Free

Top 5 News: Gudang Garam Usai Cetak Laba hingga Perusahaan Tak Bayar THR

Prospek saham Gudang Garam usai laba melonjak hingga sanksi bagi perusahaan yang tak bayar THR

Tim Redaksi

5 Apr 2024 - 05.33
A-
A+
Top 5 News: Gudang Garam Usai Cetak Laba hingga Perusahaan Tak Bayar THR

Investor sedang mengamati pergerakan saham. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Kemampuan PT Gudang Garam Tbk. untuk membukukan lonjakan laba yang tinggi sepanjang 2023 lalu meningkatkan optimisme terhadap prospek sahamnya, meski industri rokok tengah diimpit oleh beban cukai yang terus meningkat.

Emiten berkode saham GGRM ini sejatinya mencetak penurunan pendapatan pada 2023 lalu, tepatnya turun 4,6% secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi Rp119 triliun, dari sebelumnya Rp125 triliun pada 2022.

Namun, beban pokok pendapatan perseroan turun lebih dalam, yang mencerminkan peningkatan efisiensi bisnis perseroan. Beban pokok tercatat turun 8,13% YoY dari Rp113,6 triliun menjadi Rp104,4 triliun. Hal ini menjadikan laba bruto perseroan tercatat Rp14,6 triliun, melonjak 31,54% YoY dari Rp11,1 triliun pada 2022 lalu.

Sementara itu, perseroan juga mencetak kenaikan pendapatan lainnya sebesar 16,71% YoY menjadi Rp177 miliar. Selain itu, perseroan juga mencetak laba kurs sebesar Rp5,7 miliar, berbalik dari rugi Rp9,2 miliar pada 2022.

Artikel tentang kinerja Gudang Garam menjadi salah satu berita pilihan BisnisIndonesia.id hari ini, Jumat (5/4/2024). Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id. Berikut ulasannya:

 

Gerak Cepat Indonesia Mengamankan Mineral Kritis dan Strategis

Pemerintah bergerak cepat mengamankan potensi mineral kritis dan mineral strategis yang banyak terkandung dalam sejumlah komoditas tambang mineral Indonesia, sejalan dengan upaya penghiliran di Tanah Air.

Setelah sebelumnya pemerintah mengeluarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 296.K/MB.01/MEM.B/2023 tentang Penetapan Jenis Komoditas Yang Tergolong Dalam Klasifikasi Mineral Kritis, kini pemerintah mengumumkan sejumlah kmoditas mineral strategis.

Melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 69.K/MB.01/MEM.B/2024 tentang Penetapan Jenis Komoditas Yang Tergolong Dalam Klasifikasi Mineral Strategis, Menteri ESDM Arifin Tasrif menetapkan sebanyak 22 komoditas mineral yang masuk dalam klasifikasi mineral strategis, mulai dari nikel, timah, logam tanah jarang, tembaga, hingga zirkonium.

Diterbitkannya beleid yang ditetapkan pada 1 April 2024 ini bertujuan untuk optimalisasi penghiliran mineral di dalam negeri, dalam rangka pengembangan industri strategis dan mendukung pemanfaatan mineral guna meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

 

Kuda-Kuda Leasing Kala Stimulus Restrukturisasi Kredit Disetop

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menghentikan stimulus restrukturisasi kredit perusahaan pembiayaan atau multifinance pada 17 April 2024. Lantas bagaimana kesiapan industri leasing atas kebijakan tersebut?

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan restrukturisasi kredit multifinance awalnya dijadwalkan berakhir pada April 2023.



Adapun hal tersebut diatur dalam beleid Peraturan OJK (POJK) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Perubahan kedua Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 Bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank. Namun kemudian diperpanjang hingga 17 April 2024 lewat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP—55/KDK.05.2022 tentang Penetapan Kebijakan Relaksasi Bagi Lembaga Jasa Keuangan Non Bank.

Berkaitan dengan penghentian stimulus tersebut, lanjut Agusman, kebijakan tidak akan mempengaruhi non performing financing (NPF) industri. Menurutnya, apabila kebijakan tersebut dihentikan pada 17 April, makan NPF gross tidak berdampak signifikan, yakni sekitar 2,48% hingga 2,55%.

 

Menakar Prospek Saham GGRM Usai Cetak Lonjakan Laba pada 2023

Berdasarkan melonjaknya laba bersih, mayoritas konsensus analis, yakni sebanyak 65% atau 13 dari 20 orang yang memantau saham GGRM memberikan rekomendasi beli untuk saham produsen rokok ini.

Konsensus analis memberikan target harga di level Rp23.987 dalam 12 bulan. Adapun, harga saham GGRM pada hari ini, Rabu (3/4/2024) ditutup di level Rp19.975. Dengan kata lain, konsensus analis menilai masih ada potensi peningkatan saham GGRM setidaknya 20,19% dalam 12 bulan ke depan.

Adapun, dari sejumlah analis yang memberikan rekomendasi beli, dua di antaranya adalah Sucor Sekuritas dan Mirae Asset Sekuritas.

Analis Sucor Sekuritas, Niko Pandowo, memberikan rekomendasi beli untuk saham GGRM dengan target harga yang lebih rendah di level Rp24.350 dari sebelumnya Rp29.000.

 

Inflasi di Zona Euro Kian Jinak Pertanda Pelonggaran Moneter Disiapkan

Inflasi di zone euro mengindikasikan sinyal pelonggaran moneter setelah puncaknya saat invasi Rusia ke Ukraina pada 2 tahun lalu.

Kawasan zona euro secara mengejutkan mencatatkan kenaikan inflasi 2,4% (month-to-month/MtM) pada Maret dibandingkan 2,6% pada Februari. Angka ini di luar ekspektasi sebesar 2,5%, seperti dikutip Deutsche Welle (DW) yang berbasis di Jerman pada Kamis (4/4/2024).

Eurostat juga melaporkan kenaikan harga jasa menjadi yang tertinggi secara tahunan pada Maret menjadi 4%, sama dengan level di Februari.

Beberapa anggota lainnya masih harus bertarung lebih lama lagi untuk meredam inflasi seperti Kroasia (4,9%), Austria (4,2%), Estonia (4,1%), dan Belgia (3,8%). Adapun negara-negara yang sudah berhasil menjinakkan inflasi seperti Lithuania (0,3%), Finlandia (0,7%), Latvia (1%), dan Italia (1,3%).

 

Ancaman Sanksi Hantui Perusahaan Tak Bayar THR Pekerja

Ribuan pekerja PT Dirgantara Indonesia menuntut pembayaran gaji dan tunjangan hari raya yang tak kunjung cair hingga Selasa (2/4/2024). Kejadian ini menjadi potret kecil dari terhambatnya hak pekerja sebelum Lebaran Idulfitri.

Sehari setelah aksi damai itu, Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan menegaskan bahwa tunjangan hari raya (THR) telah dibayarkan seluruhnya pada Rabu (3/4/2024). Pembayaran itu juga diebut sesuai dengan Permenaker No 6/2016 tentang THR bagi pekerja.buruh di Perusahaan.



Aturan itu menegaskan bahwa THR wajib dibayarkan oleh pengusaha paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Keagamaan. “Sedangkan untuk gaji bulan Maret 2024 direncanakan dibayarkan pada hari Jumat 5 April 2024,” tulis keterangan resmi PTDI dikutip, Kamis (4/4/2024).

Bila anggota holding BUMN pertahanan Defend ID berhasil menyelesaikan kewajiban THR, diperkirakan masih terdapat pekerja atau buruh yang tidak menerima tunjangan keagamaan pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.