Top 5 News: Daftar Wanita Terkaya hingga Prospek Batu Bara

Beberapa wanita Indonesia masuk dalam daftar orang terkaya yang dirilis Forbes. Dua di antaranya merupakan Bos dari PT Bayan Resources Tbk. (BYAN).

Fatkhul Maskur

2 Jan 2024 - 08.49
A-
A+
Top 5 News: Daftar Wanita Terkaya hingga Prospek Batu Bara

Dewi Kam diketahui mendapatkan sebagian besar kekayaannya dari saham di perusahaan tambang batu bara, Bayan Resources. - Foto Bayan

Bisnis, JAKARTA-Beberapa wanita Indonesia masuk dalam daftar orang terkaya yang dirilis Forbes. Dua di antaranya merupakan Bos dari PT Bayan Resources Tbk. (BYAN).

Berita tentang Daftar Wanita Terkaya di Indonesia 2023 menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, sejumlah berita menarik lainnya turut tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id.

Berikut ini sorotan utama Bisnisindonesia.id, Selasa (2/1/2024):

1. Daftar Wanita Terkaya di Indonesia 2023, Ada Bos Bayan (BYAN)

Beberapa wanita Indonesia masuk dalam daftar orang terkaya yang dirilis Forbes. Dua di antaranya merupakan Bos dari PT Bayan Resources Tbk. (BYAN).

Tercatat, ada empat wanita dalam daftar tersebut, yaitu Dewi Kam, Jenny Quantero, Arini Subianto, dan Marina Budiman.

Dewi Kam menempati posisi wanita terkaya di Indonesia. Total kekayaannya mencapai US$4,45 miliar atau setara dengan Rp68,5 triliun (kurs Rp15.400).

Dewi Kam diketahui mendapatkan sebagian besar kekayaannya dari saham di perusahaan tambang batu bara, Bayan Resources. Bisnis mencatat, kepemilikan saham Dewi Kam di perusahaan tersebut yaitu sebesar 10%.

Bayan Resources merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara yang dimiliki oleh orang terkaya Indonesia, Low Tuck Kwong.

Forbes mencatat, saham Bayan Resources meningkat sebesar tiga kali lipat pada 2022 di tengah krisis energi global dan terus meningkat pada 2023.

2. Pasar Kripto Indonesia, Bursa, Tantangan dan Peluang 2024

Aset kripto Indonesia menapaki level baru saat bursa kripto resmi dibentuk Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) akhir Juli 2023 lalu. Perdagangan yang lebih aman menjadi janji utama dan diharapkan dapat mendongkrak transaksi kripto yang melesu.

Berdasarkan data Bappebti, jumlah pelanggan terdaftar aset kripto per November 2023 mencapai 18,25 juta, menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan akhir 2022 yang tercatat sebanyak 16,7 juta pelanggan.

Meskipun terjadi pertumbuhan yang besar, nilai transaksi kripto pada bulan November 2023 hanya sebesar Rp122 triliun. Secara year on year, terjadi penurunan 58,87% dari nilai transaksi aset kripto.

Capaian ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan transaksi sepanjang 2022 yang mencapai Rp306,4 triliun, dan jauh lebih rendah dibandingkan dengan transaksi sepanjang 2021 yang mencapai Rp859,4 triliun.

Padahal Bappebti sebagai regulator telah meluncurkan Bursa Kripto Indonesia, bursa yang digadang-gadang merupakan ekosistem pertama di dunia yang akan menaungi transaksi kripto. Bursa dengan nama PT Bursa Komoditi Nusantara atau Commodity Future Exchange (CFX) resmi meluncur Juli 2023 dengan harapan dapat meningkatkan perlindungan investor.

3. Defisit Bengkak Imbas Kebut Belanja Akhir Tahun

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 diperkirakan mengalai defisit cukup signifikan seiring meningkatnya belanja negara sepanjang 2 pekan terakhir.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 tercatat mengalami defisit Rp241,4 triliun per 28 Desember 2023.

Angka defisit tersebut didapatkan dari realisasi pendapatan negara yang mencapai Rp2.725,4 triliun. Sementara belanja negara terealisasi senilai Rp2.966,8 triliun.

“Postur realisasi APBN hingga 28 Desember 2023. Realisasi pendapatan negara Rp2.725,4 triliun. Realisasi belanja negara Rp2.966,8 triliun,” ungkap Sri Mulyani dalam unggahan Instagram @smindrawati, dikutip Senin (1/1/2024).

Adapun, realisasi pendapatan negara tersebut telah mencakup 110% target APBN awal senilai Rp2.463 triliun, atau tembus 103,3% dari target revisi yang tercantum dalam Perpres No. 75/2023 dengan angka Rp2.637,2 triliun.

Sementara belanja negara yang pada awalnya ditargetkan sejumlah Rp3.061,2 triliun, dikerek naik menjadi Rp3.117,2 triliun dalam Perpres No. 75/2023. Artinya, realisasi belanja hingga 28 Desember 2023 mencapai 96,9% dari target awal dan 95,17% dari target revisi.

4. Industri Cokelat Makin Cerah, Pasok Bahan Baku Malah Melemah

Indonesia semakin berpeluang menjadi salah satu pemasok produk cokelat ke pasar global seiring dengan masuknya 11 pabrikan terkemuka dunia. Hanya saja, pasokan bakan baku lokal justru melemah.

Indonesia merupakan eksportir produk kakao olahan terbesar ketiga dunia dan berkontribusi pada pasar global sebesar 9,17%.

Berdasarkan data trademap.org, ekspor produk cocoa liquor, cocoa butter, cocoa cake, dan cocoa powder pada 2022 sebesar 336.775 ton atau 80% dari total produksi nasional, yang diekspor ke 96 negara.

Selain produk kakao olahan, produk cokelat juga sudah mulai menunjukkan kinerjanya melalui kontribusi ekspor sebesar US$76,9 juta. Nilai ekspor produk cokelat 2022 meningkat 9,59% dibandingkan dengan capaian pada 2021.

5. Prospek Industri Batu Bara Masih Memanas di 2024

Industri pertambangan batu bara dalam negeri masih menyimpan optimisme pada tahun ini meski dibayangi oleh peningkatan produksi produsen utama seperti India dan China.

Sebelum tutup tahun, India terang-terangan merencanakan pembangunan pembangkit listrik baru. Seiring target tersebut, New Delhi membidik produksi batu bara hingga 1 miliar ton pada 2024, melonjak dari capaian 700 juta ton pada tahun lalu.

Begitupun, China -produsen sekaligus importir utama batu bara- telah merencanakan proyek jangka panjang dalam mengamankan pasokan batu bara domestik melalui pembangunan sistem produksi batu bara cadangan pada 2027.

Pada 2022, produksi batu bara Beijing telah menyentuh 4,5 miliar ton. Raihan ini bakal terus ditingkatkan sekaligus untuk menekan laju impor batu bara yang salah satunya disumbangkan oleh Indonesia. S&P Global menyebutkan bahwa impor China atas komoditas fosil itu bakal terus merosot dari 302 juta ton pada 2023 menjadi 221 juta ton pada 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.