Top 5 News: Pendapatan Unit Linked Hingga Program Makan Siang Gratis

Premi asuransi unit linked masih menjadi pemberat utama dari total pendapatan premi asuransi jiwa sepanjang 2023. Selain itu, program makan siang gratis dari Prabowo masih menjadi topik hangat pada Rabu (28/2/2023).

Nindya Aldila

28 Feb 2024 - 11.05
A-
A+
Top 5 News: Pendapatan Unit Linked Hingga Program Makan Siang Gratis

Bisnis, JAKARTA - Premi asuransi unit linked masih menjadi pemberat utama dari total pendapatan premi asuransi jiwa sepanjang 2023. Kondisi tersebut membuat pendapatan premi mengalami penyusutan sebesar 7,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pendapatan premi asuransi jiwa mencapai Rp177,66 triliun sepanjang 2023. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, penurunan pendapatan premi berasal dari produk unit-linked yang merosot 22,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp110,23 triliun menjadi Rp85,33 triliun pada 2023.

Selain soal unit linked, terdapat informasi komprehensif lainnya yang menjadi pilihan BisnisIndonesia.id pada Rabu (28/2/2024). 


1. Pengembang Rumah Subsidi Minta Tambah Kuota FLPP Demi Penuhi Permintaan MBR

Di sepanjang tahun ini alokasi bantuan rumah bersubsidi melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dari pemerintah hanya diberikan 166.000 unit atau turun 3,9%  dari realisasi 229.000 unit pada 2023. Berkurangnya alokasi hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini berlangsung di tengah tantangan besar kekurangan rumah atau backlog yang mencapai 12,7 juta unit. 

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Daniel Djumali mengatakan jika kuota FLPP di tahun ini tidak bertambah, maka dipastikan setelah bulan Juli atau Agustus 2024, konsumen MBR dan milenial yang membutuhkan rumah subsidi tidak bisa merealisasikan memiliki hunian karena kehabisan kuota. 

Dia berharap pemerintah dapat menambah kuota FLPP untuk rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sesegera mungkin. Terlebih, sektor properti khususnya rumah subsidi menyerap banyak tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung karena sektor properti mempunyai efek ganda terhadap lebih 170 sektor industri lainnya.


2. Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Bisa Telan Rp1,06 triliun Per Hari

Anggaran makan siang gratis dari program milik Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diproyeksikan bakal tembus lebih dari Rp253,8 triliun per tahun. 

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya melaporkan terdapat sekitar 70,5 juta calon penerima makan siang gratis mulai dari bayi 5 tahun (balita) hingga siswa sekolah menengah pertama (SMP). 

Ketua Umum Partai Golkar tersebut menjelaskan program tersebut untuk 22,3 juta balita; 7,7 juta siswa taman kanan-kanak (TK); 28 juta siswa Sekolah Dasar (SD); serta 12,5 juta SMP. Mereka akan dapat jatah Rp15.000 per orang.


3. Mengatasi Sederet Tantangan Adopsi Bus Listrik

Setelah Jakarta, giliran Kota Surabaya resmi memulai transisi sistem angkutan penumpang dengan mengoperasikan 15 unit bus listrik Trans Semanggi, Ahad (25/2/2024).

Berbeda dengan Transjakarta yang menggunakan bus besar, Trans Semanggi menggunakan bus medium eks-G20, berkapasitas tempat duduk 19 penumpang, dan 5 penumpang berdiri.

Seluruh armada bus listrik Trans Semanggi yang dikelola oleh DAMRI tersebut beroperasi di rute Terminal Purabaya-ITS-Kenjeran Park via Middle East Ring Road (MERR) Surabaya.


4. Biang Kerok Premi Asuransi Unit Linked Makin Keok

Premi unit-linked berkontribusi 48% dari total pendapatan premi industri pada 2023. Di sisi lain, AAJI mencatat premi tradisional tumbuh 14,1% yoy dari Rp80,95 triliun menjadi Rp92,33 triliun, atau berkontribusi 52% dari total pendapatan premi industri. 

Indonesia Financial Group Progress (IFG Progress) menilai dalam konteks kinerja bisnis, produk unit-linked masih terdampak scarring effect dari diberlakukannya Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 05/SEOJK.05/2022.


5. Strategi Bankir Pikat Nasabah Tajir

Bank-bank besar Tanah Air berlomba memikat nasabah kaya melalui beragam produk keuangan inovatif, memanfaatkan tren pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang cenderung lebih tinggi dari kalangan nasabah kelas kakap ini.

Berdasarkan data distribusi simpanan nasabah perbankan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Oktober 2023, nilai tabungan nasabah tajir di bank, yakni nasabah dengan nilai tabungan di atas Rp5 miliar per rekening, mencapai Rp4.384 triliun.

Nilai tersebut setara dengan 53% dari seluruh DPK yang ada di industri perbankan yang secara total mencapai Rp8.269 triliun. Tidak saja memiliki porsi terbesar, nilai tabungan nasabah tajir ini juga tumbuh paling tinggi dalam 3 tahun terakhir, yakni 34%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.