Free

Top 5 News: Nyala PLTU, Laba Bank Investor Asean, dan Ekspor Konsentrat Tembaga

Ulasan tentang upaya pemerintah yang kini tak lagi terobsesi pada pemensiunan dini PLTU untuk mengurangi emisi pembangkit, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, Jumat (10/5/2024).

Ibeth Nurbaiti

10 Mei 2024 - 06.55
A-
A+
Top 5 News: Nyala PLTU, Laba Bank Investor Asean, dan Ekspor Konsentrat Tembaga

Ilustrasi Top 5 News. Sumber: Canva

Bisnis, JAKARTA — Di tengah sederetan upaya melakukan transisi energi, rencana 'suntik mati' alias pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara tak lagi menjadi program andalan pemerintah.

Pemerintah bahkan tak lagi terobsesi untuk melakukan pensiun dini PLTU batu bara yang sebelumnya menjadi salah satu program transisi energi yang diharapkan bisa mempercepat target nol emisi karbon (net zero emission/NZE) pada 2060.

Terlebih, untuk melakukan suntik mati PLTU batu bara juga bukan perkara mudah. Selain memerlukan biaya yang mahal, biaya energi yang berpotensi naik juga tidak bisa dikesampingkan.

Itu sebabnya, penggunaan energi fosil khususnya batu bara juga masih dapat terus dilakukan tetapi dengan menerapkan teknologi yang dapat mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) pada emas hitam itu.

Ulasan tentang upaya pemerintah yang kini tak lagi terobsesi pada pemensiunan dini PLTU untuk mengurangi emisi pembangkit, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, selain beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik tersaji dari meja redaksi Bisnisindonesia.id.

Berikut intisari dari top 5 News Bisnisindonesia.id yang menjadi pilihan editor, Jumat (10/5/2024):

 

Upaya Ekstra di Ruang Sempit Cadangan Devisa

Ancaman tekanan cadangan devisa semakin terasa karena situasi ekonomi global yang masih menghadapi ketidakpastian. Kondisi tersebut menuntut Bank Indonesia untuk bermanuver lebih aktif dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan pasar keuangan domestik. 

BI mencatat cadangan devisa per April 2024 sebesar US$136,2 miliar, yang merupakan angka terendah sejak Desember 2022. Posisi tersebut kembali mengalami penurunan sebesar US$4,2 miliar atau Rp67,5 triliun dari posisi bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$140,4 miliar atau Rp2.257 triliun. 


Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa salah satu penyebab penurunan cadangan devisa adalah untuk kebutuhan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah gejolak perekonomian global yang tinggi.

Adapun, posisi cadangan devisa Indonesia pada April 2024 masih setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Posisi cadangan devisa itu juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

 

Nyala Batu Bara Pembangkit, PLTU Tak Akan Padam

Tak bisa dimungkiri, dominasi penggunaan energi fosil memang masih menjadi salah satu aral percepatan proyek energi baru terbarukan. Dengan sangat melimpahnya potensi energi surya, bayu, hidro, bioenergi, panas bumi, hingga laut yang totalnya mencapai 3.686 gigawatt (GW), sejatinya dapat menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk beralih menggunakan energi yang lebih bersih.

Kendati demikian, untuk sementara waktu Indonesia tidak akan menambah rencana pensiun dini PLTU meskipun pemerintah menghentikan pembangunan PLTU baru, sembari menerapkan teknologi untuk menekan emisi karbonnya.

Sebagai gambaran, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setidaknya telah mengusulkan PLTU Cirebon, PLTU Pelabuhan Ratu, dan PLTU Paiton masuk dalam program pensiun dini bersama 30 PLTU lainnya. Sayangnya, progres rencana percepatan pensiun dini PLTU tersebut tidak secepat yang diharapkan, bahkan terbilang masih jalan di tempat.

Upaya pemensiunan dini PLTU Cirebon-1 di Jawa Barat sejatinya dapat menjadi gambaran kerumitan dan proses panjang yang harus dilalui. Adapun, progres rencana pensiun dini PLTU Pelabuhan Ratu lewat skema akuisisi aset dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) ke PT Bukit Asam Tbk. juga diketahui masih belum signifikan.

