Free

Tips Memilih Reksa Dana Pendapatan Tetap Agar Makin Cuan

Meskipun instrumen reksa dana pendapatan tetap memiliki risiko yang tergolong minim, investor sebaiknya tetap mengetahui strategi dalam memilih produk yang tepat. Berikut ini beberapa tips untuk memilih produk reksa dana pendapatan tetap untuk meminimalisasi risiko investasi.

Redaksi

7 Mei 2024 - 16.28
A-
A+
Tips Memilih Reksa Dana Pendapatan Tetap Agar Makin Cuan

Bisnis, JAKARTA — Istilah reksa dana sudah sangat masyhur dalam dunia investasi. Reksa dana adalah wadah investasi berupa Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI).

Secara umum berdasarkan jenis portofolio investasinya, reksa dana terbagi menjadi 4 jenis, yaitu Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham. Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT).

RDPT atau Fixed Income Mutual Funds adalah reksa dana yang sebagian besar investasinya dialokasikan pada jenis instrumen yang memberikan pendapatan tetap.

Menurut POJK Nomor 47 /POJK.04/2015 tentang Pedoman Pengumuman Harian Nilai Aktiva Bersih Reksa dana Terbuka, RDPT adalah reksa dana yang melakukan investasi paling sedikit 80%  dari nilai aktiva bersih dalam bentuk efek bersifat utang.

Memilih RDPT yang tepat adalah langkah penting untuk mengamankan dan mengoptimalkan aset Anda. Reksa dana pendapatan tetap menawarkan keseimbangan antara risiko dan imbal hasil yang menarik bagi investor.

RDPT memiliki tingkat risiko menengah, sehingga cocok untuk investor dengan profil risiko investasi konservatif alias cari aman. Investasi ini paling tepat untuk jangka waktu antara 1 sampai dengan 3 tahun.



TIPS MEMILIH RDPT

    Periksa tingkat risiko 

Meskipun RDPT dianggap sebagai investasi yang relatif aman dan stabil, bukan berarti tidak ada risiko sama sekali. Sebelum memilih RDPT, pelajarilah tingkat risiko yang dimilikinya. Pastikan risiko tersebut dapat ditoleransi oleh profil risiko investor dan sudah sesuai dengan tujuan investasi awal.

    Periksa kinerja investasi

Pilihlah reksa dana dengan kinerja yang baik dalam jangka waktu relatif panjang untuk memastikan imbal hasilnya memang stabil.

Hindari memilih reksa dana yang memiliki kinerja baik dalam waktu singkat, karena hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa reksa dana tersebut bersifat spekulatif dan berisiko tinggi.

    Perhatikan komposisi portofolio reksadana

Pastikan investasi yang dilakukan pada surat utang atau produk investasi tersebut memiliki ulasan baik dan diterbitkan oleh perusahaan yang kredibel.

Lalu, perhatikan jenis instrumen yang diinvestasikan, karena jenis instrumen investasi atau surat utang yang berbeda dapat berpengaruh terhadap tingkat risikonya.

Baca Juga:

Menimbang Prospek Saham Emiten Emas Menanti Dorongan Harga Komoditas

Awali Tahun dengan Pertumbuhan Laba Pesat, Simak Rekomendasi Saham ISAT

Membaca Arah Gerak IHSG di Tengah Fenomena Sell in May and Go Away!

Daya Tarik Saham Emiten Batu Bara di Tengah Fluktuasi Harga Komoditas

Respons Kinerja Lesu UNVR, Mayoritas Analis Rekomendasikan Hold

Ini Rekomendasi Saham HMSP Usai Cetak Kinerja Positif di Kuartal Pertama 2024


    Perhatikan biaya investasi 

Perhatikan jenis biaya yang dikenakan pada investor, apakah biaya tersebut bersifat tetap atau proporsional terhadap nilai investasi. Adapun, khusus untuk reksa dana, termasuk RDPT, dana investasinya dipercayakan kepada Manajer Investasi.

Biaya investasi yang harus dikeluarkan umumnya meliputi subscription fee (biaya pembelian unit), redemption fee (biaya penjualan kembali unit), switching fee (biaya pengalihan unit), dan biaya transfer bank terkait transaksi jika ada.

Setelah memperoleh jenis RDPT pilihan, pastikan memantau kinerjanya secara rutin sesuai kondisi ekonomi dan pasar. Selain itu, jangan terlalu terburu-buru menjual aset jika terjadi fluktuasi harga sementara, sebab RDPT memiliki potensi keuntungan yang stabil dalam jangka waktu yang cukup panjang.

    Periksa rating kredit

Memeriksa rating kredit dari instrumen yang menjadi dasar RDPT adalah langkah penting untuk menilai risiko investasi. Rating yang lebih tinggi menunjukkan risiko gagal bayar yang lebih rendah, dan sebaliknya.

Sebuah RDPT yang berinvestasi pada instrumen dengan rating kredit tinggi umumnya dianggap lebih aman, tetapi bisa saja menawarkan pengembalian yang lebih rendah.

Dalam memilih RDPT, menetapkan tujuan investasi yang jelas merupakan langkah awal. Tujuan ini dapat berkisar dari kebutuhan jangka pendek seperti dana darurat, hingga tujuan jangka panjang seperti persiapan pensiun dan lainnya.

Memahami tujuan investor dapat membantu dalam menentukan horizon waktu investasi dan tingkat pengembalian yang diharapkan.

(Reporter: Muhammad Fauzan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.