Free

Top 5 News: Sentimen Negatif Gagal Bayar BUMN Karya hingga Letupan Resesi Negara Mitra

Gagal bayar BUMN karya, pilpres, dan prospek pasar obligasi 2024 hingga meredam efek rambatan dari resesi negara tetangga.

Tim Redaksi

20 Feb 2024 - 07.52
A-
A+
Top 5 News: Sentimen Negatif Gagal Bayar BUMN Karya hingga Letupan Resesi Negara Mitra

Investor mencari informasi penjualan obligasi melalui salah satu platform mobile banking di Jakarta. Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis, JAKARTA — Gairah penerbitan surat utang korporasi tahun ini diramal bakal kembali meningkat, apalagi jika pemilihan presiden (pilpres) berlangsung satu putaran. Meski begitu, risiko gagal bayar obligasi BUMN Karya menjadi sentimen negatif yang bakal mengganggu dinamika pasar tahun ini.

Kepastian Presiden baru terpilih tanpa harus menunggu putaran kedua bakal memberikan optimisme bagi korporasi dalam merancang arah dan strategi bisnis mereka tahun ini, termasuk dalam menentukan akan merealisasikan penerbitan surat utang baru atau tidak.

Di sisi lain, pasar juga tengah mengantisipasi berakhirnya era suku bunga tinggi pada pertengahan tahun ini. Bank Sentral Amerika Serikat, yakni the Fed, sebelumnya sudah memberikan sinyal bakal mulai menurunkan suku bunga acuannya tahun ini. Jika terealisasi, Bank Indonesia kemungkinan akan menyusul.

Seiring dengan itu, imbal hasil atau yield surat utang di pasar pun berpotensi menurun. Hal ini bakal memberikan ruang bagi korporasi untuk menerbitkan surat utang baru dengan biaya dana yang lebih murah.

Artikel tentang sentimen atas gagal bayar BUMN karya menjadi salah satu berita pilihan BisnisIndonesia.id hari ini, Selasa (20/2/2024). Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id. Berikut ulasannya:

 

Memacu Pembiayaan Syariah Demi Entaskan Masalah Bom Waktu Backlog Perumahan

Minat pembelian hunian tempat tinggal melalui skema pembiayaan perbankan syariah terus meningkat. Tren pembiayaan ini berpotensi besar untuk dikembangkan oleh pelaku industri keuangan atau perbankan syariah.

Terlebih, merujuk laporan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Kuartal IV tahun 2023 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, skema pembiayaan utama yang dipilih konsumen dalam pembelian rumah primer yakni kredit pemilikan rumah (KPR) dengan pangsa sebesar 75,89% dari total pembiayaan, diikuti oleh pembayaran tunai bertahap sebesar 17,24%, dan tunai mencapai 6,73%.

Berdasarkan data Statistik Perbankan Syariah (SPS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan untuk pemilikan rumah tinggal bank umum dan unit usaha syariah pada November 2023 mencapai Rp130,9 triliun. Angka ini meningkat secara year-on-year (YoY) dari periode yang sama tahun 2022 yang senilai Rp115,6 triliun. Di sepanjang 2022, pembiayaan untuk pemilikan rumah tinggal bank umum dan unit usaha syariah mencapai Rp116,8 triliun.

Kemudian, pembiayaan pemilikan apartemen bank umum dan unit usaha syariah pada November 2023 mencapai Rp5,4 triliun. Angka ini meningkat secara YoY dari periode yang sama tahun 2022 yang senilai Rp4,4 triliun. Di sepanjang 2022, pembiayaan pemilikan apartemen bank umum dan unit usaha syariah mencapai Rp4,4 triliun.

 


Potensi Besar Indonesia Sebagai Hotspot Eksplorasi Migas Global

Temuan dua sumur eksplorasi di Wilayah Kerja South Andaman, Provinsi Aceh dan Wilayah Kerja Geng North, Provinsi Kalimantan Timur yang tercatat sebagai giant discovery pada pemboran laut dalam makin menguatkan potensi besar cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia.

