Top 5 News: Strategi Amankan Mineral Kritis hingga Nasib MinyaKita

Berita tentang upaya pemerintah mengamankan mineral kritis bersama sejumlah berita lainnya menjadi pilihan editor BisnisIndonesia.id hari ini, Senin (5/2/2/2024).

Emanuel Berkah Caesario

5 Feb 2024 - 08.03
A-
A+
Top 5 News: Strategi Amankan Mineral Kritis hingga Nasib MinyaKita

Bisnis, JAKARTA — Pemerintah kian serius mengamankan potensi mineral kritis dan mineral strategis yang banyak terkandung dalam sejumlah komoditas tambang mineral yang biasa diekspor Indonesia.

Berita tentang upaya pemerintah untuk mengamankan potensi mineral kritis dan mineral strategis menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id hari ini, Senin (5/2/2024). Selain berita tersebut, sejumlah berita menarik lainnya turut tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id

Berikut ini highlight Top 5 News Bisnisindonesia.id hari ini:

 

1. Mengamankan Mineral Kritis Indonesia Lewat 3 Industri Strategis

Tak hanya menetapkan sebanyak 47 komoditas yang masuk dalam klasifikasi mineral kritis, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga memfokuskan tiga kelompok industri strategis dalam pengembangan komoditas tersebut.

Irwandy Arif, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Bidang Tata Kelola Minerba Kementerian ESDM, mengungkapkan bahwa ke depannya pemerintah mempunyai perhatian khusus terhadap pengembangan komoditas mineral kritis dan mineral strategis.

“Mineral kritis dan mineral strategis nantinya akan diarahkan kepada tiga industri strategis,” kata Irwandy dalam pernyataannya, dikutip Minggu (4/2/2024).

Industri strategis yang pertama, jelasnya, adalah industri yang terkait dengan kendaraan listrik atau industri baterai mobil listrik dan motor listrik. Menurut dia, ekosistem industri tersebut nantinya akan membutuhkan mineral strategis dan mineral kritis yang sangat banyak.

“Nanti akan ada pembahasan bagaimana produk tembaga dan emas yang akan dikembangkan setelah selesainya smelter di Gresik oleh Freeport dan di Nusa Tenggara Barat oleh Amman Mineral, yang akan merubah produk tembaga kita dari konsentrat tembaga ke katoda tembaga secara keseluruhan dan dari anodanya akan menghasilkan emas,” jelas Irwandy.

 

2. Memupuk Asa Hulu Migas di Tengah Kecemasan Lifting Minyak

Temuan raksasa dua sumur eksplorasi di Wilayah Kerja South Andaman, Provinsi Aceh dan Wilayah Kerja Geng North, Provinsi Kalimantan Timur memberi secercah asa akan kembalinya masa kejayaan hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional.

Di tengah kecemasan masih sulitnya menyelesaikan persoalan produksi siap jual atau lifting migas yang menjadi pekerjaan rumah menahun, temuan Layaran-1 Blok South Andaman dan Geng North-1, Blok North Ganal tersebut telah membawa nama Indonesia kembali masuk dalam peta industri hulu migas global.

Namun di sisi lain, masih terdapat sejumlah masalah fundamental di hulu migas yang belum dapat terselesaikan, mulai dari penurunan produksi secara alamiah (natural decline) karena banyaknya lapangan tua hingga masalah keekonomian dan monetisasi.

Masuknya Indonesia kembali dalam peta industri hulu migas global tentu memunculkan sedikit asa kepada pelaku usaha migas soal prospek investasi ke depannya. Terlebih, temuan yang didominasi oleh gas bumi tersebut menjadi modal kuat untuk pengembangan energi yang rendah emisi menuju energi baru terbarukan (EBT). 

Akan tetapi, dengan adanya sederet persoalan klasik tersebut tetap saja melahirkan kecemasan yang berpotensi besar membuyarkan optimisme kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas untuk berinvestasi maupun melanjutkan kegiatan eksplorasi di sejumlah area.


