Top 5 News: Laba Himbara Hingga Investasi Asean

Utang BUMN Karya di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) masih menggunung. Utang jumbo BUMN Karya ini dinilai berisiko menggerus laba Himbara tahun ini.

Nindya Aldila

4 Sep 2023 - 10.13
A-
A+
Top 5 News: Laba Himbara Hingga Investasi Asean

ATM Himbara/tv.bisnis.com

Bisnis, JAKARTA - Utang BUMN Karya di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) masih menggunung. Utang jumbo BUMN Karya ini dinilai berisiko menggerus laba Himbara tahun ini.

Sejumlah BUMN Karya memang masih didera utang jumbo dan paling besar berada di Himbara. Menyitir laporan keuangan Waskita per 30 Juni 2023, perseroan mempunyai perjanjian restrukturisasi induk di BRI sebesar Rp2,64 triliun dan Bank Mandiri senilai Rp4,55 triliun.

Selain soal utang BUMN Karya di Himbara, terdapat pula informasi komprehensif lainnya yang menjadi pilihan redaksi BisnisIndonesia.id pada Senin (4/9/2023), di antaranya adalah:

 

1. Ancaman Beban Utang BUMN Karya pada Kinerja Laba Himbara

Kekhawatiran terhadap lesunya laba bank pelat merah itu seiring dengan peningkatan pencadangan. Bank-bank BUMN memang meningkatkan pencadangan mereka di tengah tekanan likuiditas hingga utang jumbo BUMN Karya.

Berdasarkan laporan keuangan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) misalnya meningkatkan rasio pencadangan kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) atau NPL coverage pada Juni 2023 menjadi 304 persen dari Juni 2022 sebesar 253 persen.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, juga mengatakan bahwa laba bank BUMN tahun ini dikhawatirkan lesu, salah satunya karena tekanan likuiditas dan utang jumbo BUMN karya.

 

2. Benarkah Menjual Mobil Listrik Bakal Lebih Menguntungkan?

Bagi produsen otomotif, ternyata menjual mobil elektrik akan lebih menguntungkan bagi perusahaan daripada mobil berbahan bakar minyak (BBM) ataupun mobil diesel.

Paling tidak hal itu mulai dirasakan oleh produsen otomotif asal Jerman, BMW. CEO BMW Oliver Zipse mengatakan memproduksi mobil listrik memang lebih mahal, tetapi biaya tersebut diimbangi dengan para pelanggan yang bersedia mengeluarkan uang lebih banyak.

Sebelumnya, sebuah studi dari Profundo yang berbasis di Belanda mengatakan bahwa produsen otomotif tradisional bakal menelan keuntungan dan meningkatkan valuasinya di mata investor dengan transisi ke mobil listrik hanya dalam 10 tahun ke depan,


3. Seribu Jurus Capai Target Pembangunan 1 Juta Rumah Hijau di 2030

ngembangan pembiayaan perumahan berbasis lingkungan hijau dinilai merupakan solusi bagi Indonesia dalam menekan risiko perubahan iklim global. Pemerintah tengah menginisiasi eksosistem pembiayaan rumah yang terjangkau dengan prinsip bangunan hijau.

Dalam laporan Climate Transparency 2022 menyebutkan bahwa bangunan gedung merupakan salah satu kontributor utama emisi karbon di Indonesia. Emisi tersebut terdiri dari 4,6 persen emisi langsung, seperti pembakaran untuk penghangat dan memasak, dan 24,5 persen secara tidak langsung, seperti jaringan listrik untuk peralatan rumah tangga.

Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis untuk mendorong efisiensi pemanfaatan energi, air, dan sumber daya lainnya pada bangunan perumahan, melalui implementasi konsep bangunan gedung hijau. Hal itu sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.

 

4. Kesuksesan Komunikasi As-China Masih Menyisakan Perselisihan

Perjalanan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo ke China membuahkan hasil yang tak lebih dari komunikasi yang teratur. Sementara itu, kedua belah pihak masih kukuh terhadap kebijakan restriksi ekspor di sektor teknologi.

Raimondo yang menjadi pejabat keempat yang mengunjungi China setelah Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Menteri Keuangan Janet Yellen, dan utusan iklim John Kerry. Upaya itu bertujuan untuk membangun komunikasi yang lebih baik dengan rivalnya.

Kunjungan Raimondo pada akhir Agustus lalu dianggap sebagai peluang yang lebih baik, setelah memenuhi mandat dari Departemen Perdagangan untuk mempromosikan perdagangan AS di luar negeri dan memerangi praktik yang mengancam Negara Paman Sam tersebut.

 

5. Rekor Baru Investasi Asing ke Asean

Daya tarik asing terhadap pertumbuhan ekonomi di Asean telah membawa kawasan itu menjadi wilayah paling menarik minat investor. Ketahanan selama pandemi Covid-19 menjadi salah satu pertanda penting.

Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP) mencatat investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) ke Asean tembus US$224 miliar pada tahun 2022.

Raihan ini diperoleh kawasan berkembang itu di tengah upaya pemulihan Covid-19 di seluruh dunia. Asean terutama Indonesia mampu mengembalikan pertumbuhan ekonomi ke jalur positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.