Transformasi Kota Sehat untuk Indonesia Maju

Dalam amanat UUD 1945 Pasal 28H (1) bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Nirwono Joga

11 Nov 2023 - 05.09
A-
A+
Transformasi Kota Sehat untuk Indonesia Maju

Nirwono Joga, Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan

Hari Kesehatan Nasional (HKN) dirayakan setiap 12 November, tahun ini ke-59 dengan mengusung tema Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju. HKN harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat Indonesia tentang betapa pentingnya kesehatan.

Dalam amanat UUD 1945 Pasal 28H (1) bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Developemnet Goals (SDGs), pada Tujuan 3 yakni kehidupan sehat dan sejahtera untuk semua pada 2030. Ada 38 target SDGs di sektor kesehatan yang perlu diwujudkan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO, 2023) menyatakan, kondisi dunia menunjukkan ketimpangan yang tajam, ketidakadilan pembangunan infrastruktur perkotaan, kondisi permukiman padat kumuh, keterbatasan aksesibilitas masyarakat terhadap fasilitas kesehatan perkotaan, ketidaksetaraan gender, serta ketidakpastian lapangan kerja dan kehidupan pascapandemi Covid-19. Lalu, langkah apa yang harus dilakukan?

Baca juga: Sejarah Permukiman Dekat TBBM Plumpang Pertamina di Tanah Merah

Pertama, kota harus memberikan peningkatan kualitas hidup sehat dan kelayakan hidup sejahtera untuk menaikkan harapan hidup yang lebih baik. Pemerintah harus menyediakan fasilitas dan akses kesehatan yang mumpuni (klinik kesehatan, pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, apotek), didukung laboratorium penelitian dan pengembangan vaksin dan obat yang canggih. Warga mudah mengakses ke fasilitas layanan kesehatan guna mengurangi risiko kematian.

Dukungan dunia pendidikan kesehatan yang menjamin ketersediaan dokter, perawat, dan tenaga medis yang memadai, serta memberikan jaminan asuransi kesehatan/badan penyelenggara jaminan sosial dan inovasi program kesehatan lain.

Kedua, kota sehat mensyaratkan lingkungan sehat untuk membentuk warga sehat. Kota menyediakan akses air bersih terlayani semua, sanitasi layak dan higienis, saluran air tidak tergenang, sampah dan limbah terkelola baik. Penataan permukiman meliputi bedah rumah sehat, peremajaan kawasan padat, serta penyediaan hunian (vertikal) untuk semua. 

Perencanaan kota harus terintegrasi dengan perekonomian sekitar, pasokan air bersih dan gas, penyediaan listrik dan energi terbarukan, transportasi terpadu, jaringan internet, serta ketahanan pertanian dan pangan sebagai pilar ketangguhan kota sehat. 

Perencana kota melibatkan berbagai lintas profesi seperti kesehatan masyarakat, epidomologi, sosiologi, teknik lingkungan, arsitektur dan arsitektur lanskap, dalam mempercepat pembangunan kota sehat sejahtera.

Suasana permukiman yang berada di bantaran kali di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Jumat (17/2/2023). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan dapat menata permukiman kumuh yang tersebar di 250 wilayah Rukun Warga (RW) di Ibu Kota hingga 2026, guna meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Bisnis/Arief Hermawan P


Ketiga, warga menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti makan makanan sehat bergizi, rajin berolahraga, istirahat cukup, serta menghindari stres. Pola hidup bersih dan sehat yang terbangun dari keluarga di rumah harus ditularkan dan disebarkan ke tetangga dan lingkungan sekitar, mulai dari tingkat RT/RW, kelurah an/desa, kecamatan, kota/kabupaten.

Warga didorong terbiasa berjalan kaki (penyediaan trotoar) atau bersepeda (pembangunan infrastruktur pesepeda) dalam jarak dekat (radius 500 meter, jarak tempuh 5—10 menit), serta menggunakan angkutan umum (ramah lingkungan) pada jarak menengah-jauh. Tujuannya mengurangi polusi udara, warga lebih sehat dan bugar.

Keempat, kota sehat bertujuan menghapus kemiskinan, mencapai kesehatan yang lebih baik dan sejahtera, pendidikan bermutu, akses air bersih dan sanitasi higienis, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. 

Selain itu, mewujudkan kota dan komunitas yang berkelanjutan, adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim, menjaga ekosistem laut dan ekosistem darat unutk ketahanan pangan dan ketersediaan makanan yang sehat, menjalin kemitraan untuk mencapai tujuan SDGs.

PRINSIP INKLUSIF

Visi kota sehat harus berdasarkan prinsip inklusif peran serta seluruh pemangku kepentingan seperti pemerintah pusat dan daerah, legislatif, dunia usaha, media massa, lembaga swadaya masyarakat, komunitas, organisasi profesi, akademisi), komprehensif (keterpaduan pengembangan kawasan permukiman, fasilitas kesehatan, ruang terbuka hijau, pertanian, industri, pusaka, pariwisata), Selain itu, cerdas (pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembangunan infrastruktur dan pelayanan kesehatan masyarakat), serta berkelanjutan (tangguh bencana, ramah lingkungan).

Baca juga: Dampak Sosial & Dekarbonisasi Pilar Pembangunan Perkotaan

Kelima, WHO mencatat ada lima hal yang perlu mendapat perhatian serius yakni kematian akibat penyakit tidak menular; penyalahgunaan narkotika dan alkohol; kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas; cakupan kesehatan umum; kontaminasi dan pencemaran air, udara dan tanah; penanganan krisis dan kegawatdaruratan.

Selain itu, upaya penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, pengendalian penyakit HIV/AIDS, tuberkulosis, malaria, serta peningkatan akses kesehatan reproduksi (termasuk Keluarga Berencana) yang perlu mendapatkan perhatian serius semua pihak.

Mewujudkan kota sehat merupakan transfomasi menuju Indonesia Maju, Indonesia Emas 2045. Semoga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.