Free

Top 5 News: Tantangan Ekspor Mobil hingga Persiapan Buyback Saham Emiten

Tantangan ekspor mobil hingga emiten siap buyback saham menjadi berita pilihan editor BisnisIndonesia.id yang terangkum dalam Top 5 News BisnisIndonesia.id.

Tim Redaksi

21 Mei 2024 - 07.14
A-
A+
Top 5 News: Tantangan Ekspor Mobil hingga Persiapan Buyback Saham Emiten

Ilustrasi Top 5 News/Istimewa

Bisnis, JAKARTA—Pengapalan ekspor mobil dalam keadaan utuh (CBU) ke pasar ekspor mengalami perlambatan, setelah sejak awal tahun menunjukkan peningkatan. Ada kabut tipis yang menghabat laju pengiriman ke pasar global.

Tantangan ekspor mobil hingga emiten siap buyback saham menjadi berita  pilihan editor BisnisIndonesia.id yang terangkum dalam Top 5 News edisi Selasa (21/5/2024). Berikut selengkapnya:

1.Kabut Tipis di Pasar Ekspor Mobil

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan pengapalan mobil CBU dari Indonesia pada April 2024 sebanyak 30.527 unit, anjlok dari bulan sebelumnya yang mencapai 40.456 unit.

Performa ekspor pada April 2024 juga melambat jika dibandingkan dengan ekspor pada bulan yang sama tahun lalu.

Alhasil, volume pengapalan sepanjang 4 bulan pertama tahun ini turun 16,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi 138.778 unit.

Hal ini lantaran sebagian besar merek pengekspor tercatat masih menderita penurunan penjualan sepanjang 4 bulan pertama tahun ini. Hanya Toyota, Hyundai, Hino, dan Wuling yang mencatatkan pertumbuhan.

Sementara Daihatsu, Mitsubishi Motors, Suzuki, Honda, Isuzu, dan DFSK masih tercatat mengalami penurunan penjualan.

Sementara itu, volume pengapalan ekspor mobil dalan kondisi terurai lengkap (CKD) juga mengalami penurunan 17% menjadi 15.569 unit.

Adapun merek pengekspor mobil CKD mencakup Mitsubishi Motors, Suzuki, Hyundai, DFSK, dan Toyota.

2.Sri Mulyani Bikin Asumsi Makro 2025 Fasilitasi Kebutuhan Prabowo-Gibran

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menetapkan APBN 2025 atau periode pertama pemerintah Presiden terpilih Prabowo Subianto dirancang defisit pada kisaran 2,45% hingga 2,82% dari produk domestik bruto (PDB).

Sri Mulyani menyampaikan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) untuk tahun anggaran 2025 di rapat paripurna DPR RI, Senin (20/5/2024).

Defisit APBN 2025 tersebut sejalan dengan belanja pemerintah yang ditargetkan pada kisaran 14,59%-15,18% dari PDB, sementara penerimaan negara mencapai kisaran 12,14% hingga 12,36% dr PDB.

“Dengan demikian, defisit fiskal pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 2,45%-2,82% dari PDB,” kata Sri Mulyani, Senin (20/5/2024). 

Sri Mulyani menyampaikan upaya untuk menutup defisit tersebut, pemerintah akan mendorong pembiayaan yang inovatif, prudent, dan sustainable.

Oleh karena itu, APBN 2025 dirancang dengan mengendalikan risiko utang yang terkelola dalam kisaran 37,98% hingga 38,7% dari PDB.

Sebagaimana diketahui, dokumen KEM-PPKF merupakan dokumen yang menjadi acuan dalam menyusun rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun anggaran 2025.

Sebelumnya, Sri Mulyani menyampaikan bahwa KEM-PPKF yang disusun Kementerian Keuangan tersebut akan mengakomodir program kerja untuk pemerintahan yang baru, salah satunya program makan siang gratis.

3. Menguatkan Solidaritas Atasi Krisis Air Dalam KTT WWF 2024

 Situasi kelangkaan air secara global disebut sudah dalam tahap menyedihkan. Hal itu diketahuinya setelah mendapat laporan dari United Nations (UN) Water, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang untuk masalah air dan sanitasi pada 2024.

Adapun sekitar 2,2 miliar orang hidup tanpa akses air minum yang dikelola secara baik. Kemudian 3,5 miliar orang dilaporkan tidak punya akses untuk sanitasi.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan sebuah prediksi yang mengkhawatirkan mengenai krisis air yang berdampak pada pertanian. Menurutnya pada 2050, sebanyak 500 juta petani kecil sebagai penyumbang 80% pangan dunia diprediksi paling rentan mengalami kekeringan.

“Tanpa air tidak ada makanan tidak ada perdamaian tidak ada kehidupan, no water, no life, no growth,” ujarnya saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali harii ini, Senin (20/5).