3. Menanti Ketegasan Pemerintah Terapkan Cukai Baru Minuman Berpemanis

Pemerintah telah memasukan penerimaan cukai minuman manis atau minuman bergula dalam kemasan (MBDK) dalam APBN 2024 dengan target cukai Rp4,39 triliun. Aturan terkait cukai minuman manis rencananya disahkan pada tahun ini.

Namun, cukai minuman manis masih menuai pro dan kontra. Penerapan cukai MBDK dinilai sangat urgen untuk menekan prevalensi diabetes bagi yang mendukung, sementara yang tidak sepakat menilai penerapan cukai bukan solusi untuk menekan konsumsi gula.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan peraturan cukai MBDK akan disahkan tahun 2024. Saat ini, aturan terkait cukai minuman manis ini sudah masuk tahap final dan tinggal disosialisasikan sebelum nantinya diterapkan.

"[Aturan cukai MBDK] sudah sampai tahap final, tinggal sosialisasi, tinggal nanti kemudian diterapkan," katanya dikutip dari Antara, Senin (29/1/2024).

Dante menuturkan peraturan cukai MBDK saat ini tengah disosialisasikan dan dikoordinasikan bersama pemangku kepentingan terkait, salah satunya bersama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang akan menetapkan besaran cukai MBDK.

Dia melanjutkan tidak ada kendala dalam penerapan aturan cukai MBDK pada 2024 lantaran kajian akademis telah diselesaikan oleh Kemenkes.


 

4. Sebab Baterai EV China Kian Mendominasi Pasar Dunia

Penggunaan baterai kendaraan listrik sepanjang 11 bulan pertama 2023 melejit. Pabrikan China memperbesar pangsa pasar, sementara pabrikan Korea Selatan dan Jepang mengalami tekanan.

SNE Research melaporkan penggunaan baterai kendaraan listrik, termasuk pada mobil hibrida sepanjang Januari-September 2023 meningkat 41,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi 624,4GWh.

CATL, pabrikan asal China, membukukan pertumbuhan sebesar 48,3% menjadi 233,4GWh, sekaligus mempertahankan posisi teratas global. Dengan pertumbuhan yang kuat, spesialis lithium-ion battery tersebut memperbesar pangsa pasarnya.

Secara khusus, CATL yang telah memperluas kehadirannya dari pasar domestik ke pasar luar negeri ini menunjukkan pertumbuhan hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu di setiap benua, kecuali di pasar luar China.

Hal ini lantaran sederet pabrikan mobil listrik, dimulai dari Tesla, memutuskan untuk memperluas rasio baterai lihtium ferro phospat (LFP) sebagai sumber penggeraknya.

 

5. Nasib MinyaKita, Bakal Naik Harga Usai Pemilu

Status minyak murah untuk MinyaKita agaknya sebentar lagi akan hilang. Pemerintah mulai mengambil ancang-ancang menaikkan tarif bagi minyak goreng curah kemasan ini.

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan harga MinyaKita bakal naik setelah Pemilihan Umum (Pemilu). Dia menyebut, inflasi jadi alasan pemerintah melakukan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita.

Lewat Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.41/2022 tentang Tata Kelola Minyak Goreng Kemasan Rakyat, pemerintah mewajibkan pelaku usaha menjual MinyaKita tidak melebihi HET yang ditetapkan yakni Rp14.000 per liter. Namun, usai Pemilu, HET MinyaKita itu akan dinaikkan menjadi Rp15.000 per liter.

"Tentu dong [harga naik usai pemilu]. Kan ada inflasi," ujar Zulhas saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Minggu (4/2/2024).

Sejalan dengan itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto mengatakan evaluasi HET MinyaKita baru akan dilakukan usai Pemilu dengan turut melibatkan Kementerian Perindustrian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Badan Pangan Nasional.

Menurutnya, saat ini rencana penyesuaian HET itu baru masuk di tahap perhitungan kasar dengan berbagai komponen harga pokok produksi dari produsen dan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.