Top 5 News: Prospek Saham Bank BUMN hingga Skema KPR Flat 35

Berita tentang prospek saham bank BUMN, semarak bisnis data center, strategi emiten transportasi jelang mudik Lebaran, penjualan mobil domestik, dan kajian skema KPR flat 35 tahun menjadi berita pilihan editor BisnisIndonesia.id hari ini, Senin, 11 Maret 2024.

Emanuel Berkah Caesario

11 Mar 2024 - 07.30
A-
A+
Top 5 News: Prospek Saham Bank BUMN hingga Skema KPR Flat 35

Bisnis, JAKARTA — Kenaikan harga saham-saham bank BUMN pascapengumuman besaran dividen menjadi salah satu faktor utama penopang kenaikan kinerja IHSG hingga menyentuh rekor baru pekan lalu. Saham-saham ini pun masih dinilai menarik oleh analis untuk tetap dikoleksi investor.

Berita tentang rekor kinerja IHSG lantaran sentimen positif dividen tebal bank BUMN menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id hari ini, Senin (11/3/2024). Selain berita tersebut, sejumlah berita menarik lainnya turut tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id

Berikut ini highlight Top 5 News Bisnisindonesia.id hari ini:

1. Prospek Saham Bank BUMN Usai Menghantar IHSG Menuju Rekor

Melejitnya kinerja saham bank-bank BUMN usai mengumumkan keputusan pembagian dividen bernilai jumbo menjadi salah satu faktor utama di balik kinerja IHSG yang kembali menyentuh rekor baru pekan lalu.

Setelah mencetak rekor baru pada Kamis (7/3/2024) di level 7.373,96, indeks komposit tersebut ditutup naik tipis 0,11% atau 7,94 poin ke level 7.381,91 pada akhir pekan lalu, Jumat (8/3/2024). Dengan demikian, IHSG memecahkan rekor baru selama 2 hari berturut-turut pekan lalu.

IHSG sejatinya sempat level tertinggi 7.416,43 pada sesi pertama akhir pekan lalu, sebelum mendingin kembali di sisa periode perdagangan hingga penutupan. Dengan posisi terakhir itu, IHSG tercatat sudah naik 1,50% year-to-date (YtD) atau dibanding akhir 2023.

Berdasarkan data perdagangan yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI), kencangnya kinerja IHSG pada akhir pekan lalu terutama ditopang oleh saham lima bank besar, tiga di antaranya adalah BUMN.

Di posisi pertama top leader, ada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang naik 2,01% ke posisi Rp6.350. Ini adalah posisi rekor untuk saham emiten berkode BBRI tersebut. BBRI menyumbang 14,55 poin bagi kenaikan IHSG.

Selanjutnya, ada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), yang naik 2,09% ke level Rp6.100 dan menyumbang 4,54 poin bagi IHSG. Sama seperti BRI, ini pun adalah posisi rekor bagi harga saham BBNI. 

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ada di urutan ke-4, setelah PT Bayan Resources Tbk. (BYAN). Saham Bank Mandiri naik 0,35% ke level Rp7.125 dan menyumbang kenaikan 2,28 poin bagi IHSG.


 

2. Semarak Kawasan Industri dan CBD Jakarta Berlomba Tangkap Peluang Data Center

Tren data center mengalami peningkatan baik berada di suburban atau kawasan industri dan juga di pusat kota Jakarta. 

Dalam catatan Bisnis, beberapa tahun belakangan, para pengembang tengah masif membangun kota atau kawasan terpadu berbasis digital di Indonesia khususnya berada di suburban atau daerah pinggiran kota tepatnya di kawasan industri. 

Pembangunan Silicon Valley di Indonesia sendiri dipionir oleh Sinar Mas Land yang telah mulai membangun Digital Hub di BSD City sejak 18 Mei 2017 silam dengan nilai investasi mencapai Rp7 triliun. 

Dibangun pada lahan seluas 26 hektare (ha), Digital Hub ini didedikasikan untuk perusahaan rintisan, komunitas, lembaga pendidikan, serta perusahaan multinasional yang berfokus pada industri digital dan teknologi.

Seiring dengan perkembangannya, Digital Hub menjadi rumah bagi pusat pengembangan inovasi bagi beberapa perusahaan global. Sinar Mas Land telah mentransformasi BSD City sebagai integrated smart digital city dengan meluncurkan kawasan Digital Hub. 

Kawasan ini dirancang untuk menunjang operasional perusahaan teknologi dan digital, seperti perusahaan start-up, technology leaders, hingga institusi pendidikan di bidang IT science. 

Hingga saat ini sejumlah perusahaan digital, teknologi serta perusahaan multinasional telah bergabung di kawasan ekosistem Digital Hub, mulai dari NTT, Traveloka, Apple Developer Academy, Juniper, Grab, SIRCLO, MyRepublic, BIZZY, AWS Academy, KlikDokter, hingga Monash University.