Oleh sebab itu, air harus dikelola dengan baik karena setiap tetesnya sangat berharga. Selain itu, hanya 1% dari 72% permukaan air pada bumi yang dapat diakses serta dimanfaatkan untuk air minum dan sanitasi. 

“Forum air sedunia Ke-10 dapat merumuskan aksi nyata pengelolaan air yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya. 

Data dalam laman resmi UN-Water SDG 6 Data Portal menunjukkan proporsi populasi dunia yang dapat menggunakan layanan sanitasi yang aman berkisar 56,6%. Pada 2022 tidak ada data proporsi penduduk yang mendapatkan layanan sanitasi yang aman di Indonesia. Namun, proporsi penduduk Indonesia yang mendapatkan layanan sanitasi dasar mencapai 88,16%.

Jokowi mengingatkan semua untuk dapat mengelola air bersih dengan baik agar tidak menjadi sumber bencana. Air seyogyanya merupakan sumber kehidupan dan adalah simbol kehidupan, keseimbangan dan keharmonisan namun jika tidak dikelola dengan baik maka sebaliknya dapat menjadi sumber bencana.

4. Menggali Potensi Litium Indonesia untuk Baterai Kendaraan Listrik

Sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ditengarai memiliki kandungan litium dan boron mineral strategis, yang menjadi salah satu bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik. Pemerintah pun bergerak cepat dengan terus mengidentifikasi potensi sumber daya litium tersebut agar bisa dioptimalkan.

Sejauh ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menjalin kerja sama dengan Eramet, perusahaan pertambangan metalurgi asal Prancis, untuk mengungkap kandungan litium di Bledug Kuwu, yang merupakan Gunung Api Lumpur yang terdapat di daerah Grobogan, Jawa Tengah.

Adapun, potensi litium di Bledug Kuwu berasal dari geotermal yang ada di wilayah tersebut. “Sejauh ini sudah ada kerja sama dengan Eramet untuk penyelidikannya [Bledug Kuwu],” kata Irwandy Arif, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara, Jumat (17/5/2024).

Irwandy memaparkan bahwa kerja sama antara ESDM dan Eramet Indonesia bertujuan untuk meneliti secara eksplorasi keberadaan litium di Bledug Kuwu. Kendati demikian, kerja sama tersebut nantinya juga akan dilakukan di tempat lain guna menemukan potensi komoditas litium di Indonesia.

“[Saat ini] Baru itu [Bledug Kuwu], tapi sumber-sumber lain kan ada sebenarnya. Kayak di Sulawesi Barat, itu mungkin berikutnya,” ujarnya.

Untuk diketahui, kemitraan strategis antara Badan Geologi dan Eramet Indonesia diresmikan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Kepala Pusat Sumber Daya Mineral dan Panas Bumi (PSDMBP) Agung Pribadi dan Direktur Eramet Indonesia Bruno Faour, yang disaksikan oleh Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Bidang Tata Kelola Minerba Kementerian ESDM Irwandy Arif dan Deputi Kepala Departemen Ekonomi Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia, Pauline Leduc.

5.Sederet Emiten Bersiap Buyback Saham, Simak Alasannya!

Sejumlah emiten bersiap untuk melakukan pembelian kembali atau buyback sahamnya yang beredar di pasar sebagai sinyal bahwa kondisi keuangan dan bisnis perusahaan lebih baik dibandingkan yang dipersepsikan pasar.

Tim Riset MNC Sekuritas menjelaskan, buyback saham adalah aksi korporasi yang dilakukan perusahaan berupa pembelian kembali saham yang telah beredar di publik.

Adapun, buyback saham diperlukan agar jumlah kepemilikan saham publik dalam perusahaan tersebut akan semakin berkurang sehingga likuiditasnya dapat tetap terjaga.   

"Ada beberapa tujuan buyback saham, antara lain untuk mengembangkan rasio keuangan, mempersiapkan cadangan modal, serta antisipasi penurunan harga saham," tulis Tim Riset MNC Sekuritas, dikutip Senin (20/5/2024).

Dia menuturkan bahwa perusahaan di pasar modal seringkali menjadikan peningkatan rasio keuangan sebagai alasan untuk perusahaan melakukan buyback saham. Hal ini juga berkaitan dengan penurunan jumlah saham yang beredar dari banyaknya buyback.

Artinya, makin sedikit saham di pasaran, maka rasio earning per share (EPR) juga akan semakin meningkat. Tujuan buyback saham lainnya adalah untuk mempersiapkan cadangan modal.

Tim Analis RHB Sekuritas menambahkan bahwa perusahaan publik yang sudah memutuskan untuk melakukan buyback, biasanya akan mengumumkan bahwa jajaran direksinya sudah memberikan kuasa untuk melakukan repurchase atau buyback.

Bersamaan dengan pengumuman buyback tersebut, akan disebutkan juga dengan detail berapa banyak uang yang akan dialokasikan untuk membeli saham atau jumlah saham yang ingin dibeli.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.