Top 5 News: Kemitraan RI-AS Hingga Pertamina di Masa Transisi

Amerika Serikat memberi dukungan bagi upaya transisi energi di Indonesia, terlihat dari pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Joe Biden di Gedung Putih, Washington D.C.

Nindya Aldila

15 Nov 2023 - 10.22
A-
A+
Top 5 News: Kemitraan RI-AS Hingga Pertamina di Masa Transisi

Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk melakukan pembicaraan mengenai keamanan regional dan transisi energi ramah lingkungan di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, AS, 13 November 2023. REUTERS/Leah Millis

Bisnis, JAKARTA - Amerika Serikat memberi dukungan bagi upaya transisi energi di Indonesia, terlihat dari pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Joe Biden di Gedung Putih, Washington D.C.

Presiden Jokowi berhasil mengantongi sejumlah kesepakatan strategis seperti pertambangan mineral, kelanjutan kontrak dengan Freeport, dan sejumlah proyek yang berhubungan dengan transisi energi lainnya.

Kedua pemimpin sepakat terhadap meningkatkan hubungan AS-Indonesia menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif. Biden dan Jokowi pun merayakan tingkat kerja sama yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, yang dibangun berdasarkan nilai-nilai bersama terkait demokrasi dan pluralisme.

Selain terkait pertemuan Jokowi-Biden, terdapat informasi komprehensif lainnya yang menjadi pilihan BisnisIndonesia.id pada Rabu (15/11/2023), di antaranya adalah:


1. Jalinan Kemitraan RI-Amerika Makin Mantap


Presiden Joe Biden mengatakan kemajuan hubungan bilateral ditandai dengan sejumlah inisiatif baru untuk membangun masyarakat yang bebas dan sejahtera di Indo-Pasifik.

Biden memastikan komitmen untuk memberikan tambahan dana sebesar US$172 juta dalam bentuk program baru di berbagai sektor, termasuk sektor iklim dan transisi energi bersih, pertumbuhan ekonomi, dan kesehatan.

Pertemuan ini menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan rantai pasok bahan baku baterai litium untuk kendaraan listrik seperti nikel, kobalt dan mineral lainnya.


2. Langkah Hati-hati Ekspansi Grup Astra


Grup konglomerasi paling terdiversifikasi di Indonesia, yakni PT Astra International Tbk., tengah merancang arah ekspansi lanjutannya pascapandemi, di tengah kondisi kas yang terkontraksi serta liabilitas yang menggemuk.

Saat ini, Grup Astra memiliki tujuh lini bisnis utama dan puluhan perusahaan. Ketujuh lini utama tersebut yakni otomotif, alat berat dan pertambangan, jasa keuangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, serta properti.

Kian luasnya portofolio usaha grup ini menjadikan tantangan bagi stabilitas grup usaha pun kian berat dan beragam. Di tengah kondisi ini, grup usaha ini berupaya untuk mencari titik keseimbangan antara up


3. Mencari Selamat di Tengah Perang Tarif Internet


Persaingan ketat yang mengarah pada perang harga menjadi penyebab turunnya harga rerata internet per GB di Indonesia. Pelaku industri butuh jalan selamat.

Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Sigit Puspito Wigati Jarot mengatakan fenomena kompetisi dan turunnya tarif rerata internet harus diperhatikan lebih lanjut oleh industri telekomunikasi.

“Akibatnya [perang tarif] sampai tidak dapat berlanjut bisnisnya bagi penyedia jasa, dan buat industri juga berakibat pada kompetisi yang kurang sehat,” ujar Sigit kepada Bisnis, Selasa (14/11/2023).

Menurutnya, harga harus diatur agar tidak terlalu murah atau berada di bawah biaya yang dibutuhkan untuk operasional, teknis, dan lain sebagainya.


4. Peluang Terbuka Biomassa Sawit Menyubstitusi Batu Bara


Pabrik Semen menjajaki pemanfaatan biomassa tandan sawit sebagai subtitusi batu bara. Di Jepang, limbah perkebunan dari Indonesia itu telah lama dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi.

PT Semen Padang menjajaki kerjasama pemanfaatan biomassa tandan kosong sawit sebagai subtitusi batu bara untuk kebutuhan pabrik produsen semen tertua di Asia Tenggara tersebut dengan PT Perkebunan Nusantara V, anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) yang beroperasi di Provinsi Riau.

PTPN V, dengan produksi rata-rata tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mencapai 2,6 juta ton per tahun, memiliki tandan kosong yang cukup besar. Adapun tandan kosong PTPN V sekitar 21% dari total produksi TBS.


5. Komitmen Kilang Pertamina Jaga Ketahanan Energi di Masa Transisi


Keberadaan minyak dan gas bumi (migas) sebagai sumber energi diyakini masih sangat penting dalam roadmap energi nasional meskipun pada saat yang sama dorongan untuk mengakselerasi transisi energi dengan menggencarkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan kian kuat.

Wajar jika PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), subholding refining and petrochemical PT Pertamina (Persero), tetap berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional melalui penyediaan BBM, LPG, dan bahan-bahan dasar petrochemical di masa transisi energi.

Produk yang dihasilkan dari kilang sebagai bagian dari kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO) juga dijaga tetap affordable untuk masyarakat dan memenuhi aspek keekonomian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.