 

Laba Bank Besutan Investor Asean dan Kinerja Lesu Bank Milik Konglomerat

Bank-bank yang dikendalikan oleh grup keuangan asal negeri jiran membukukan kinerja yang beragam pada kuartal pertama tahun ini. Mayoritas mencetak peningkatan kinerja, tetapi ada pula yang lesu dan merugi.

Di antara bank-bank dengan kinerja yang positif, ada PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), yang 91,45% sahamnya dimiliki oleh CIMB Group Sdn Bhd, institusi keuangan asal Malaysia.


Pada perkembangan lain, sejumlah bank milik konglomerat melaporkan kinerja keuangan yang tidak begitu memuaskan pada awal tahun ini.

PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (MAYA) milik Dato Sri Tahir, misalnya, membukukan kinerja laba yang jeblok pada awal tahun atau kuartal I/2024.

Selain itu, PT Bank Mega Tbk. (MEGA) milik Chairul Tanjung juga mencatatkan penurunan laba, begitu juga PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo yang meskipun telah meraup laba bersih Rp14,84 miliar pada kuartal I/2024, tetap saja turun 31,98% YoY dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal I/2023 sebesar Rp21,83 miliar.

Lalu, PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) milik taipan Anthoni Salim meraup laba bersih Rp32,82 miliar pada kuartal I/2024, turun 44,22% YoY dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya Rp58,84 miliar pada kuartal I/2023.

Bahkan, bank digital milik Eddy Kusnadi Sariaatmadja atau Emtek Group, yakni Superbank membukukan kerugian Rp105,06 miliar pada kuartal I/2024. 

 

Di Balik Peluncuran Edisi Terbatas Mitsubishi Pajero Sport, Xpander Cross

Mitsubishi Motors memperkenalkan varian edisi terbatas untuk dua mobilnya Pajero Sport dan Xpander Cross, Kamis (9/5/2024), sebagai respons terhadap antusiasme pasar terhadap model spesial.

Mengusung tagline Experience the Unlimited Excitement of Adventures, peluncuran dilakukan dengan men-display varian edisi terbatas tersebut pada even Mitsubishi Motors Large Auto Show Exhibition, 9–12 Mei 2024 di Bekasi, Palembang, Bandung, dan beberapa kota lainnya.

Melalui peluncuran model edisi terbatas, Mitsubishi ingin memberikan penyegaran produk serta pilihan yang lebih luas bagi konsumen yang menginginkan model yang lebih tegas, lebih mewah, dan lebih eksklusif dibandingkan dengan model reguler.

Dua model edisi terbatas akan dihadirkan dengan warna two-tone eksklusif dan aksesoris eksklusif. Kedua model terbatas ini diyakini akan memenuhi keinginan dari konsumen yang penuh passion, dan akan mendapat feedback positif dari konsumen.

 

Lampu Hijau Ekspor Konsentrat Tembaga Freeport dan Amman Mineral

Setelah dilanda gundah gulana lantaran pemerintah tak kunjung memberikan perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga, PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama PT Amman Mineral Internasional Tbk. kini bisa menghela napas dengan lega.


Pemerintah akhirnya memberi sinyal kuat perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga yang dihasilkan oleh kedua perusahaan tersebut, yang sejatinya hanya berlaku sejak Juli 2023 hingga Mei 2024.

Progres positif pembangunan smelter tembaga yang dicapai Freeport Indonesia dan Amman Mineral menjadi pertimbangan pemerintah untuk kembali memberikan relaksasi ekspor konsentrat tembaga pada tahun ini kepada kedua perusahaan itu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa perpanjangan relaksasi ekspor konsentrat tembaga tersebut diberikan untuk menghargai upaya Freeport dan Amman Mineral dalam memenuhi komitmen mereka yang telah melakukan penghiliran dengan membangun industri pengolahan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri. 

Kendati demikian, Presiden ke-7 RI itu kembali menekankan bahwa mengenai perpanjangan relaksasi izin ekspor konsentrat tembaga akan dikembalikan kepada kementerian yang bersangkutan, salah satunya Kementerian Perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.