Top 5 News: Feng Shui Saham Hingga Prospek Nikel

Tahun kelinci air menjadi simbol keberuntungan bagi saham sektor logam. Tingkat optimisme dan antusiasme dunia usaha secara umum dan pasar modal secara khusus tidak jauh berbeda dengan tahun 2022. Hal ini disebabkan elemen api sebagai simbol antusiasme masuk dalam siklus tersembunyi.

Nindya Aldila

22 Jan 2023 - 11.55
A-
A+
Top 5 News: Feng Shui Saham Hingga Prospek Nikel

Bisnis, JAKARTA - Tahun kelinci air menjadi simbol keberuntungan bagi saham sektor logam. 

Tingkat optimisme dan antusiasme dunia usaha secara umum dan pasar modal secara khusus tidak jauh berbeda dengan tahun 2022. Hal ini disebabkan elemen api sebagai simbol antusiasme masuk dalam siklus tersembunyi.

Selain soal feng shui saham, terdapat pula informasi komprehensif lainnya di platform BisnisIndonesia.id yang menjadi pilihan pada Minggu (22/1/2023). Berikut pilihannya:


1. Memilah Saham Cuan di Tahun Kelinci Air Berdasarkan Feng Shui

Tahun 2023 dalam kalender China adalah Tahun Kelinci Air yang diramal membawa keberuntungan pada sektor-sektor dengan elemen logam.  

Konsultan Feng Shui yang juga Dosen FEB Universitas Kristen Satya Wacana Linda Kho menjelaskan bahwa kelinci merupakan simbol dari elemen Yin Wood (Kayu Yin). Dengan demikian, tahun Kelinci Air merupakan perpaduan antara elemen kayu dan air.

“Berdasarkan ilmu Chinese metaphysic, hubungan antara kayu dan air adalah hubungan konstruktif karena air mendukung kayu. Air Yin ibarat embun pagi. Kayu Yin adalah bunga. Kombinasi keduanya dapat dilukiskan dengan tetesan embun di kelopak bunga. Hubungan konstruktif ini menggambarkan hubungan yang harmonis dalam berbagai hal,” kata Linda kepada Bisnis, Jumat (20/1/2023).


2. Ramalan Prospek Nikel hingga Kian Merapatnya Tesla

Bisnis nikel diramal masih menjanjikan menyusul program penghiliran oleh pemerintah serta protensi baterai Elctric Vehicle (EV) ataupun produk turunan nikel lainnya.

Prospek tersebut juga disil dengan isu semakin merapatnya Tesla Inc ke Indonesia untuk membangun pabrik 1 juta kendaraan listrik. Kabar tersebut muncul setelah Tesla pada tahun lalu menandatangani kesepakatan investasi US$5 miliar untuk mendapatkan nikel bagi baterai mobil listrik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perkembangan ekspor dan impor Indonesia Desember 2022 yang dirilis 16 Januari 2023 menyebutkan peningkatan ekspor non-migas terbesar terjadi pada nikel dan barang daripadanya sebesar US$220 juta, angka ini meningkat 4,50 persen.


3. Inflasi Global Lalui Titik Puncak, Biaya Hidup Masih Krisis

Puncak inflasi di negara maju diprediksi sudah tercapai. Setelah AS yang mencatatkan penurunan inflasi sejak Juli 2022, Eropa diprediksi sudah sampai pada titik tertinggi inflasi. Meski belum ada sinyal yang menunjukkan penurunan inflasi, indikasi puncak inflasi di Eropa mulai memberi kelegaan dalam bernapas. Lantas bagaimana Asia, terutama Indonesia?

Berdasarkan data, titik tertinggi inflasi di Amerika Serikat (AS) terjadi pada Juni 2022. Saat itu inflasi AS tercatat di posisi 9,1 persen. Selanjutnya, dari Juli hingga Desember 2022 inflasi di AS menurun mulai dari 8,5 persen dan ditutup pada Desember di posisi 6,5 persen.

Sementara itu, inflasi di Eropa dinilai telah mencapai puncaknya, meski akan tetap di atas level sebelum Covid-19.


4. Laris Manis Lelang Besi dan Kebun Sawit, Aset Jiwasraya Tak Laku

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) di bawah Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat bahwa besi tua dan perkebunan sawit menjadi objek lelang paling cepat laku pada 2022.

“Barang yang laku dilelang tahun 2022 itu ada besi tua dan kebun kelapa sawit. Sekali lelang besar itu,” ujar Direktur Lelang DJKN Joko Prihanto dalam konferensi pers, Jumat (20/1/2023).

Pada awal 2022, misalnya, terdapat lelang perkebunan kelapa sawit di Palembang, Sumatera Selatan dengan nilai Rp380 miliar yang langsung terjual dalam satu kali penawaran.

Adapun besi tua juga menjadi komoditas yang paling cepat laku sepanjang tahun lalu, seperti besi tua bekas kapal hingga bongkaran pabrik.


5. Ketentuan Bea Masuk Barang dari Korsel setelah IK-CEPA Berlaku

Berlakunya perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IK-CEPA membuat adanya ketentuan baru bea masuk dari Korea Selatan (Korsel).

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Nirwala Dwi Heryanto menjelaskan bahwa IK-CEPA berlaku sejak Januari 2023 berdasarkan Undang-Undang Nomor 25/2022.

IK-CEPA merupakan perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) bilateral antara Indonesia dengan Korea Selatan. Perjanjian itu mencakup bidang perdagangan barang, jasa, penanaman modal, kerja sama ekonomi, hukum, dan kelembagaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.