Transaksi Private Equity Asean Diramal Membaik di 2024, Setelah Anjlok di 2023

Ernst & Young (EY) memperkirakan akan adanya pertumbuhan transaksi private equity tahun ini di kawasan Asia Tenggara, terutama dari aktivitas exit, setelah tahun lalu mengalami perlambatan signifikan.

Redaksi

29 Feb 2024 - 18.38
A-
A+
Transaksi Private Equity Asean Diramal Membaik di 2024, Setelah Anjlok di 2023

Aktivitas transaksi private equity di Asia Tenggara. Sumber: Ernst & Young (EY).

Bisnis, JAKARTA — Meskipun terjadi perlambatan signifikan dibanding 2022, aktivitas transaksi private equity (PE) di Asia Tenggara ditutup dengan momentum yang baik pada 2023 lalu. Lembaga Auditor Internasional Ernst & Young (EY) melihat ada peluang pertubuhan yang menjanjikan tahun ini.

Transaksi pendanaan di Asia Tenggara pada tahun 2023 ditutup dengan total 22 transaksi dengan nilai sebesar US$3,9 miliar. Angka tersebut turun sebanyak  41,8% dari 38 transaksi dan total dana sebesar US$6,7 miliar yang dicapai pada tahun 2022.

Bidang pelayanan kesehatan menjadi sektor kunci dengan menyumbang lebih dari sepertiga (36%) dari total investasi PE di Asia Tenggara, dengan nilai US$1,4 miliar. Posisi selanjutnya ditempati oleh sektor sektor infrastruktur telekomunikasi dan digital yang menyumbang 31% atau US$1,2 miliar, dan sektor layanan bisnis sebanyak 15% atau US$585 juta.

Selain itu, terdapat 13 transaksi exit dari perusahaan yang didukung PE, dengan total nilai transaksi sebesar US$3,3 miliar pada tahun 2023.

EY Asia-Pacific Private Equity Leader, Luke Pais, mengungkapkan bahwa pelambatan laju aktivitas PE di Asia Tenggara ini selaras dengan tren yang juga terjadi di wilayah Asia-Pasifik.

Berdasarkan EY Quarterly Private Equity Update: Asean 2023, tercatat jumlah transaksi yang ditutup pada tahun 2023 mencapai 71 transaksi dengan total pendanaan sebesar US$35 miliar. Ini merupakan yang terendah di wilayah tersebut sejak tahun 2018.

Secara keseluruhan, terdapat 99 investasi PE dengan total nilai transaksi sebesar US$79,3 miliar di wilayah Asia-Pasifik pada tahun 2023.

“Tahun 2023 merupakan tahun yang lebih lambat untuk pendanaan dan exits. Kedua hal tersebut berhubungan dengan pengembalian modal limited partners yang lebih lambat yang menyebabkan rendahnya komitmen terhadap perwujudan pendanaan baru. Kami mengantisipasi aktivitas exit yang lebih tinggi di tahun 2024, dengan secondary exit menjadi metode exit yang paling populer,” jelas Pais dalam siaran pers, Kamis (29/2/2024).

Baca Juga:

Pertaruhan Astra International (ASII) Menjaga Pangsa Pasar Usai Cetak Rekor Laba

Prospek Saham Vale (INCO) Pasca Diakuisisi MIND ID

Gairah Merger dan Akuisisi Diramal Melonjak Usai Pemilu

Membaca Arah Kinerja Pasar Modal Usai Pemilu

Arah Investasi Bila Jokowinomic Berlanjut 5 Tahun Lagi

Pais menambahkan, Asia Tenggara mengalami pengaruh dari penghambatan makro ekonomi pada tahun 2023, dengan tingkat suku bunga dan inflasi yang menyebabkan rendahnya permintaan terhadap ekspor.

Namun, laju peningkatan PDB yang tetap kuat dan angkatan kerja berusia muda, turut menciptakan peluang bagi perusahaan portofolio PE maupun perusahaan investasi PE yang sedang mencari pendanaan.


 

PERUBAHAN LANSKAP PE INDONESIA

Akibat kurang idealnya kinerja saham dari beberapa perusahaan teknologi terbesar di Indonesia tahun lalu, besar kemungkinannya menimbulkan kekhawatiran di antara perusahaan PE untuk berinvestasi di sektor tersebut.

Pelaku di sektor PE menilai, industri-industri seperti pelayanan kesehatan, telekomunikasi, dan infrastruktur digital di Indonesia merupakan sektor yang lebih tangguh untuk diinvestasikan, dibandingkan sektor teknologi yang beberapa tahun terakhir telah menjadi target utama bagi investasi PE.

EY Indonesia Strategy and Transactions Partner, Oki Stefanus, menyatakan bahw faktor-faktor yang mempengaruhi pelambatan di Indonesia merupakan cerminan dari pola yang terjadi di Asia Tenggara dan kawasan Asia Pasifik.

Hal tersebut didorong oleh tantangan makroekonomi, tingginya suku bunga dalam jangka waktu lama, dan inflasi. Contoh faktor tambahan di pasar Indonesia, khususnya selama setahun terakhir, adalah pemilihan presiden.

Oki menambahkan, meningkatnya minat dari berbagai perusahaan PE dalam industri pelayanan kesehatan, terutama dalam bentuk akuisisi aset seperti rumah sakit, farmasi, dan klinik, didorong oleh tingginya permintaan pada sektor tersebut.

“Sektor lain yang diharapkan dapat mempertahankan tingkat aktivitas transaksi PE adalah sektor barang konsumsi, terutama didukung oleh besarnya pasar konsumen Indonesia serta semakin meningkatnya ketergantungan ekonomi pada konsumsi domestik,” ungkap Oki.

 

TEMA KUNCI INVESTASI PE 2024

Berdasarkan prediksi meningkatnya aktivitas transaksi PE di Asia Tenggara pada tahun 2024, publikasi EY menyoroti bahwa lanskap PE akan didominasi sejumlah tema utama.

Pertama, teknologi dan AI (Artificial Intelligence). Sektor ini akan menciptakan permintaan yang signifikan bagi infrastruktur digital. Kedua, transisi menuju ekonomi rendah karbon. Hal ini akan menciptakan peluang investasi di sektor energi dan sektor terkait lainnya.

Ketiga, konsumen yang beraspirasi. Peluang investasi akan berfokus pada sektor yang bergerak di bidang pelayanan konsumen, peningkatan layanan kesehatan, kemudahan akses layanan keuangan, serta pendidikan bermutu tinggi.

Keempat, lanskap layanan bisnis yang terfragmentasi. Ini menjadi peluang di sektor yang merupakan gabungan dari berbagai industri.

Kelima, penataan ulang lanskap manufaktur global. Banyak perusahaan yang juga mempertimbangkan negara-negara di Asia Tenggara untuk menjadi basis pasokan alternatif. Oleh karena itu, sektor pemasok akan menjadi peluang pada lanskap PE tahun 2024.

Pais menyimpulkan, walaupun secara keseluruhan aktivitas transaksi telah melambat pada tahun 2023, investor perlu mempertimbangkan investasi pada aset-aset baik dengan valuasi yang menarik agar mampu melalui masa perlambatan ini dan keluar dengan kondisi yang lebih kuat.

(Reporter: Muhammad Fauzan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.