.

Ketiga, bagi investor dengan profil agresif, alokasi aset THR dapat dibagi dengan mengalokasikan 30% ke reksa dana pasar uang, 30% ke reksa dana pendapatan tetap, dan 40% ke reksa dana saham atau reksa dana indeks. Hal ini disarankan oleh Angga karena investor agresif cenderung mencari risiko untuk investasi jangka panjang.

Keempat, investor dengan profil sangat agresif dapat membagi alokasi asetnya dengan mengalokasikan 30% ke reksa dana pendapatan tetap, 20,6% ke reksa dana pasar uang sebagai tambahan untuk dana darurat, dan 49,4% ke reksa dana saham atau reksa dana indeks.

“Berapa pun uang THR yang bisa diinvestasikan, profil risiko sangat penting diperhatikan agar tujuan investasi tercapai,” sarannya.

(Reporter: Muhammad Fauzan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.