Temuan Layaran-1 Blok South Andaman dan Geng North-1, Blok North Ganal juga telah membawa nama Indonesia kembali masuk dalam peta industri hulu migas global. WoodMackenzie, Rystad Energy and S&P Global bahkan mengelompokkan Layaran-1 dan Geng North-1 ke dalam lima temuan migas raksasa di dunia sepanjang 2023.

Temuan raksasa dua sumur eksplorasi itu menjadi yang terbesar setelah temuan Lapangan Abadi Masela pada 2000 lalu. Di North Ganal, perusahaan migas Italia, Eni mencatat penemuan cadangan gas in place dari sumur eksplorasi Geng North-1 sebesar 5 triliun kaki kubik (Tcf) dengan kandungan kondensat diperkirakan mencapai 400 Mbbls.

Sementara itu, dari South Andaman yang dikelola, Mubadala Energy, perusahaan asal Uni Emirat Arab, ditemukan cadangan gas bumi in place dengan potensi lebih dari 6 Tcf.

 

Gagal Bayar BUMN Karya, Pilpres, dan Prospek Pasar Obligasi 2024

Kepala Divisi Pemeringkatan Non Jasa Keuangan 2 PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Yogie Surya Perdana, mengatakan bahwa risiko gagal bayar obligasi korporasi akan selalu ada.

Namun, hal itu tergantung strategi setiap emiten dalam memitigasi risiko refinancing atau pembiayaan kembali.

“Memang kami sadari bahwa sektor konstruksi, terutama BUMN Karya sedang dalam sorotan karena sudah ada dua BUMN karya yang besar yang gagal bayar. Tentu ini kami lihat sebagai suatu kredit negatif di dalam penilaian kami," ujar Yogie belum lama ini.

Sebagai pengingat, pada tahun lalu ada dua BUMN Karya yang gagal bayar, yakni PT Waskita Karya Tbk. (WSKT) dan PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA). Namun, Yogie mengatakan bahwa kasus itu tidak bisa disamaratakan dengan BUMN Karya lainnya.

 

Mendongkrak Pertumbuhan Penjualan Mobil Baru dari Perhelatan IIMS 2024

Perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 yang berlangsung pada 15 Februari hingga 24 Februari memberikan nafas baru bagi pelaku industri otomotif Tanah Air. Pada awal tahun, penjualan domestik jeblok dikarenakan efek pemilu hingga stagnasi pertumbuhan ekonomi.

Penjualan mobil secara domestik mengalami penurunan pada awal 2024 seiring melambatnya pertumbuhan perekonomian Indonesia. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil domestik secara wholesales mencapai 69.619 unit pada Januari 2024, turun 26,1% dibandingkan Januari 2023 yang mencapai 94.270 unit.



Sementara penjualan secara retail juga terbilang lesu dengan realisasi mencapai 78.214 unit pada Januari 2024, turun 13,9% dibandingkan Januari 2023 sebanyak 90.892 unit.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan lesunya penjualan mobil domestik tak lepas dari efek melambatnya pertumbuhan perekonomian Indonesia. Menurutnya, para konsumen cenderung wait and see sebelum melakukan pembelian.

 

Meredam Letupan Resesi Negara Mitra

Indonesia perlu merespons dinamika ekonomi global yang kurang mendukung momentum akselerasi ekonomi menyusul dinyatakannya status resesi kepada dua negara mitra utama perdagangan dan investasi yakni Jepang dan Inggris.

Pada saat bersamaan, ekonomi China yang cukup dominan berkontribusi ekspor dan investasi diekspektasikan terus melambat dalam 4 tahun mendatang.

Ketiga negara tersebut merupakan penyumbang penanaman modal asing (FDI) tertinggi dalam 5 tahun terakhir sehingga lambatnya ekonomi di negara-negara tersebut akan memengaruhi aliran modal di Indonesia dan mengancam pencapaian target investasi yang pada tahun ini sebesar Rp1.650 triliun.

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia optimistis target investasi senilai Rp1.650 triliun pada tahun ini akan tercapai. Kendati faktor yang diperhatikannya baru perkara Pemilu 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.