Tokio Marine Life Bayar Klaim Rp473 Miliar, Kesehatan Dominan

Klaim kesehatan memiliki porsi paling besar. Sepanjang 2023 meningkat lebih dari 25% apabila dibandingkan pada 2022.

Pernita Hestin Untari

27 Feb 2024 - 15.43
A-
A+
Tokio Marine Life Bayar Klaim Rp473 Miliar, Kesehatan Dominan

Logo perusahaan asuransi. /Bisnis

Bisnis, JAKARTA — PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia (Tokio Marine Life) membayarkan total klaim sebanyak Rp473 miliar. Total klaim tersebut terdiri dari pembayaran klaim asuransi kesehatan, penebusan, jatuh tempo dan meninggal dunia. 

Head Marketing Communication & Corporate Branding Department Tokio Marine Life Ferawati Gondokusumo mengatakan bahwa klaim kesehatan memiliki porsi paling besar di antara empat pembayaran klaim tersebut. 

“Porsi klaim kesehatan mencapai 42% dari total klaim yang ada,” kata Ferawati kepada Bisnis, Senin (26/2/2024). 

Adapun pembayaran klaim kesehatan sepanjang 2023 meningkat lebih dari 25% apabila dibandingkan pada 2022. Ferawati menambahkan peningkatan klaim kesehatan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya perlindungan kesehatan sejak dimulainya pandemi. 

Baca juga: Beli Kendaraan Listrik? Kenali Dulu Jenis Asuransinya

Dari sisi industri, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) juga mencatat klaim asuransi kesehatan terus meningkat. Pada 9 bulan pertama 2023 misalnya, peningkatannya mencapai 32,9% apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2022 menjadi Rp15,24 triliun. 

Pada 9 bulan pertama 2022, klaim kesehatan hanya mencapai Rp11,47 triliun. Bahkan AAJI memperkirakan klaim kesehatan asuransi jiwa akan menembus di angka Rp20 triliun sepanjang 2023. Ini melihat potensi pada setiap kuartalan pada 2023 klaim kesehatan meningkat sekitar Rp5 triliun sepanjang 2023. 




Tren kenaikan klaim kesehatan sudah terjadi sejak 2022 yang diiringi penurunan klaim meninggal dunia. Adapun klaim kesehatan naik 25,9% menjadi Rp 16,41 triliun sepanjang 2022 dari sebelumnya Rp13,04 triliun pada 2021. 

Sementara pembayaran klaim meninggal dunia mengalami penurunan 43,8% menjadi Rp11,88 triliun sepanjang 2022. Padahal pada 2021, klaim meninggal dunia mencapai Rp21,14 triliun, di mana kasus Covid-19 masih tinggi. 

Sebelumnya, Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi (STIMRA) Abitani Taim menyarankan perusahaan asuransi untuk mengevaluasi tarif premi asuransi kesehatan di tengah melonjaknya klaim kesehatan di industri asuransi jiwa. Penyesuaian tarif ini diharapkan dapat menjaga profitabilitas perusahaan asuransi jiwa. 

Baca juga: Tokio Marine Life Bayar Klaim Rp473 Miliar, 42% Asuransi Kesehatan

“Evaluasi tarif premi supaya sesuai dan tetap memberikan keuntungan bagi perusahaan,” kata Abitani saat dihubungi Bisnis, Jumat (16/2/2024). 

Abitani menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan klaim asuransi kesehatan terus meningkat. Pertama adanya inflasi harga obat, perlengkapan dan biaya perawatan kesehatan. Selain itu, berkembangnya inovasi teknologi kesehatan yang dapat meningkatkan peluang sembuh pasien walaupun dengan harga yang mahal juga berpengaruh. 

Abitani juga melihat bahwa ini menunjukan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya Kesehatan, sehingga lebih berani untuk berobat ke dokter. Serta meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.