Top 5 News: Restitusi Pajak Turun hingga Investigasi Rangka eSAF

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi pengembalian pajak atau restitusi pajak hingga akhir Juli 2023 mencapai Rp120,15 triliun.

Fatkhul Maskur

18 Sep 2023 - 08.26
A-
A+
Top 5 News: Restitusi Pajak Turun hingga Investigasi Rangka eSAF

Realisasi restitusi pada periode laporan didominasi oleh restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) dalam negeri sebesar Rp96,83 triliun atau tumbuh 6,78 persen. - Foto Bisnis.com

Bisnis, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi pengembalian pajak atau restitusi pajak hingga akhir Juli 2023 mencapai Rp120,15 triliun.

Berita tentang restitusi pajak turun dan penanda pemulihan ekonomi menjadi salah satu pilihan redaksi BisnisIndonesia.id.

Selain itu, sejumlah berita menarik lainnya turut tersaji dari meja redaksi Bisnisindonesia.id.

Berikut ini sorotan utama Bisnisindonesia.id, Senin (18/09/2023):

1. Restitusi Pajak Turun, Penanda Pemulihan Ekonomi?

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi pengembalian pajak atau restitusi pajak hingga akhir Juli 2023 mencapai Rp120,15 triliun, turun 3,56 persen secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp124,59 triliun.

Realisasi restitusi pada periode laporan didominasi oleh restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) dalam negeri sebesar Rp96,83 triliun atau tumbuh 6,78 persen.

Selain itu, jenis pajak yang turut menyumbang realisasi restitusi pajak adalah restitusi pajak penghasilan (PPh) Pasal 25/29 sebesar Rp 20,25 triliun. Namun, restitusi jenis pajak ini terpantau turun signifikan 30,81 persen.

Sementara itu, realisasi restitusi menurut sumbernya didominasi oleh restitusi dipercepat, yaitu Rp62,09 triliun (+20,63 persen). Sedangkan restitusi dari upaya hukum sebesar Rp13,51 triliun (-24,6 persen). Restitusi normal tercatat Rp44,53 triliun (-19,32 persen)

2. Langkah Maju Genting Oil di Blok Kasuri

Rencana pengembangan ladang gas Asap-Kido-Merah di Blok Kasuri, Teluk Bintuni, Papua Barat oleh Genting Oil Kasuri Pte Ltd. (GOKPL)—anak perusahaan tidak langsung Genting Oil & Gas Limited (GOGL)—terus menunjukkan kemajuan.

Setelah beberapa kali tertunda sejak hak pengelolaan dipegang pada 2008, Blok Kasuri yang dikelola entitas Genting Group yang dikendalikan taipan dan pengusaha resor judi asal Malaysia, Lim Kok Thay, itu ditargetkan segera berproduksi perdana gas alam cair (LNG) pada kuartal II/2026.

Terlebih, sejumlah tahapan menuju operasi komersial Blok Kasuri tersebut telah dilewati, terutama setelah pemerintah menyetujui Genting Oil Kasuri untuk menggarap ladang gas tersebut.

Sempat terhenti sejak 2016 seiring dengan pembahasan revisi rencana pengembangan (plan of development/PoD) pada 9 Februari 2023, pemerintah melalui SKK Migas juga telah melakukan monetisasi gas dari lapangan lapangan Asap-Kido-Merah.

3. Sinyal Redup Konversi Motor Listrik

Kian sepinya peminat program konversi motor konvensional berbasis bahan bakar minyak (BBM) ke motor listrik menjadi sinyal kuat bakal makin sulitnya bagi pemerintah untuk mencapai target 50.000 unit motor konversi hingga akhir tahun ini.

Kendati pemerintah telah menjanjikan insentif sebesar Rp7 juta per unit untuk konversi sepeda motor listrik sejak akhir Maret 2023 lalu, nyatanya minat masyarakat untuk ikut dalam program tersebut tidaklah banyak.

Berdasarkan data terakhir dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), jumlah pengajuan konversi motor listrik oleh masyarakat bahkan hanya mencapai 5.628 pemohon, dan itu juga sekitar 2.069 pemohon telah mengundurkan diri dengan berbagai alasan.

4. Perbankan Menagih Insentif Pembiayaan Ekonomi Hijau

Upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan tidak cukup hanya dengan revisi taksonomi hijau, melainkan juga perlu insentif yang menarik, baik bagi perbankan selaku penyalur pembiayaan, maupun debitur selaku pelaku ekonomi hijau.

Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan,   mengatakan bahwa pemberian insentif perlu dilakukan agar perbankan lebih aktif terjun ke industri hijau dalam mendukung keberlanjutan.

Menurutnya, insentif bagi perbankan dapat berupa insentif aset tertimbang menurut risiko (ATMR), pajak, maupun subsidi bunga.

Iya saya rasa perlu ya. Lalu, ATMR sendiri artinya portofolio kredit hijau mendapat keringanan untuk aktiva tertimbang menurut risiko di mana perlakuannya khusus tidak seperti kredit pada umumnya,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (14/9/2023).

5. Empat Temuan Lengkap Investigasi Rangka e-SAF Motor Honda

Kementerian Perhubungan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melakukan penelitian terkait rangka enhanced Smart Architecture Frame (eSAF) yang digunakan pada sejumlah skutik keluaran PT Astra Honda Motor (AHM).

Penelitian dilakukan usai beredar sejumlah video warga yang menggambarkan kerangka eSAF diduga patah. Rangka eSAF motor Honda juga diklaim meleyot dan patah oleh beberapa pengguna media sosial.

Dalam beberapa video yang viral, tampak motor Honda yang menggunakan rangka eSAF mengalami masalah yang sama yakni patah di bagian tengah. Rangka skutik Honda dituding terbuat dari bahan yang mudah karatan sehingga menyebabkan patah di sana dan sini.

Pemerintah melalui Kemenhub juga telah menyelesaikan penelitian tentang rangka motor eSAF yang banyak dikeluhkan masyarakat tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.