Tradisi 'Pulang Basamo' Yang Kembali Ramaikan Trans-Sumatra

Para perantau Minang punya kebiasaan unik setiap musim mudik Lebaran yakni tradisi 'pulang basamo' atau pulang bersama yang telah dilakukan secara turun temurun itu. Tradisi ini dilakukan lewat banyak cara, mulai dari iring-iringan mobil pribadi hingga menyewa bus pariwisata, lengkap dengan spanduk

Yanita Petriella

28 Apr 2022 - 14.59
A-
A+
Tradisi 'Pulang Basamo' Yang Kembali Ramaikan Trans-Sumatra

Foto udara Jalan Tol Trans-Sumatra pada Kamis (28/4/2022). /Bisnis-Suselo Jati

Bisnis, BANDAR LAMPUNG - Para perantau Minang punya kebiasaan unik setiap musim mudik Lebaran yakni tradisi 'pulang basamo' atau pulang bersama yang telah dilakukan secara turun temurun itu. 

Tradisi ini dilakukan lewat banyak cara, mulai dari iring-iringan mobil pribadi hingga menyewa bus pariwisata, lengkap dengan spanduk yang menginformasikan secara spesifik dari mana asal mereka.

Biasanya rombongan pulang basamo ini berasal dari satu nagari yang merupakan sebutan untuk desa di Sumatra Barat atau satu keluarga besar. 
 
Berdasarkan pantauan Tim Jelajah Lebaran 2022 Bisnis Indonesia pada Kamis (28/4/2022) tampak sejumlah rombongan pulang basamo yang melintas di Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) ruas Bakauheni - Terbanggi Besar. 

Salah satu yang ditemui Bisnis, rombongan pulang basamo bertujuan ke Tiku, Pariaman, Sumatra Barat. Mereka terdiri dari belasan mobil pribadi dari berbagai daerah di Jakarta dan sekitarnya. 

Sebagian besar peserta rombongan pulang basamo Tiku ini memiliki usaha sendiri mulai dari pemilik rumah makan Padang hingga pemilik usaha lainnya seperti pedagang pakaian di pasar-pasar yang tersebar di Ibu Kota dan sekitarnya.

Joni Chaniago, salah satu peserta dari rombongan tersebut menyebut tradisi ini sudah diakukan sejak dua dekade lalu. Selain untuk mempererat persaudaraan dengan sesama perantau asal Tiku,  juga dilakukan atas dasar keamanan sepanjang perjalanan.

“Biar makin taraso [terasa] persaudaraannya sesama perantau. Terus demi keamanan juga di jalan. Kalau ada apa-apa lebih aman. Apalagi Jalur Lintas Sumatra ini kan risikonya tinggi ya,” katanya ketika ditemui oleh Bisnis di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area KM 20 JTTS ruas Bakauheni - Terbanggi Besar, Kamis (28/4/2022) dini hari.

Setelah tiba di Pelabuhan Bakauheni, rute yang diambilnya ini melintasi JTTS dari Bakauheni hingga Palembang. Setelah itu, rombongan menyusuri Jalur Lintas Timur (Jalintim) Sumatra dari Palembang hingga Tempino, Jambi. Kemudian, rombongan pun melanjutkan perjalanan menuju Muara Bungo, Jambi dan kembali menyusuri Jalan Lintas Tengah Sumatra hingga Solok Sumatra Barat

Setelah itu mereka menuju Padang, Sumatra Barat, menyusuri pinggir pantai setelah Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) hingga akhirnya tiba di kampung halaman.

“Rute itu tercepat dari Jakarta ke Sumatra Barat. Rute yang dipakai bus-bus Jakarta-Padang sekarang. Jalannya yang jelek itu setelah Tempino, jalur penghubung Lintas Timur dan Lintas Tengah,” katanya.

Lain halnya dengan Joni, keluarga besar Afrizon memilih untuk menyusuri Jalur Lintas Tengah Sumatra. Keluarga besar yang mudik ke Bukittinggi, Sumatra Barat dengan delapan mobil itu memilih untuk menyusuri Jalur Lintas Tengah Sumatra.

“Keluar nanti di Gerbang Tol Terbanggi Besar lanjut ke Kotabumi, Lampung lewat Baturaja, Sumatra Selatan ke Lahat, Sumatra Selatan. Lanjut terus sampai Bukitinggi nanti menyusuri Danau Singkarak,” tuturnya.

Rombongannya memilih Jalur Lintas Tengah Sumatra selain untuk menghemat biaya tol, juga untuk mengenang kembali perjalanan mudik puluhan tahun lalu. Kala itu Jalur Lintas Tengah Sumatra masih menjadi satu-satunya jalur yang menghubungkan kota-kota di Sumatra.

“Biar hemat, kalau kondisi jalan katanya juga sudah baik hanya ada rusak sedikit di Baturaja. Asalkan jangan jalan malam di Sumatra Selatan aman. Makanya kita pilih keluar kapal itu subuh supaya lewat daerah rawan itu siang hari,” ucapnya.

Selain itu, Jalur Lintas Tengah juga dipilih lantaran rombongan ingin mampir ke sentra oleh-oleh dan kuliner yang tersebar dari Sumatra Selatan hingga Sumatra Barat, tepatnya Dharmasraya yang jadi gerbang masuk ke Ranah Minang.

“Supaya bisa jajan-jajan juga. Kalau lewat  Jalur Lintas Timur ini agak sepi, paling mampir Kota Palembang yang biasanya juga hanya lewat lingkar kita,” ujar Afrizon.

Guna memantau kelancaran dan kesiapan infrastruktur saat arus mudik, Bisnis Indonesia kembali menggelar Jelajah Lebaran 2022 setelah absen pada 2020 dan 2021.

Bisnis Indonesia Jelajah Lebaran 2022 dilaksanakan pada Rabu (27/4/2022) hingga Rabu (4/5/2022). Jelajah Lebaran 2022 dilakukan dengan perjalanan melalui dua rute. 

Pertama, untuk rute Jawa-Bali  dilaksanakan dengan menyusuri jalan tol Trans Jawa dan dilanjutkan menyisir jalur pantai utara (Pantura) menuju Banyuwangi dan dilanjutkan penyeberangan ke Bali. Kedua, untuk rute Sumatra  melalui jalan tol Trans Sumatra dari Lampung hingga Dumai, Riau. (Rezha Hadyan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.