Tren Direksi Mandiri Borong Saham Perseroan Berlanjut

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri (BMRI) Sigit membeli 200.000 saham pada 13 Desember 2022 dengan nilai transaksi per saham senilai Rp9.825.

Jaffry Prabu Prakoso

15 Des 2022 - 16.23
A-
A+
Tren Direksi Mandiri Borong Saham Perseroan Berlanjut

Karyawan melayani nasabah Bank Mandiri. /Bisnis

JAKARTA — Tren direksi borong saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI masih berlanjut. Sekarang giliran Direktur Keuangan dan Strategi Sigit Prastowo yang mengantongi 200.000 saham perusahaan.

Dalam laporan yang dibagikan pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sigit melakukan transaksi pembelian 200.000 saham pada 13 Desember 2022 dengan nilai transaksi per saham senilai Rp9.825.

Dengan begitu, Sigit diperkirakan merogoh kocek hampir Rp2 miliar atau tepatnya senilai Rp1,96 miliar untuk mempertebal portofolio.


Sigit Prastowo (kedua dari kanan). /Bisnis-Dedi Gunawan


Bila dibandingkan dengan harga penutupan pada Selasa 13 Desember 2022, nilai traksaksi yang didapat Sigit relatif lebih murah.

Kinerja harga saham BMRI tutup pada level Rp9.900 per saham atau turun 0,50 persen dari penutupan sebelumnya sebesar Rp9.950.

Alhasil, jumlah kepemilikan saham Sigit Prastowo terinjeksi 1,19 juta lembar saham dari kepemilikan sebelumnya sebesar 1,39 juta lembar.

Baca juga: Laba Gabungan BBRI, BBCA, dan BMRI Capai Rp82,26 Triliun

"Jumlah saham dan presentase kepemilikan saham sebelum dan setelah transaksi yakni, sebelum 1.193.400 lembar saham atau 0,0025573 persen dan sesudah 1.393.400 lembar saham atau 0,0029859 persen," jelas Sigit dalam keterangannya, Rabu (14/12/2022).

Adapun tujuan transaksi dimaksudkan untuk keperluan investasi dengan status kepemilikan saham langsung.

Sebelum Sigit, sejumlah jajaran direksi Bank Mandiri juga kompak memborong saham perseroan, yakni Wakil Direktur Utama Alexandra Askandar, Direktur Teknologi Timothy Utama, dan Direktur Manajemen Risiko Ahmad Badrudin.

Mengutip keterbukaan informasi, Direktur Informasi Teknologi PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. (BMRI), Timothy Utama memborong saham perseroanya sebesar Rp1,3 miliar.

Baca juga: Tumbuh 62%, Transaksi Livin’ by Mandiri Tembus 1 Miliar

Dalam laporan transaksi yang dibagikan, Timothy membungkus 135.000 lembar saham BMRI lewat 3 kali transaksi yang dilakukan secara berturut-turut pada 7 Desember hingga 9 Desember 2022.

Harga pelaksanaan dalam setiap transaksi juga berbeda-beda antara Rp9.850–Rp10.400 per saham. Bila dirinci, transaksi pertama dilakukan pada 7 Desember 2022. Direktur IT BMRI tersebut membeli 50.000 helai saham dengan harga pelamsanaan Rp10.400 per saham.

"Jumlah saham dan persentase kepemilikan saham sebelum dan setelah transaksi, sebelum: 467.100 lembar saham dan sesudah: 517.100 lembar saham," jelas Timothy Utama dalam keterangan tertulis yang dibagikan pada Jumat (9/12/2022).

Pegawai melakukan transaksi menggunakan Livin’ by Mandiri di Jakarta, Selasa (26/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha 

Selanjutnya, pasa 8 Desember 2022 Timothy kembali memborong 50.000 helai saham BMRI pada harga Rp10.100 per saham.

Terakhir, pada 9 Desember 2022 Timothy lagi-lagi membungkus 35.000 lembar saham. Namun, jika dibandingkan dengan dua transaksi sebelumnya, harga pelaksanaan kali ini tergolong jauh lebih murah senilai Rp9.850 per saham. Alhasil, jumlah koleksi saham Timothy terinjeksi menjadi 602.100 lembar atau dari 467.100 lembar. 

Sedangkan Alexandra Askandar memborong 100.000 saham dengan harga pelaksanaan Rp9.950 per saham. Transaksi pembelian yang dilakukan Alexandra pada 9 Desember 2022. Dengan demikian, dana yang dikeluarkan sebesar Rp995 juta.

Sementara Ahmad Siddik Badruddin membeli saham BMRI sebanyak 20.100 lembar dengan harga Rp9.975 per saham. (Alifian Asmaaysi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.