Top 5 News: Efek Tiktok ke GOTO hingga Pinjol di Masa Nataru

Kabar terkait perkembangan kerja sama kedua perusahaan itu menjadi salah satu berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Kamis (7/12/2023). Selain itu, terdapat pula sejumlah sajian lainnya seperti ancaman ekonomi dunia, jalan panjang DHE hingga tingginya pinjol ilegal.

Rayful Mudassir

7 Des 2023 - 14.02
A-
A+
Top 5 News: Efek Tiktok ke GOTO hingga Pinjol di Masa Nataru

CEO TikTok Shou Zi Chew menyampaikan paparan pada acara TikTok Southeast Asia Impact Forum 2023 di Jakarta, Kamis (15/6/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis, JAKARTA - Semakin santernya kabar merapatnya antara PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) Tbk. dengan TikTok memberikan katalis tersendirinya bagi saham emiten teknologi GOTO.


Kabar terkait perkembangan kerja sama kedua perusahaan itu menjadi salah satu berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Kamis (7/12/2023). Selain itu, terdapat pula sejumlah sajian lainnya seperti ancaman ekonomi dunia, jalan panjang DHE hingga tingginya pinjol ilegal. Berikut selengkapnya.


  1. Efek Tiktok Merapat ke GOTO, Sejauh Mana Saham Mampu Rebound?


Alih-alih mengajukan izin usaha sebagai e-commerce, ByteDance Ltd dikabarkan telah berinvestasi di PT Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Investasi ByteDance di GOTO akan menjadi pelopor untuk e-commerce luar negeri di Indonesia. 


Mengutip Bloomberg, ByteDance akhirnya sepakat untuk bekerja sama dengan Tokopedia milik GOTO di beberapa area, ketimbang bersaing langsung dengan platform e-commerce tersebut. Kedua perusahaan berencana untuk mengumumkan perincian rencana kerja sama pekan depan.


Kabar kolaborasi kedua platform teknologi tersebut membuat saham GOTO belakangan bisa melesat setelah melemah hingga titik terendah Rp54 per saham dalam tiga bulan terakhir.Saham GOTO sempat tersengat hingga level tertingginya di posisi Rp116 per saham. Meskipun kini kembali melandai ke kisaran level Rp93-Rp103 per saham pada perdagangan Rabu (6/12/2023).


Analis Indo Premier Sekuritas Ryan Winipta mengatakan, joint venture (JV) antara TikTok Shop dengan Tokopedia diperkirakan akan mengerek saham GOTO, lantaran Gross Merchandise Value (GMV) Tokopedia masih dikonsolidasikan ke GOTO, serta dampak valuasi yang minim dibandingkan jika transaksi dilakukan langsung di Tokopedia. Lantas, sejauh mana kerja sama ini mengerek saham GOTO?




  1. Fragmentasi Geopolitik Jadi Ancaman Berbahaya Bagi Ekonomi Dunia 


Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti bahaya perpecahan akibat ketegangan geopolitik dan munculnya blok-blok regional karena dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi global. 


"Kita telah menyaksikan ekonomi global yang berkembang menjadi gambaran yang sangat kompleks. Jika Anda melihat semua berita utama, ketegangan geopolitik lebih ke inward looking move," di sela 12th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED).


Dalam pertemuannya dengan Wakil Perdana Menteri Belanda Sigrid Kaag di Dubai pada akhir pekan lalu diketahui babwa aigrid mengatakan bahwa banyak partai-partai di Eropa menjadi semakin inward looking atau lebih mengutamakan kepentingan negaranya.


“Mereka melihat pihak asing sebagai musuh dan bukan sebagai teman. Itu menjadi sesuatu yang sangat memprihatinkan dan itu pasti akan mempengaruhi kebijakan banyak negara di dunia,” jelasnya.


  1. Jalan Panjang Menanti Efek DHE


Dorongan evaluasi terhadap kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) sebagai instrumen menstabilkan rupiah terus mengemuka lantaran dinilai belum maksimal.


Di tengah keputusan perpanjangan masa evaluasi atas implementasi Peraturan Pemerintah No. 36/2023 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan dan Pengolahan Sumber Daya Alam (DHE SDA), hasil pencatatan devisa memang belum sesuai target.


Pasalnya, per 2 November 2023, devisa yang masih diparkir di luar negeri tercatat sebesar US$8 miliar, sedangkan yang terparkir di dalam negeri hanya US$2 miliar.


Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang masa evaluasi atas implementasi aturan DHE agar dapat menampung usulan yang lebih banyak dari pelaku usaha.


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang ditemui usai acara Peluncuran Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital pada Rabu (6/12/2023) mengatakan, pemerintah saat ini berencana untuk mendorong sisi kepatuhan dari pengusaha terlebih dahulu untuk menempatkan DHE SDA di dalam negeri.


  1. Daftar Janji Kampanye Tiga Capres di Sektor Transportasi


Tiga pasangan capres dan cawapres diharapkan menetapkan fokus pembangunan pada sektor transportasi selama masa kepemimpinannya. Langkah itu dinilai menjadi salah satu upaya dasar mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.


Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) memberikan sejumlah catatan soal pembangunan transportasi untuk calon presiden (capres) yang maju dalam kontestasi Pemilu 2024.


Ketua Umum MTI, Tory Damantoro menekankan bahwa pengembangan transportasi tidak bisa terpisahkan dari target dan komponen pembangunan apapun yang menjadi visi dan misi para capres-cawapres.


"Sebab, transportasi adalah hajat hidup orang banyak, yang dirasakan oleh seluruh masyarakat setiap hari," ujar Tory saat ditemui di sela-sela rapat kerja nasional (rakernas) MTI, Rabu (6/12/2023).


Senada, Sekretaris Jenderal MTI Haris Muhammadun menuturkan bahwa pihaknya mendorong capres-cawapres agar menjadikan urusan transportasi sebagai urusan wajib pelayanan dasar. Alih-alih hanya sekadar urusan wajib nonpelayanan dasar.


Hal ini cukup mendasar mengingat transportasi menjadi urat nadi perekonomian dan aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, sudah seharusnya persoalan transportasi menjadi prioritas pemerintahan selanjutnya. 


Lalu, apa saja janji kampanye para capres cawapres di sektor transportasi pada 2024 mendatang?




  1. Potensi Silihan Meningkat, Tapi Dibayangi Tingginya Pinjol Ilegal


Momentum jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan penyaluran pinjaman meskipun kekhawatiran akan kasus pijaman online ilegal juga meningkat, karena celah oknum yang memanfaatkan kondisi tersebut semakin lebar.


Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kinerja fintech peer-to-peer (P2P) lending terus melanjutkan peningkatan. Per Oktober 2023, misalnya, pertumbuhan outstanding pembiayaan fintech P2P lending mampu tumbuh dua digit menjadi Rp58,05 triliun. Pada periode itu, OJK mencatat outstanding pembiayaan pinjol tumbuh 17,66% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp49,34 triliun.


Pertumbuhan tersebut naik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023, yang hanya menguat 14,28% yoy menjadi Rp55,70 triliun. Sementara itu, tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) dalam kondisi terjaga di posisi 2,89% pada 10 bulan pertama tahun ini.


Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman optimistis perayaan Nataru dapat semakin meningkatkan bisnis P2P lending. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.