Titik Bahaya Cadangan Beras, Impor Bukan Solusi?

Cadangan beras pemerintah bakal menyentuh titik bahaya bila tidak ada penambahan hingga akhir tahun. Di sisi lain, impor beras disebut-sebut tidak menjadi solusi. Sebab, beras dari luar negeri baru akan tiba dalam tiga bulan.

Rayful Mudassir

24 Nov 2022 - 08.00
A-
A+
Titik Bahaya Cadangan Beras, Impor Bukan Solusi?

Bisnis, JAKARTA - Cadangan beras pemerintah (CBP) akan menuju 342.000 ton apabila Perum Bulog belum juga menambah stok beras di gudang hingga akhir tahun. Di sisi lain, strategi impor di akhir tahun tidak sepenuhnya menjadi solusi. 


Kondisi ketahanan pangan dalam negeri menuju titik mengkhawatirkan usai serapan beras petani cukup rendah menjelang akhir tahun. Padahal, pemerintah telah menugaskan Bulog untuk memiliki cadangan beras hingga 1,2 juta ton pada 2022.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir
Jelajahi peluang bisnis terpercaya dengan berlangganan
Temukan keleluasaan dan keuntungan maksimal dengan pilihan paket berlangganan eksklusif ini
BERLANGGANAN SEKARANG
Tidak Memerlukan Komitmen, Batalkan Kapan Saja
Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.