 

3. Persiapan Emiten Transportasi Tangkap Peluang Mudik Lebaran 2024

Sejumlah emiten di sektor jasa transportasi dan logistik mulai mempersiapkan strategi untuk menangkap potensi peningkatan permintaan selama momen mudik Lebaran tahun ini.

Di sektor angkutan udara, emiten penerbangan BUMN, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menyiapkan sebanyak total 1,4 juta kursi penerbangan untuk periode angkutan Lebaran 2024. Jumlah itu terdiri atas 706.000 kursi Garuda Indonesia dan 710.000 kursi Citilink Indonesia.

Emiten taksi milik keluarga Djokosoetono, PT Blue Bird Tbk. (BIRD) juga merancang strategi untuk memaksimalkan peluang jelang momentum mudik Lebaran 2024 atau Hari Raya Idulfitri 1445 H. Perseroan menyiapkan armada baik taksi, mobil rental, bus, maupun shuttle antarkota dengan jumlah yang memadai.

Emiten transportasi dan logistik Grup Triputra milik konglomerat TP Rachmat, PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) juga berpeluang ketiban berkah jelang Lebaran 2024. Untuk antisipasi lonjakan permintaan dan harga menjelang Lebaran, perseroan sudah menyiapkan stok mobil.

Sementara itu, perusahaan otobus (PO), PT Eka Sari Lorena Transport Tbk. (LRNA) akan mengerahkan armada sebanyak 250 unit bus untuk memaksimalkan peluang momentum mudik.

Emiten transportasi, PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk. (WEHA) atau White Horse Group juga menyiapkan armada sekitar 400 unit yang terdiri dari bus besar, bus medium, hingga minivan untuk mengakomodir mobilitas masyarakat dan memaksimalkan peluang mudik Lebaran 2024.


 

4. Asa Melajukan Penjualan Mobil Domestik Lewat PPnBM LCGC

Perkembangan pasar kendaraan roda empat di Tanah Air yang masih terjebak di level 1 juta unit per tahun telah menjadi perhatian Kementerian Perindustrian dan pelaku industri terkait. Idealnya, penjualan mobil baru di Indonesia seharusnya sudah menembus level 2 juta unit per tahunnya.

Kendati masih banyak pekerjaan rumah yang harus dirampungkan, Kementerian Perindustrian terus berupaya mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional. Salah satunya, dengan mengusulkan pembebasan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) melalui program mobil rakyat. 

Sempat digulirkan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada akhir 2021 lalu, wacana pembebasan PPnBM untuk mobil rakyat tersebut kembali mengemuka. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah menyampaikan usulan tersebut kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sejak akhir 2021. 

Namun, dalam perkembangan terakhir usulan tersebut belum mendapat lampu hijau dari Kemenkeu sehingga Kemenperin menyatakan masih pada posisi menunggu kepastian atas usulan tersebut.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan bahwa Kemenperin mendorong supaya mobil jenis low cost green car (LCGC) tidak masuk dalam kategori barang mewah sehingga bisa dibebaskan dari PPnBM.

 

5. Kala Pemerintah Terus Kaji Skema Flat 35 Atasi Tantangan Urbanisasi Perkotaan

Berbagai cara memang dilakukan pemerintah untuk mempermudah memiliki rumah. Salah satunya dengan menggodok skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) flat 35 tahun. Skema Flat 35 telah sukses dijalankan di Negeri Sakura dan merupakan skema pinjaman perumahan dengan suku bunga tetap yang disediakan oleh Badan Pembiayaan Perumahan Jepang atau Japan Housing Finance Agency (JHF) bekerja sama dengan lembaga keuangan swasta. 

Flat 35 merupakan pinjaman dengan suku bunga tetap adalah jenis pinjaman yang tingkat pinjaman (suku bunga) dan jumlah angsuran tetap sampai jatuh tempo sehingga memungkinkan konsumen untuk membuat rencana hidup jangka panjang.

Pada akhir 2023, Indonesia melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) telah menjalin kerja sama dengan JHF dalam rangka pertukaran informasi terkait penelitian dan program yang terkait dengan instrumen keuangan untuk mengoptimalkan penyediaan rumah terutama bagi rumah tangga berpendapatan menengah ke bawah. Salah satu produk pembiayaan perumahan yang sudah berlaku di Jepang dan bisa diadopsi di Indonesia yakni Flat 35.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna mengatakan KPR Flat 35 telah dilakukan pembahasan dan diusulkan kepada Kementerian Keuangan. Hal ini sebagai upaya agar konsep pembiayaan perumahan yang ada saat ini bisa dibuat lebih optimal dan menyasar banyak kalangan. 

“Artinya tadi, bagaimana produk FLPP nanti bisa membuat orang mampu mencicil rumah di perkotaan, termasuk tenornya juga diperpanjang. Kemudian, tingkat bunganya harus di level berapa,” ujarnya dikutip Minggu (10/3/2024).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.