Top 5 News: Saham BMRI Usai Stock Split—Properti Tertatih-tatih

Berita pilihan: mengukur prospek saham Bank Mandiri hingga pemulihan industri properti masih tertatih-tatih.

Jaffry Prabu Prakoso

6 Apr 2023 - 09.46
A-
A+
Top 5 News: Saham BMRI Usai Stock Split—Properti Tertatih-tatih

Nasabah melakukan transaksi BI Fast melalui aplikasi Livin by Mandiri di Jakarta. /Bisnis-Fanny Kusumawardhani.

Bisnis, JAKARTA — Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. cenderung konsolidatif usai menggelar stock split atau pemecahan nilai saham pekan ini. Meski demikian, saham perseroan dinilai bakal tetap menarik.

Emiten dengan kode saham BMRI tersebut melakukan stock split dengan rasio 1:2 sejak Selasa (4/4/2023) kemarin. Dengan demikian, jumlah saham beredar perseroan meningkat dua kali lipat, sedangkan nilai nominalnya menjadi tinggal separuh.

Sebelum melakukan stock split, nilai nominal saham BMRI mencapai Rp250 per saham dengan jumlah saham mencapai 46,66 miliar lembar. Setelah stock split, nilai nominal saham BMRI menjadi Rp125 per saham dengan jumlah saham sebanyak 93,33 miliar lembar.

Jumlah saham BMRI dalam modal dasar juga bertambah dari semula 64 miliar lembar menjadi 128 miliar lembar pasca-stock split. Perubahan nilai nominal tentu turut berdampak terhadap perubahan harga.

Berita tentang Bank Mandiri salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id hari ini, Kamis (6/4/2023). Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id. Berikut ulasannya:

 

Menangkap Momentum Loncatan Harga Minyak untuk Transisi Energi

Pemangkasan produksi minyak oleh OPEC+ yang telah mengantarkan harga minyak lebih tinggi hingga US$80 per barel bisa menjadi pemantik bagi percepatan transisi ke energi bersih.

Bak pisau bermata dua, kenaikan harga minyak telah terbukti menciptakan keuntungan dan kerugian bagi transisi energi. Harga minyak yang kian mahal makin menurunkan permintaan dan mendorong penggunaan energi alternatif yang lebih bersih.

Namun di sisi lain, kenaikan harga minyak justru mendorong banyak negara akhirnya kembali ke energi fosil lain seperti batu bara dan gas. Hal itu seperti yang terjadi di beberapa negara Eropa setelah pecahnya perang di Ukraina.

Kepala strategi komoditas di Saxo Bank Ole Sloth Hansen, berpendapat jika harga minyak semakin tinggi, maka insentif untuk melanjutkan transisi energi akan menjadi lebih besar.

 

Menanti Realisasi Investasi 2023 Terdongkrak UU Cipta Kerja

Indonesia akhirnya memiliki Undang-Undang Cipta Kerja, setelah Perppu Cipta Kerja yang dibuat pemerintah disetujui menjadi undang-undang dalam rapat paripurna DPR.

Kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja, yang diharapkan membantu derasnya investasi yang masuk, menghadapi rintangan yang tidak kecil. Perlambatan ekonomi global diprediksi akan menurunkan arus investasi langsung ke banyak negara, termasuk Indonesia.

Perkiraan melambatnya investasi karena perlambatan ekonomi global disampaikan Bank Dunia. Laporan Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan investasi di emerging market dan  negara ekonomi berkembang (EMDEs) akan mengalami peningkatan. Namun, angkanya di bawah tingkat rata-rata selama dua dekade terakhir hingga jangka menengah.

Prospek yang lemah tersebut sejalan dengan pertumbuhan investasi yang tersebar luas secara geografis selama satu dekade pelambatan sebelum pandemi Covid-19.

 

Mengukur Prospek Saham BMRI Usai Stock Split

Langkah stock split saham BMRI tampaknya beralasan. Dalam setahun terakhir, saham BMRI sudah meningkat ke level tertingginya dalam sejarah. Saham perseroan setidaknya sudah meningkat 40 persen dalam 5 tahun terakhir, yang mana sekitar 30 persen di antaranya terjadi dalam setahun terakhir.

Pada aksi stock split ini, saham seri A dwiwarna tetap dipertahankan satu saham. Kemudian, sisanya diperhitungkan menambah jumlah saham seri B milik Negara Republik Indonesia dan tetap menjadi pemegang saham pengendali perseroan.

Vice President Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, mengatakan bahwa aksi tersebut akan banyak berdampak ke sisi likuiditas saham BMRI, karena dengan harga yang lebih murah menjadi lebih mudah diperdagangkan.

"Kemudian terjadi peningkatan transaksi yang menguntungkan bagi para broker," katanya kepada Bisnis pada Selasa (4/4/2023).

 

Kondisi Genting BP di Proyek LNG Tangguh Dibayangi Penalti

Berkali-kali molor, proyek fasilitas pengolahan (train) unit 3 gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat dipastikan mulai beroperasi komersial atau onstream pada November 2023.

Penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) kilang LNG Tangguh Train 3 yang dikerjakan oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) BP Berau Ltd. itu terus dikebut, mengingat ada potensi denda atau penalti akibat penundaan masa operasi komersial.

Molornya penyelesaian kilang LNG itu tentu saja berdampak pada upaya pemenuhan kebutuhan gas bumi di dalam negeri. Terlebih, LNG dari kilang yang dikelola oleh BP tersebut banyak dimanfaatkan oleh kelistrikan dan industri pupuk Tanah Air.

Selain berdampak pada ketatnya pasokan LNG di dalam negeri, molornya proyek Tangguh Train 3 juga membuat kesempatan Indonesia untuk bisa mengakomodir permintaan baru dari sejumlah pembeli potensial di tengah meningkatnya permintaan LNG dari Eropa dan sejumlah negara Asia kandas begitu saja.

 

Pemulihan Properti Masih Tertatih-tatih di Kuartal Pertama 2023

Dalam tiga bulan pertama tahun ini, sektor properti terus mengalami pemulihan atau recovery setelah dalam 3 tahun terakhir dilanda badai pandemi Covid-19. Meskipun telah mengalami pemulihan, namun kondisi properti belum bisa seperti sebelum Pandemi Covid-19 atau tahun 2019.

Pada kuartal I tahun 2023, Colliers Indonesia mencatat tingkat hunian atau okupansi ruang perkantoran di kawasan central business district (CBD) sedikit mengalami penurunan sebesar 3 persen menjadi 72 persen secara kuartal. Namun, okupansi ruang perkantoran di luar CBD berada di kisaran 71,9 persen atau cenderung stabil jika dibandingkan kuartal sebelumnya.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan penurunan tingkat hunian pada tiga bulan pertama di tahun ini karena penambahan pasokan yang menyebabkan tingkat hunian turun sebesar 3 persen dari kuartal IV tahun 2022. Tingkat okupansi diperkirakan terus menurun hingga akhir 2023 lantaran tingkat ruang kosong bertambah.

Di Jakarta, ruang kosong yang belum terserap tercatat 3.1 juta meter persegi atau 65 persen ada di CBD. Pada tahun 2019, ruang kosong kantor di Jakarta tercatat sekitar 1,7 juta meter persegi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.